
"Kau tahu bukan kau tidak boleh memperlihatkan kau tak boleh memperlihatkan kau punya pelatihan spying?"
"Aku tahu, yang kulakukan hanya membuka pintu mobil model lama Cohen, itu mudah untuk dilakukan bahkan itu diajarkan di YouTube."
"Perhatikan kata-katamu. Nanti kau terjebak sendiri."
"Iya aku mengerti."
"Jangan mengikuti Dench lagi. Nanti aku aku pakai jasa detektif swasta untuk membuntutinya dan melapor padamu." Dan dia mengatur semuanyanya sekarang. Aku belum mendapatkan cara lain untuk memasukkan Dench ke penjara. "Kau dengar aku Emma, jangan mengikutinya lagi. Nanti malam ada pertemuan dengan tim, jangan mengikutinya lagi malam ini."
"Oke-oke, baiklah. Terserah apa katamu. Kau mengulangnya berkali-kali. Kau sudah selesai? Aku tutup teleponnnya. Aku banyak pekerjaan." Aku bosan mendengarkan dia mengatakannya berulang kali. Aku yang membuat kemajuan bisa memenjarakan Cohen. Polisi yang berkedok penjahat itu.
Lebih tertarik memikirkan apa Cohen akan ditangkap hari ini. Apa mereka berhasil mendapatkan barang bukti heroin itu. Aku menunggu sampai hampir jam makan siang sebelum mengirimkan pesan ke Tuan Park.
'Sir, apa Anda bisa memicu penyelidikan terhadap Detektif Cohen?"
'Kami sedang memeriksa mobilnya, tanpa dia ketahui. Kabarnya sebentar lagi.' Ternyata dia memang punya orang yang bisa melakukan penyidikan langsung.
Aku dengan sabar menunggu berita. Rasanya menunggu itu sangat mendebarkan.
'Mereka berhasil menemukan cocainnya sesuai lokasi laci tersembunyi yang kau foto, kau berhasil, Cohen akan segera ditangkap sekarang.'
'Benarkah, terima kasih Sir!" Aku melonjak kegirangan karena akhirnya berhasil membuat Cohen membayar apa yang dia lakukan.
Tak lama kemudian Sir Park meneleponku.
"Hal yang membantu adalah kau punya data keuangannya jadi kau langsung dipercaya. Tidak ada yang bisa menolongnya sekarang. Tapi indentitasmu akan di tutup sebagai saksi pelapor, kami hanya akan menggunakan bukti yang kau bawa. Apa kau setuju dengan pengaturan ini? Mengingat kau punya dendam dengannya. Kami akan berpura-pura hasil yang kami dapat berasal dari edit internal."
"Saya setuju Sir, tak apa asal bangsat itu masuk penjara." Sir Park juga memikirkan keselamatanku, aku harus berterima kasih dengan pantas untuk pengaturannya.
"Baiklah kalau begitu. Nanti kukirimkan kau foto penangkapannya."
Sore itu aku menyambut Sir Park dan berterima kasih dengan pantas atas usahanya membantuku.
"Sir, terima kasih banyak. Anda tak tahu betapa berartimya ini untuk saya. Saya akan bekerja lebih baik lagi di masa depan." Aku berkaca-kaca di depannya. Terharu bahwa dia mau langsung membantuku.
"Kau berhak mendapatkan keadilanmu. Aku hanya melakukan apa yang benae untuk dilakukan."
"Sekali lagi terima kasih Sir."
"Lalu perusahaan mana yang berkonflik dengan Ayahmu?"
"Herron." Aku menjawabnya singkat.
"Maksudmu Herron yang ditangkap karena kapalnya membawa ton-tonnya pil Captagon itu?!"
"Benar sekali Sir."
"Ternyata keadaan bisa berbalik begitu."
"Mereka mendapatkan balasannya Sir." Nampaknya pertanyaan Sir Park sampai di sana. Kuharap dia tidak bertanya lagi karena semua yang kukatakan benar.
Aku mendapatkan alamat pertemuan dengan Tim Camilla kemudian. Aku segera pergi ke tempat pertemuan. Ada beberapa orang yang baru bagiku dan sebuah kejutan aku melihat Julie Harris, mantan pacar Colin? Julie adalah agen?! Sebuah kejutan.
Aku melihat Colin tentu saja, baru saja aku mau menceritakan berita gembira tentang Cohen.
"Kau tak membuat masalah lagi bukan?" Dia mulai dengan pembukaan tak menyenangkan. Aku terpancing sekarang.
bersambung besok ya...