COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 73. Another Way 2


"Nona orang yang kau cari ada di ruang eksekutif 6." Dua orang gadis itu kembali untuk memberitahu kami.


"Apa yang mereka lakukan di sana."


"Well, minum dan pesan wanita menari untuk mereka. Itu VVIP apapun bisa terjadi di dalam sana. Tergantung seberapa banyak uang yang mereka keluarkan."


"Benarkah, kupikir mereka tak memperbolehkannya disini." Biasanya jarang stripper melayani di club, lagipula stripper bayarannya jauh lebih mahal.


"Tamu yang satu lagi itu, terkenal di sini. Anggota Platinum, sering book ruang VVIP. Kalau uang bicara, selama kedua pihak setuju kau boleh melakukan apapun. Tapi jika kau pengunjung biasa jelas seseorang akan melemparmu jika ketahuan." Aku meringis.


"Pria itu ditemani siapa? Aku akan membayar tambahan informassi kalian jika kalian tahu siapa." Mereka tersenyum sedikit.


"Ehm, tentu saja aku tahu dia siapa. Dia seorang senator, dia sering di sini. Namanya Mica Garnets, kau bisa menemukan siapa dia bahkan di Wikipedia."


"Mica Garnets..." Aku mengetik namanya dan menemukannya di mesin pencari. "Yang ini maksudmu."


"Benar sekali..." Gadis-gadis itu mengangguk begitu melihat fotonya.


"Ini uang kalian, terima kasih." Aku menyelipkan masing-masing 6 lembar 100 dollar ke tangan mereka.


"Kau baik hati sekali Nona, jika kau mau bantuan lain kali di sini cari saja kami. Aku Donna, dia Kay." Urusanku selesai. Aku tahu kemana dia pergi.


Mica Garnets, seorang senator. Apa yang dia kerjakan disini, bersama pengedar obat-obatan terlarang.


\=\=\=\=\=\=


"Camilla, kau tahu Mica Garnets? Salah seorang senator?" Camilla tinggal di US, aku yakin dia paham sedikit banyak soal geo politik di sini.


"Ehm, iya aku pernah mendengar namanya disini kenapa memangnya."


"Benarkah? Hmm... kenapa mereka bisa bersahabat. Ini menarik."


"Bagian mananya yang menurutmu menarik?" Camilla mengangapnya menarik


"Well, informasi ini bisa dijual ke kubu sebelah. Kubu yang merupakan sekutu kita di sini. Biar mereka menyelidiki hubungannya."


"Begitu. Dench belum di sentuh sama sekali, kau tahu bagaimana mereka akan menanganinya."


"Mereka masih bekerja mengintai semua orang yang disebutkan oleh temanmu. Prosesnya tidak akan secepat itu. Kau harus bersabar."


"Bersabar....itu kata yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan."


"Ini baru berjalan sèbulan."


"Sebulan itu lama sekali rasanya." Aku mengeluh di depan Camilla. "Bagaimana jika DEA tìdak menyentuhnya karena dia punya backup, apa itu bisa terjadi. Mereka puas dengan menangkap kepala ularnya dan mengabaikan Dench?" Dia diam sekarang. "Lagipula dia punya banyak uang, berteman dengan senator, bukankah itu sangat mungkin, banyak manusia yang akan bersedia menukar idealismenya demi uang."


"Jika itu yang terjadi kita akan mencoba menjual informasi dan meminta bantuan sekutu kita untuk menyebarkan berita kedekatan Senator Mica itu ke bandar narkoba. Sekutu kita ini pasti tertarik bisa menjatuhkan orang yang vokal di pihak musuh. Senator Mica itu salah satu orang paling berpengaruh di lingkungan politik California "


"Sekutu kita ini, apa mereka punya kekuasaan politik?"


"Ohh tentu saja, mereka menguasai uang dalam jumlah besar, melakukan pekerjaan kotor, sekaligus tahu bagaimana menimbulkan masalah buat orang lain." Aku membaca dari partai mana Mica berasal, aku bisa membayangkan siapa musuhnya.


"Boleh aku bertemu mereka dan memintanya sendiri."


"Boleh, tapi nampaknya kita perlu buktu semacam foto pertemuan mereka. Itu baru bisa dijadikan bukti untuk mereka."


Aku diam, foto kebersamaan. Nampaknya aku bisa mendapatkannya.