
Kurasa aku tak akan mungkin mengharapkan Colin. Hubungan kami tak mungkin. Kami bekerja berjauhan, aku di UK dia di US.
Kubuang jauh-jauh pikiran kalau kami punya harapan untuk bersama. Terlalu banyak penghalang diantara kami.
Kulihat dia menjemputku untuk pertemuan kami.
"Ayo pergi? Kemana kita?"
"Ada sebuah apartment yang mereka sewa, dekat dengan tempatku." Dia diam sebentar sebelum melanjutkan pembicaraan. " Sebenarnya ada masalah, soal kasus Herron, kemungkinan yang kita bisa dakwa berat hanya Gerald, Charlie dan Dench nampaknya hanya akan menerima hukuman minimal."
"Dench menerima hukuman minimal?"
"Dia membentengi dirinya dengan mengatakan bahwa dia tidak terlibat secara langsung. Charlie mungkin tidak maksimal, dia menyangkal keterlibatannya secara langsung, akan ada pertarungan alot di pengadilan, hanya karena klub yang ada namanya ikut menjual dia akan menyangkal habis-habisan dengan tim pengacaranya. Hanya Gerald yang bisa di dakwa maksimal seperti keinginan kita, karena dia paling lengkap buktinya. Dengan bukti selengkap itu dia tak akan bisa mengelak."
"Dench?"
"Kita harus maju ke temanmu Robert untuk menyeretnya, kita butuh saksi dan bukti. Kita punya bukti pertemuan Dench dengan beberapa pengedar, tapi kita butuh Robert. Itu yang kita akan usahakan nanti."
"Aku bisa bicara pada Robert. Kurasa dia akan mau membantu. Aku tak akan rela Dench lolos begitu saja."
"Aku tahu, tapi sekali lagi ini akan jadi pertarungan panjang. Jika kau mendengar berita yang tak memuaskanmu kau jangan tergoda untuk maju lebih jauh dari garismu." Aku diam sekarang, berita yang tak memuaskan. Itu kalimat yang sangat menggangu, terutama jika berkaitan dengan Dench.
"Jika Dench hanya lima tahun itu akan sangat tidak adil."
Sekarang giliran dia diam.
"Aku tak tahu. Kita lihat saja nanti."
Kami masuk ke sebuah apartment kemudian. Seseorang mengenali kami, aku dikenalkan ke seorang wanita bernama Camilla dan beberapa anggota lainnya. Dia adalah kepala unit operasi di West Coast. Ada beberapa orang yang sudah kukenal yang ikut dengan operasi penyadapan ponsel Gerald kemarin.
"Emma, bagaimana kabarmu." Thomas menyapaku duluan.
"Baik, katanya Dench mungkin lolos dari hukuman maksimal. Itu membuat kabarku tidak baik mendengarnya."
"Mereka masih berusaha. Kemungkinan kalah ada tapi tentu saja mereka berusaha menarik banyak orang yang bertanggung jawab. Kita akan coba mendapatkan Robert untuk membantu DEA, nanti Camilla akan mengaturnya dengan DEA dan Colin akan menbantumu bicara dengan Robert."
Aku tahu tujuan Thomas telah tercapai, dia sudah berhasil memotong kepala ular, baginya Dench hanyalah seseorang pemeran pembantu yang tidak banyak berpengaruh, tapi bagiku Dench adalah orang utama yang harus kubereskan dengan tanganku sendiri.
"Aku bisa bicara dengan Robert. Aku punya cara membuat dia bicara tak usah di dampingi Colin." Colin melihat padaku, dia belum tahu aku menawarkan 2 juta USD untuk pub Robert.
"Ohh kau yakin begitu. Baiklah, kalau begitu Camilla akan menghubungi orang DEA nanti menawarkan informasi dari orang dalam. Kita bahas operasi kali ini..."
Kami beralih pokok bahasan, walaupun Thomas bilang kami masih mengusahakannya aku punya kesan tetap saja ini tidak akan menjadi target utama lagi untuknya. Harapanku sekarang hanya Camilla dan orang DEA.
Pembicaraan adalah operasi penyadapan yang seorang bandar pencuci uang berkebangsaan Inggris tapi tinggal di LA, ini target utama Colin, aku tidak pernah terlibat tapi pernah dimintai mencari data beberapa orang yang merupakan tangan kanannya.
"Kalian akan mengumpulkan data besok. Diduga tamu-tamu yang datang ini merupakan partner-partner pencucian uangnya. Colin sudah bekerja mendekati lingkaran ini setengah tahun ini..." Aku setengah tidak mendengarkan karena sudah memikirkan soal Dench yang tidak bisa do charge hukuman maksimal. Otakku sibuk memikirkan bagaimana bicara dengan Robert.
Sehabis briefing singkat itu aku bicara dengan Camilla.
"Nona Camilla, jika ada saksi orang dalam yang bersedia membocorkan operasi mereka dan menunjuk Dench sebagai kepala operasi kau kira mereka akan memberatkan Dench, dia juga punya rekening luar biasa dari pekerjaannya."
"Aku akan membujuk satu temanku membuka semua nama. Tapi apa bisa dia minta perlindungan saksi?"
"Yang itu kita harus bicarakan. Aku akan bertanya pada mereka." Camilla belum bisa memberikan kepastian.
"Aku ingin tahu. Dia adalah manager salah satu klub besar Gerald di LA dan NY, tempat berkumpulnya para boss pengedarnya. Jika dia bisa memberikan kalian banyak nama dan bagaimana sistem operasi mereka. Kurasa yang dia butuhkan hanya kalian menyembunyikan indentitasnya."
"Aku akan merundingkannya. Kukira bisa. Akan kutelepon kau secepatnya oke."
"Aku akan menunggu."
"Nama Emma tidak boleh terlihat Camilla, ini harus darimu." Colin menegaskan kembali aturan pekerjaanku.
"Iya aku tahu. Aku akan mengaturnya."
"Bagaimana kau akan membujuk Robert. Aku akan ikut ke pertemuannya." Dia sekarang bertanya lagi saat kami pulang.
"Tidak usah aku akan menanganinya sendiri." Aku kecewa mereka tidak mendapatkan Dench, di awal mereka bilang dia bisa di dapatkan, dan sekarang nampaknya hal itu tidak jadi prioritas lagi bagi mareka.
"Apa yang kau akan lakukan untuk membujuknya setuju."
"Aku punya cara."
"Kau punya kasus lain."
"Sekarang kau bersikap seperti anak kecil yang marah. Sudah kubilang aku akan membantumu. Hal tidak ada yang semulus jalan tol. Sekali kau menemukan masalah bukan berarti akhirnya."
"Apa aku tidak berusaha?! Aku marah?! Jika kalian tidak berhasil aku punya cara sendiri. Aku bergabung ke sini karena kalian bilang bisa membuatnya membayar?! Aku tahu tidak ada yang mulus, jika dia dipenjara satu tahunpun aku punya cara menghabisinya."
Sekarang kuluapkan kekesalanku.
"Thomas dan Camilla tetap membantu, mereka hanya tidak bisa melangkahi wewenang hukum US. Apa ada mereka lepas tangan?" Colin berusaha menjelaskan.
Aku diam saja. Masih kesal melihat aku harus menunggu hasil kesepakatan dengan penyidik DEA. Akan kupakai uang yang kudapat darinya untuk membuatnya setengah mati di penjara. Mati terlalu mudah buat Dench.
"Sudah kubilang aku tak menyalahkan siapapun. Jika dia dihukum hanya dua tahunpun aku akan menemukan cara membuatnya membayar."
Sekarang Colin diam.
"Aku tetap ikut tugas besok kau tak usah khawatir aku tak menjalankan tugasku." Kami hampir sampai ke apartmentku. Aku juga tidak ingin meninggalkan kesan aku tidak bekerja dengan baik, bagaimanapun mereka membayarku.
"Baiklah. Kita besok bertemu jam 7 oke. Aku akan mengingatkan Camilla jika dia belum bicara pada penyidik DEA. Aku dan Thomas tetap membantumu kau harus ingat itu." Baiklah setidaknya Colin tetap berusaha membantuku . Nampaknya dia tidak akan mengingkari janjinya.
"Iya baiklah, kalau begitu sampai besok."
Bertepatan dengan itu kami sampai ke apartmentku.
"Iya sampai besok."
Aku turun dari mobil sambil mengepalkan tangan kesal. Dench, kau menang licin. Tapi aku tak akan membicarakanmu lolos.