
Aku kembali ke California hanya tiga hari setelah keberuntungan menemui para penyidik di hari ketiga. Mereka mendapatkan orang yang cocok dengan diskripsi dan untuk selanjutnya mereka bisa menanganinya sendiri. Aku hanya bergabung interogasi ganda kedua penembak itu di hari pertama.
"Kau kembali." Darren menyapaku sekarang saat aku sudah di kantor pagi ini.
"Yes Sir. Sudah beres. Aku bisa membantu case yang lain."
"Kupikir akan lama, tapi dengan meninggalkan catatan itu dia melakukan kesalahan sendiri. Kau jeli melihatnya dalam menit pertama. " Darren memberiku pujian.
"Terima kasih Sir."
"Yang lain dimana? Aku tak melihat Alan dan Mitchell?"
"Mereka ada kasus di San Diego. Mungkin pembunuhan berantai. Ada empat kasus dengan pattern sama."
"Pagi ini datang permintaan darurat dari San Diego, ada orang gila yang nampaknya minum darah korbannya."
"Minum darah korbannya?" Sekarang aku bergidik ngeri.
"Iya, ini pembunuhan sadis, kurasa penderita psikosis. Aku melihat foto TKP yang dikirimkan sangat kacau. Minta data kontak detektif yang meminta bantuan ke Hilda. Data sudah dikirimkan semua."
** Psikosis: Suatu gangguan mental yang ditandai dengan diskoneksi dari kenyataan. Psikosis dapat terjadi sebagai akibat dari penyakit jiwa seperti skizofrenia. Dalam kasus lain, kondisi ini dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan, obat-obatan, atau penggunaan narkoba.
"Baik Sir, akan ku kerjakan." Aku harus minta izin sekarang. "Sir, aku boleh minga mengambil cutiku untuk 2 hari ini dua minggu lagi, ada undangan pernikahan dari teman di London."
"Ok. Tapi kau tahu jika ada kasus mendadak yang harus segera di tangani jika kita kekurangan orang bisa jadi surat izinmu di batalkan."
"Mengerti Sir."
Aku berhasil meminta cuti. Dalam dua minggu aku akan ada di London. Kukirimkan jadwal cutiku pada Thomas. Dengan cepat dia membalas akan mengirimkan tiketnya.
"Kau tahu Dench itu membayar istrinya 10 juta dollar sebagai pengantian kesepakatan perceraian mereka."
"Benarkah? Nampaknya jumlah yang kecil, istrinya hanya mendapat itu.Tidak berguna! Wanita itu hanya mendapatkan 3 juta dollar. Kurasa dia tak punya keberanian mengancam suaminya yang mafia itu."
"Mungkin kau boleh mengerjainya." Anna tertawa.
"Aku mengerjainya? Mengerjai bagaimana?"
"Hmm...kau tahu dia punya banyak account gelap. Kau bisa memerasnya." Anna meringis.
"Itu ide yang sangat bagus, kenapa tak terpikirkan olehku." Tapi jika aku yang mengerjakannya sendiri akan sangat beresiko. Aku perlu seseorang yang memang sudah bangs*at untuk mengerjainya. Siapa yang punya teman bangsat di sini.
"Tapi kau tak boleh turun tangan langsung kau tahu itu. Kau harus memakai tangan orang lain."
"Iya. Siapa bangs*at di sini yang bisa membantuku." Aku berpikir siapa yang kukenal.
"Antonio Morales..." Ahhh ya, si tampan Morales itu, spesialisasinya adalah para bangsat penyelundup dari perbatasan. Dia pasti punya orang yang bisa dibayarnya untuk pekerjaan kotor. Lagipula dia pasti bekerja dengan informan. Anna menyebutkannya karena dia sering diminta mengecek data keuangan mereka, dia punya hubungan baik dengan Anna.
"Ahh kau benar sekali. Si ganteng itu. Aku akan mengajaknya makan malam nanti."
"Kau harus hati-hati. Dia itu playboy." Anna mengingatkanku. Aku tertawa sekarang.
"Aku membawakan uang padanya. Dia tak akan berani macam-macam dengan partner bisnis Anna. Lagipaku tak tertarik dengan hubungan apapun dengannya. Aku mencarinya untuk memberinya uang."
"Kuharap kau benar."
----------------