COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 58. Move On!


Dua minggu ini, aku hidup dengan menghabiskan hari-hari membaca kemalangan keluarga Herron dan Dench. Satu California gempar bagaimana keluarga terpandang itu ternyata adalah seorang pedagang antar benua obat-obatan terlarang.


Mempunyai dukungan politis ternyata sangat berguna untuk memastikan bahwa semua orang terlibat menjatuhkan Herron. Kali ini banyak orang yang dengan senang hati mengambil keuntungan atas kemalangan mereka.



Dua anaknya tak bisa lolos dari hukuman maksimal, keserakahan memang sangat mengejutkan hasilnya.


Colin meneleponku pagi ini, mungkin dia sudah di LA. Tapi aku belum di beri briefing operasi.


"Senior, apa kau sudah di sini." Perasaanku masih sama padanya. Belakangan dia selalu mengecekku, bagaimana aku tak teringat padanya.


"Sudah, besok malam pergi ke alamat yang kuberikan padamu oke. Kita ada briefing operasi."


"Siap."


"Bagaimana kabarmu?"


"Baik, setidaknya semua baik-baik saja. Aku sedang menonton pertunjukan bagus."


"Bagus. Kau bisa duduk tenang. Baiklah, aku ada pekerjaan kita bertemu besok." Dia nampaknya sedang sibuk. Aku bertemu dengannya besok saja. Walaupun sudah hampir sebulan tak melihatnya, mendengar suaranya tetap membuat debaran aneh.


Aku harus mencari seseorang mengalihkan perhatianku, dia sudah punya Julie yang begitu sempurna. Akan terlihat bodoh jika aku terus saja terperangkap oleh pesona pria yang tidak bisa kugapai ini.


"Julie, mau makan malam?" Antonio yang tampan ini sekarang ada di depanku.


"Kau tidak punya gerombolan gadis-gadis yang mengikutimu." Dia meringis. Pria tampan ini tidak diragukan lagi. Kudengar dia promosi jadi pimpinan unit sekarang.


"Tidak. Makan malam oke sehabis kerja. Aku yang bayar."


"Iya baiklah."


"See you..." Dia melambai padaku dan aku melambai padanya.


"Ehmm...ehm..." Anna lewat di sampingku. Giliran sahabatku itu yang melirikku. "Nampaknya seseorang punya kencan sekarang."


"Dia cukup baik." Aku menganggapnya baik karena dia menberikan 50% kembali padaku.


"Kau pikir begitu?"


"Hmm kurasa begitu. Apa dia punya reputasi yang buruk?"


"Dia punya banyak pengagum jelas, tapi entahlah, aku tak mengikuti gosip biro jodoh kantor ini. Kau saja yang menilainya, jelas kau bisa menilai orang dengan baik bukan. Tapi kau menyebutkan seseorang kemarin, teman baikmu yang memberikanmu pinjaman apartmentnya?"


"Dia sudah punya kekasih, bagaimana kau mengharapkan aku melawan seorang Julie Harris yang sempurna."


"Astaga pacarnya Julie Harris..."


"Benar sekali."


"Tapi nampaknya dia sangat baik padamu. Sangat jarang hanya teman sebaik itu. Kadang pria tidak melihat kriteria seperti cantik, kaya atau terkenal, kau yakin kau tak punya kesempatan?"


"Julie Harris itu kekasih impiannya. Jelas aku tak punya kesempatan. Aku sudah merelakannya."


"Sayang sekali. Padahal nampaknya dia sangat baik."


"Jangan mengingatkanku lagi padanya, ...aku sedang berusaha menawarkan hatiku. Kau tak tahu aku patah hati Anna. Tapi dia sudah melakukan banyak hal termasuk membantuku memenjarakan Herron. Aku herhutang padanya." Aku berkata kepada Anna, Colin adalah agen khusus CIA, tapi aku sendiri tak tahu karena dia tak pernah menjelaskan, karena untuk posisi itu memang seorang tak pernah menjelaskannya dengan gamblang.


"I feel you." Anna mengatakan itu sambil menepuk bahuku. "Pergilah kencan dengan Antonio untuk mengobati hatimu." Aku tertawa sekarang.


Ya, jika aku punya seseorang setidaknya aku tak akan berusaha menciumnya lagi. Aku bisa gila dengan cinta tak tergapai ini.


...-----------------...