COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 92. No Break 2


"Ada apa?"


"Sayang, perlu foto pertemuan Lucchese dengan Dench dan Cohen."


"Buat apa?"


"Aku akan melakukan sesuatu dengan foto itu. Jelasnya menargetkan Dench." Dia diam sekarang. "Targetmu Dench bukan, biarkan aku yang membantumu. Nanti akan kuberitahu hasilnya padamu."


"Apa tak berbahaya untukmu." Dia masih memikirkanku juga. "Apa yang akan kau lakukan dengan foto itu"


"Aku tak akan memakai tanganku sendiri, jangan khawatir. Kirimkan saja fotonya padaku. Nanti akan kujelaskan padamu." Dia diam di ujung telepon, ini untuk membuktikan aku tak bermaksud mengatakan dia sumber masalah.


"Kau harus berhati-hati." Akhirnya dia memaafkanku juga.


"Aku akan hati-hati. Mungkin aku agak sibuk dalam beberapa hari besok, jika kau ingin mencariku kau tahu aku ada di mana. Sementara kau jangan melakukan apapun dulu beri aku waktu seminggu untuk membereskan ini."


"Baiklah. Aku kirimkan padamu."


Tak lama foto itu masuk ke ponselku. Berpikir sebentar bagaimana cara terbaik menggunakan foto ini. Kukirimkan pada Camilla.


"Camilla, bisa kau kirimkan pesan anonim kepada seseorang bersama foto untuk ancaman. Aku akan tulis kata-katanya."


"Bisa. Ke siapa?"


"Hans Dench, orang yang merupakan pengacara Herron yang terlibat kasus Captagon, sekarang dia masih bebas. Rupanya dia terlibat jaringan sebuah geng mafia obat. Aku ingin mengadu mereka satu sama lain sehingga saling tak percaya."


"Apa kau perlu aku buat memonitor balasan?"


"Tidak, ini hanya untuk sekali kirim. Tidak sekarang dalam waktu dekat."


"Oke. Terima kasih Camilla."


Keesokan harinya saat orang Nathan menghubungiku mereka sudah menghembuskan kabar itu ke Lucchese aku juga mengirimkan foto pertemuan itu ke Dench. Dengan tulisan, "Rupanya selain pengacara gembong obat-obatan, Anda juga berteman dekat dengan mafia obat Italia."


Ini akan membuat Dench menghindar dari Lucchese dan Lucchese menganggap penghindaran ini sekaligus pembenaran dari kabar yang beredar.


Aku menunggu satu hari kemudian untuk gerakan selanjutnya. Mengirimkan foto pertemuan mereka kepada dua kakak beradik Lucchese. Dengan pesan.


'Jika kalian tidak menginginkan foto ini dipakai untuk mendakwa kalian bekerja sama dengan Detektif LAPD. Kirimkan satu juta padaku di nomor ini ...'


Ini menandakan bahwa foto ini ada di orang pemerintah yang bisa melakukan dakwaan, sekaligus mempertegas sekali lagi rumor yang beredar, tapi yang tidak ditangkap adalah Dench.


\=\=\=\=\=\=\=


"Sayang, masuklah." Sekarang setelah tiga hari tak melihatnya, sekarang dia datang ke tempatku. Aku senang dia akhirnya datang, aku sudah memesan makan malam untuk kami.


"Apa yang kau sedang lakukan?"


"Aku di sini menunggumu." Dia pasti penasaran tentang apa yang kulakukan dengan foto yang ku minta darinya. Pertanyaan itu ditanyakan setelah pintu terbuka dan aku bahkan belum sempat menutup pintu. Aku tak mau menjawabnya.


"Kau tahu apa yang kutanyakan, apa yang kau lakukan dengan foto itu." Aku menariknya dalam pelukanku. Mengunci pinggangnya dan menatap matanya.


"Kau tahu, kita sudah lama tak bertemu. Dan saat kita bertemu aku membuatmu marah dan tak mau bicara denganku. Tidakkah kau merindukanku?" Aku merapikan rambut panjangnya yang halus itu, gadis cantik yang keras hati ini, dia bisa menjalani kehidupan mudah jika dia ingin. Tapi lihatlah dia membawa kebanggaan dirinya begitu tinggi.


"Salahmu sendiri kau yang membuatku kesal. Kau pikir aku tak kesal karena kau bicara masalah kita ke mantanmu yang sempurna itu." Dia menatapku dengan bibir di katupkan dan pandangan tajamnya. Rupanya cemburu lebih besar perannya daripada persoalan Cohen sendiri. Aku tersenyum sekarang.