COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 4. Butterfly Wing is Broken


“Kita tak bisa mengajukan bukti meringankan, hanya berdasarkan pengakuan Ayahmu. Jika kami bisa menemukan bukti...” Paman Dench  tertunduk dengan penyesalan di depanku dan Mom. “Para juri ini mungkin kebanyakan di suap oleh orang Herron, jika tidak bagaimana mungkin kami kalah hanya oleh bukti yang ditaruh begitu saja.”


“Bagaimana mungkin ini bisa terjadi...” Kata-kata Mom sama dengan pertanyaanku. Bagaimana ini bisa terjadi pada kami.


Aku dan Mom mengunjungi Ayah di San Quentin State Prison, penjara berkeamanan maksimum  di Marin County, Calofirnia.


“Papa dan  Paman Dench akan menemukan bukti baru. Bibimu akan menolong membayar uang sekolahmu. Maria aku harus minta maaf sudah membawamu ke situasi ini, kau mungkin tak bisa mengandalkan hanya uang tabungan kita.”


“Jangan kuatir, aku akan bekerja. Kau bagaimanapun harus kembali.” Walaupun  Ibuku nampaknya terus menangis, tapi dia tidak meninggalkan kami dan terus mendukung Ayah   sampai akhir.


“Emma, jangan kacaukan sekolahmu. Kau dua tahun lagi akan masuk ke uni, jika Papa belum  bisa keluar, Papa akan berusaha, beasiswa akan membantumu. Sangat membantumu. Mamamu juga khawatir jika sekolahmu berantakan seperti ini. Papa dan mama akan berjuang untukmu, tapi kau juga bisa membantu kami.”


“Aku mengerti Papa.” Sepuluh tahun, sepuluh tahun! Aku harus berjuang agar bisa membantu Mama  dan tidak memberatkan Papa.


Kupikir ini akan membaik, bagian terburuknya sudah lewat, tapi ternyata suatu hari aku dan Mom menerima hantaman yang lebih buruk lagi. Tiga bulan setelah itu. Suatu malam Paman Dench   datang  ke  pintu rumah kami.


“John ditemukan meninggal overdosis.” Ibu pingsan di pelukanku. Duniaku runtuh seketika, bagaimana Papa bisa meninggal begitu rupa, dia dan Paman Dench masih berusaha mengumpulkan bukti.  Dia berjanji untuk kembali pada kami, tidak  mungkin dia bisa membunuh dirinya dengan overdosis. Tapi tidak ada penjelasan    yang kami dapatkan, seakan semua orang bersepakat  untuk mengubur kasus itu dalam-dalam.


“Aku tak berani Maria, mereka mengancam keluargaku, istri dan anakku diterror oleh orang tak dikenal, rumahku dilempari, kaca mobilku di pecahkan, bukan aku tak berani maju lagi, aku takut keluargaku dibunuh.” Paman Dench pun tak berani menolong kami lagi. Aku duduk lemas mendengarkan semua itu, Mama tak bicara  apapun lagi. Kami hanya dua perempuan yang tak punya daya apapun saat itu.


Seakan penderitaanku belum cukup. Mama goyah, harapannya seperti tercabut dari tubuhnya. Aku melihatnya sering termenung sendiri, jarang bicara padaku. Aku ingat janjiku pada Papa  untuk menjaganya. Aku berusaha memberinya  sebuah harapan, bahwa kami bisa bertahan  walau hanya berdua sekarang.


“Mama, masih ada aku, aku berjanji akan mengantikan Papa, masih ada aku Mama. Kita bisa melalui ini berdua.”


“Aku akan  membuatmu bangga Mama, aku akan jadi pengacara ternama seperti Papa, dan akan mencari cara membalas keluarga Herron itu.”


“Emma, jangan menjadi pengacara seperti Papamu. Kau harus hidup dengan aman, dan bahagia, melawan dunia tak ada artinya bagimu, apa yang kau dapatkan hanya penderitaan. Jangan seperti Papamu, kita tak bisa melawan kekuatan uang.”


Itu pesan terakhirnya  malam itu. Dia meninggalkanku karena overdosis obat tidur. Jiwa lembutnya menyerah kehilangan harapan, kehilangan Dad membuat jiwanya tak  bisa bertahan. Sayap rapuhnya retak,terbakar di depan matahari menyengat  California.


Di depan kuburannya aku membuat sumpah.


Mom, kenapa kau tak percaya padaku. Kenapa kau meninggalkanku sendiri di sini. Aku sudah berjanji padamu. Tapi kau mengabaikanku.


Air mataku jatuh saat aku sendiri melihat tanah pemakaman di depanku. Harapanku hancur, terbakar bersama sayap kupu-kupu Mama yang meninggalkanku. Tapi tidak, aku masih mempunyai darah ketegaran Papa mengalir dalam  tubuhku. Mama menyerah tanpa berani bertahan,tapi aku akan terus melawan sampai titik darah penghabisan.


Aku bersumpah padamu.  Aku akan kembali ke sini dan menumbangkan semua orang yang terlibat  dalam ini. Namaku bukan Emma Wright jika aku tak mampu memenuhi sumpahku. Mereka akan membayar nyawa kalian berdua dengan nyawa mereka sendiri, hidup mereka akan sama menderitanya dengan hidupku.


Sejak saat itu aku  menyatakan sumpahku. Maka langitku sudah menjadi kelabu. Tak ada matahari mampu menembus hatiku. Mereka akan membayar, mereka harus membayar nyawa Ayah dan Ibuku.


Jika harapan tak mampu membuatmu hidup bersamaku, maka dendam Ayahku akan  membuatku hidup walau tanpa matahari.


Aku tak  menyalahkanmu Mom karena terlalu mencintai Dad, tapi juga tak memaafkanmu karena meninggalkanku tanpa harapan. Jika aku berhasil membayar sumpahku, aku baru akan kembali Mom ke makammu Mom.