COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 25. Antonio Gonzales


"Antonio!" Aku memanggil partner bisnisku itu di lobby kantor. Pria tampan dengan t shirt lapangan itu menoleh padaku. Sejenak nampaknya dia perlu mengingat siapa aku.


"Kau Emma orang BAU bukan, temannya Anna? Ada apa cantik..." Darah panas Spaniard ini memang tukang menggoda seperti yang dikatakan Anna.


"Aku mau bicara sedikit bisnis. Mau makan malam denganku, aku yang bayar, kujamin kau tak akan menyesal makan malam denganku."


"Well, bisnis...kelihatannya menarik. Boleh jam 7 oke."


"Jam 7, tunggu aku di lobby."


Apa ini akan mengakibatkan teguran dari Thomas. Fokus mereka adalah Herron, pemain besarnya. Tapi aku punya dendam pribadi dengan Dench. Aku harus membuat dia membayar dengan tanganku sendiri.


Jam 7 malam, sekarang aku sudah duduk di depan Antonio.


"Baiklah, apa yang ingin kau bicarakan. Bisnis apa tepatnya. Langsung saja."


"Aku ingin memeras seseorang tapi aku tak mau melakukannya dengan tanganku sendiri. Jika perlu tangan ke empat, sehingga aku tak bisa dilacak. Hasilnya boleh kau ambil 60%. Kau bisa bagi dengan orang yang mengatur pemerasannya."


"Memeras seseorang? 60%? Siapa orang ini? Bagaimana aku bisa memerasnya." Aku bicara jujur sekarang, tanpa mengada-ngada siapa orang yang mau kuperas. Antonio mendengarkan ceritaku dalam diam. Walaupun aku tidak mendetail tentang Herron, fokusku hanya ke Dench.


"Kisah yang luar biasa. Dan kau mengejarnya sampai sekarang."


"Kau bisa tanya ke Anna apa aku bohong tentang ini. Aku tak bisa melepaskan orang yang kuanggap membunuh Ayah dan Ibuku." Dia diam sesaat.


"Baiklah, berapa kekayaan orang ini? Kau serius bicara 60% untukku dan biaya operasional orangku?" Aku membeberkan daftar kekayaannya yang ada di overseas. Sekarang Antonio bersiul.


"Dia mengatur bisnis gelap Herron, pencucian uang panas Herron dari bisnis beresiko. Tentu saja dia punya banyak cara untuk mendapatkan bagiannya sendiri."


"Bagaimana kau tahu semua ini?"


"Aku meretas komputernya, aku membayar peretas di sini . Bertahun-tahun aku mengikuti semuanya, dia baru bercerai dengan istrinya. Aku yang memberi istrinya informasi dia punya sugar baby kaya, tapi istri bodohnya itu hanya berhasil memerasnya tiga juta, sangat sia-sia aku memberinya informasi begitu banyak."


"Hmm baiklah, aku akan membantumu. Berbeda denganmu tujuanku hanya uangnya."


"Terima kasih, aku tak masalah, tapi kau harus mengatur bajin*gan yang memerasnya lebih licik darinya. Dia juga bangsat, kau harus mengatur orang yang lebih bangsat darinya. Terserah caramu memerasnya, jika kau bisa membuatnya depresi sampai bunuh diri itu lebih baik. Dan jangan sampai dia mengetahui aku atau kau dalangnya."


"Aku akan mengatur detailnya... Tenang saja, dia harus membayar minimal 20% untuk jumlah sebesar ini. Setelah mendapatkan uangnya, kau berencana melepasnya?"


"Kau bercanda, jika dia membuat Ayah dan Ibumu meninggal apa yang akan kau lakukan. Uangnya tak penting bagiku. Tujuanku bukan uang. Aku punya rencana lanjutan untuknya. Jika kau mengambil 70% pun bagiku tak masalah."


"Hmm...baiklah. Anggap saja pekerjaan ini sudah berjalan. Banyak orang yang mau mengerjakan pekerjaan memeras seperti ini. Aku akan mengatur detailnya. Nanti kulaporkan untukmu."


"Kau harus berhati-hati untuk tidak melibatkan pekerjaan kita." Antonio meringis.


"Tentu saja aku tak akan begitu bodoh. Uangnya sangat besar. Pasti ada yang mau mengerjakannya."


Pertemuan berakhir dengan kesepakatan. Aku tak perduli dengan uang Dench itu. Yang aku inginkan hanyalah membuatnya depresi dan membalasnya dengan tanganku sendiri.


\=\=\=\=\=\=