
"Nona Emma, kau di sini ternyata." Aku sekarang menoleh padanya setelah menenggak gelas minumanku.
"Ohh Gerald, kau sudah berhasil mendapatkan yatchmu?!" Aku langsung menyapanya dengan riang, "Ini Gerald teman-teman, dia sedang mencari yatch mewah." Wanita-wanita cantik di group ini langsung berekpresi kagum padanya.
"Wahh kita punya pengusaha Forbes di sini. Jika yacht saja mudah bagimu, kau pasti bisa mengundang kita ke pestanya. Ayo bergabung Gerald." Dan gadis-gadis yang lain menyeretnya ke kursi kami. Ada enam gadis di sana, tidak ada pria, pria kami belum datang dalam skenario kami.
"Aku bisa membelikan kalian minum, sebanyak yang kalian mau dan membayar meja ini."
"Kau serius?!" Sekarang aku yang agak tipsy menyender padanya sambil melingkarkan tanganku padanya.
"Gerald kau baik sekali. Darimana kau mendapat teman sebaik ini Emma." Temanku yang lain juga langsung duduk di sampingnya dan menyender padanya, yang ini adalah yang tangannya paling terampil. Dia duduk di kanannya sesuai dengan posisi ponsel, sementara ada teman yang lain juga duduk di sampingnya.
"Kebetulan sekali bertemu denganmu, kau tidak bersama Robert?" Aku langsung bertanya untuk mengalihkan perhatiannya.
"Apa kau dan Robert pacaran?"
"Ehm tidak, kami hanya teman. Teman lama tak bertemu... Meja ini sudah dibayar oleh Catherine, dia ulang tahun hari ini jadi kau tak perlu membayarnya Sir Gerald." Gadis yang berperan sebagai Catherine duduk di sampingku melambai padanya. Dia memakai baju berwarna sparkling nude, dia yang tercantik disini, "Ucapkan selamat ulang tahun padanya."
"Selamat ulang tahun Catherine cantik. Aku akan membayarnya, untuk gadis secantikmu aku rela. Anggap saja hadiah ulang tahun."
"Kau perlu mendapatkan ciuman jika begitu."Catherine dengan berani mencium pipinya. Sementara kami bersorak untuknya.
"Terima kasih, Gerald kau baik sekali." Dan yang lain pun dengan berani memberikan ciuman padanya.
"Kau tinggal dimana, boleh main ke apartmentmu." Temanku di samping kanannya sekarang lebih manja lagi. Nampaknya dia sudah berhasil mencuri ponselnya karena tadi sudah ada tanda bagi kami untuk menunggu tiga menit.
"Pasific Palisade, kau memang tak usah diragukan." Enam orang gadis itu bekerja sama untuk memberikannya pujian , mengajaknya bicara untuk melewatkan tiga menit yang singkat itu.
"Kami sudah selesai." Terdengar seorang bicara. Seorang pria dalam tim kami mendekat dan memberikan ponselnya secara tersembunyi.
"Ayo minum Gerald, kami bersulang untuk kesuksesanmu." Catherine ya berulang tahun menuangkannya minum, dan menberikan gelasnya untuknya. Kami semua bersulang untuknya, Catherine mencium pipinya lagi, dan temanku di sampingnya juga ìkut memeluk dan mencium pipinya itu kamulfase untuk memasukkan ponsel ke kantongnya lagi.
"Kau pasti punya banyak pengagum bukan Tuan Gerald." Dan itu adalah tanda kami boleh kabur ke lantai dansa sebentar lagi.
"Walaupun dia punya banyak pengagum tapi dia memamg murah hati teman-teman." Kami serentak mengiyakan. Kami memujinya sebentar kemudian.
"Ayo kita kebawah lagi." Catherine mengajak kami. Setelah ini para pria akan datang. Kami tidak memerlukan uangnya sebenarnya.
"Ohh kalian punya teman baru." Dua pria datang.
"Ahh dia Gerald dia membayari meja ini untuk merayakan ulang tahun Catherine tersayangku. Sekarang yang duduk di sampingnya buka kartu, mereka adalah pasangan sesama wanita.
"Catherine tersayang?" Gerald binggung sekarang.
"Ohh dia pacarku." Mereka bergabung bersama sekarang.
bersambung besok----
"