
"Dia bintang kelas sejak dulu. Selalu dianggap istimewa oleh banyak orang." Robert memujiku lagi, kali ini merangkulku, entah bagaimana mungkin merasa dia bisa merasa kalo anomali ini menarik perhatian bossnya juga.
"Tidak, dia hanya terlalu memuji. Di sekeliling kalian banyak gadis cantik." Aku tersenyum kepada Robert tapi kemudian mataku ke beralih Gerald. Aku sengaja ingin menciptakan perpecahan. Tapi aku tak akan terang-terangan menunjukkannya di kesempatan pertama.
Gerald mengajakku bicara, tampak tertarik dengan keberadaanku dan mengabaikan gadis lain. Aku menanggapinya dengan baik sebagai bentuk penghormatan ke Robert juga, tapi aku tetap melibatkan Robert dalam pembicaraan agar dia tidak merasa aku meremehkannya.
"Aku tak bisa lama-lama Robert, masih banyak yang harus kulakukan."
"Kenapa cepat sekali?" Kali ini Gerald yang menjawabnya.
"Aku ingin menyelesaikan penerjaan, tidak bisa bergabung dengan pesta ini. Robert terima kasih sudah mengundangku ke sini." Aku akan pergi sekarang, masih percaya diri dengan pesona yang kutinggalkan.
"Sir Gerald, senang berkenalan denganmu." Aku bahkan memanggilnya Sir. Aku bersikap sopan, sebagai bagian berbeda dari anomali diantara perempuan yang berlomba memanggilnya sayang.
Aku beranjak pergi. Tak perduli dengan semua ini. Apakah nanti Gerald itu akan tertarik dengan pengejarannya. Mungkin aku bisa mengadu domba Gerald dan Robert ke depannya. Dan menjadikannya informanku.
Nampaknya dia tak suka bosnya malah memperhatikanku. Aku tak yakin ini berhasil, tapi ini menarik untuk dicoba, karena ini juga beresiko besar, terlalu dekat jika Dench melihatku lagi aku akan tamat.
"Boss-mu itu nampaknya punya banyak wanita pemuja. Tipikal playboy kaya Beverly Hills yang senang menghambur-hamburkan uang dengan wanita. Aku sama sekali tidak nyaman ketika dia menilaiku sebagai barang." Aku menyatakan ketidaksukaanku pada Robert terhadap bossnya, untuk membuatnya senang dan menang di permainan ini.
"Ya memang dia kaya, kau tak bisa menyalahkannya betapa banyak wanita yang berharap akan uangnya." Dia menyetujuiku. "Kau mau mampir sebentar ke unit pribadiku." Sebagai konsekuensinya aku harus mengambil tawarannya.
"Aku jijik pada anak orang kaya seperti itu. Ehm boleh. Tapi seperti kataku aku tak bisa lama-lama Robert."
"Iya tak apa." Nampaknya dia senang aku tidak menyukai boss-nya.
Tapi sebaliknya di depan Gerald nanti aku akan bersikap sedikit tertarik padanya tapi tak akan mudah di dapatkan. Dia semankin penasaran akan semankin bagus.
Aku masuk ke apartment pribadinya. Sepertinya apartment yang di depan sana memang di peruntukkan sebagai tempat pesta. Sedangkan yang ini murni unit pribadi untuk Robert.
"Yang ini lebih cozy, warna yang digunakan nampaknya preferensi pribadi. Aku ingat rumah Ibumu juga dengan warna yang hampir sama." Dia tersenyum kecil.
"Iya aku menyukai rumah Ibuku. Kurasa menyenangkan memilih warna yang sama."
"Ini terlalu mahal, aku tak bisa menerima Tiffany, Robert. Kenapa kau menghabiskan uang untuk Tiffany. Ini mahal, harusnya kau berikan ini untuk keluargamu." Ini di beli dari uang penjualan obat terlarang.
"Aku memilihnya untukmu kau tak bisa menolaknya." Dia berkeras dan menyodorkannya padaku kembali.
"Ini tak seharusnya... "
"Tak apa, kumohon ambillah. Aku belum pernah punya kesempatan untuk memberimu hadiah ulang tahun. " Menerimanya rasanya seperti sebuah kesalahan. Akhirnya aku menerimanya.
"Aku tetap merasa ini berlebihan tapi baiklah, terima kasih." Aku mau tak mau tersenyum.
"Itu lebih baik." Dia sekarang tersenyum lega ketika aku setuju menerimanya.
Aku mengobrol dengannya sebentar. Sebelum aku minta kembali.
"Terima kasih lagi untuk hadiahnya."
"Mungkin lain kali kita bisa makan malam."
"Aku tak tahu Robert." Lebih baik bermain tarik ulur sekarang.
"Aku akan menunggu kapan kau bisa." Dia tetap berharap.
Keesokan sorenya aku menerima pesan dari nomor yang tak kukenal. Kubuka saja.
Ini Gerald, kau mah makan malam denganku?
Dia berusaha menggodaku Mungkin rencana mengadu domba mereka bisa berhasil? Sehingga aku bisa mengoreh informasi dengan lebih mudah.
Pertanyaan lain lagi. Apa Thomas akan setuju dengan ini.