COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 74. Spying 1


"Emma kau mau kemana?" Anna melihatku keluar kantor dengan dandanan penyamaran. Walaupun aku belum memakai wig. Aku tak menyangka melihatnya.


"Aku ke luar sebentar." Dia menangkap tanganku.


"Kau mau pergi mencari masalah bukan?!"


"Aku mau mengikuti Dench, dia nampaknya sedang berkeliaran di banyak klub malam di LA. Aku mau tahu bagaimana dia mendapatkan uang, kau tahu tabungannya menggunung lagi, dia seperti punya mesin uang dalam beberapa minggu terakhir. Bangsat-bangsat DEA itu berpikir dia cuma pegawai karena mereka sudah menangkap bossnya. Aku pergi dulu."


"Tunggu dulu! Kau tak punya teman."


"Ini hanya pengintaian, jangan khawatir oke." Sebenarnya aku sudah dua hari ini mengikuti Dench, tapi hari pertama tidak mendapatkan apapun, bandot tua hanya pergi berkencan dengan sugar babynya. Entah hari ini apa yang akan kudapatkan.


"Kau akan pulang jam berapa?"


"Sebelum tengah malam, aku masih harus bekerja besok."


"Aku akan mengecekmu sebelum tengah malam."


"Iya. Thanks Ann, aku pergi oke."


Aku pergi. Mungkin bagua juga aku punya seseorang yang tahu kemana aku pergi. Walau ini hanya pengintaian.


Aku mengecek GPSku dia masih di sebuah hotel, tak terlalu jauh dari kantor tempatku bekerja. Kali ini aku memakai wig blonde pendek, masih memakai pakaian kerja.


Aku sangat berhati-hati berjalan, mengamati lingkunganku agar bukan dia yang melihatku dulu tapi aku yang bisa memilih tempat tersembunyi mengamatinya.


Sehingga akhirnya aku sampai ke samping restoran terbuka itu, terbantu dengan tempat yang agak ramai, aku melihat Dench. Dia sedang bicara dengan dua orang pria. Setelah memesan makanan ringan dan minum aku mulai mengarahkan dengan hati-hati kamera ponselku khusus untuk pengintaian yang optical zoomnya bisa diandalkan untuk memotret mereka. Karena tempat mereka terang aku bisa dengan mudah mendapatkan foto yang cukup jelas.


Kupindahkan gambarnya langsung ke penyimpanan untuk bisa kuanalisa nanti. Ada satu orang lagi datang ke meja mereka, kali ini Cohen. Duo bangsat ini sangat akrab karena punya kepentingan bersama terutama uang nampaknya.


Aku sudah memasukkan data, walau aku tak tahu apa yang mereka bicarakan nampaknya dua orang ini punya latar belakang menyeramkan. Ada dua pengawal yang duduk di meja di sampingnya.


Aku penasaran siapa tamu-tamunya itu sekarang. Setelah cukup lama duduk akhirnya aku pergi. Aku mengirim data foto kepada seorang teman dan dia memberikanku hasilnya sekarang.


Louis dan Victor Lucchese, mereka di tamdai sebagai terduga kriminal "crime family", di keterangannya tertanda organisasi hitman dan kemungkinan perdagangan narkoba.


Hebat sekali duo pengkhianat ini, semua temannya punya catatan kejahatan, dia bahkan punya teman orang politik. Sungguh mengagumkan.


Tapi sekarang aku penasaran apa yang dilakukannya dengan Lucchese Family, punya bisnis apa mereka. Dan anehnya kali ini Cohen ikut. Polisi ini bahkan bekerja untuk mafia.


Aku penasaran apa yang mereka kerjakan. Terutama dengan bangsat Cohen itu, dia bahkan berani bekerja dengan mafia.


Andai aku punya sumber daya untuk mengetahui dimana mobilnya. Akan lebih baik daripada hanya mengikutinya. Beberapa hari ini akun penyimpanan uangnya berubah. Aku tak bisa melihat lagi jumlah tumpukan uangnya.