
Aku memasang seatbelt dan memutuskan pembicaraan. Dia menjalankan mobil dalam diam. Sebelum tiba-tiba dia bicara.
"Kenapa kau harus menggunakan cara itu. Kau tak menyukainya sama sekali." Dia masih belum rela ternyata.
"Itu urusanku bukan urusanmu. Yang penting tujuanku tercapai."
"Apa harus begitu caranya."
"Lalu apa kau punya caramu sendiri, coba katakan padaku."
"Kita bisa menawarkannya uang. Setelah dia keluar dia pasti ingin membangun bisnisnya sendiri, kita bisa menawarkannya pinjaman lunak untuk bisnisnya sendiri. Dia pasti membutuhkan itu, itu berarti dia bisa membangun bisnisnya sendiri. Hal yang sangat berharga untuk di tawarkan."
Dan dia keluar dengan solusi yang sudah dipikirkannya, tapi tak berani menjawab pertanyaanku tadi. Sebenarnya kenapa dia begitu baik padaku. Dia menggunakan kata 'kita' seakan dia dan aku adalah sebuah unit dengan hubungan tetap.
"Bagaimana dengan itu?" Dia bertanya lagi padaku karena aku diam saja dan hanya memandanginya dengan berbagai pikiran di kepalaku.
"Pinjaman lunak?"
"Misal menawarkan pinjaman 1- 1.5 juta dollar, kurasa itu cukup untuk memulai operasi sebuah klub atau pub. Mungķin tidak di LA, di LA itu mungkin tidak bisa. Setidaknya saingannya mengelontorkan jauh lebih besar dari itu. Dia juta pasti punya uang sendiri setidaknya..." Colin lebih tahu menghitungnya. Aku langsung dengan jumlah dua juta karena "uang gratis" yang kuperoleh dari memeras Dench. Jika tidak kembalipun aku tak keberatan asal dia membantuku memenjarakan Dench lebih lama.
"Ya itu bisa..."
"Aku bisa membantumu bicara padanya."
"Aku punya uangnya. Tak usah uangmu."
"Kau punya uangnya?"
"Iya."
"Ohh baiklah." Kurasa dia menghela napas lega. Senior yang terlalu baik ini. Entah kenapa dia melakukannya. Dia bersedia mengeluarkan jutaan dollar sebagai pinjaman lunak sebagai cara untuk mendapatkan persetujuan Robert untuk membantuku.
"Kau mau aku membantumu bicara. Mungkin di masa depan uang itu benar-benar bisa kembali jika dia mengelolanya dengan baik. Maksudku jika dia mempertimbangkan kita sebagai partner bisnis."
Dia sungguh-sungguh dengan pengawarannya. Dia memakai "kita" karena sebelumnya aku dan dia adalah kekasih di depan Robert.
"Besok siang aku bicara dengan Robert di unitku jam 1." Aku melunak lagi. Mungkin dia memang berniat membantu sampai selesai.
"Aku akan datang. Kita bicarakan baik-baik dengan Robert." Dia kemudian bicara soal operasi kami. Aku berpura-pura semuanya normal.
Aku diam, baiklah, aku akan berpura-pura dia adalah malaikat baik hati yang dikirim untukku. Anggap saja begitu.
Yang jelas saat Dench itu sampai di penjara aku akan menghajarnya. Antonio mungkin tahu bagaimana cara mengatur ini.
Kami sampai di tempat pesta kemudian. Aku memegang lengannya karena aku partnernya dalam pesta ini.
Pria lain juga membawa wanita mereka. Ini pesta sang tuan rumah, ulang tahun sang tuan rumah. Istrinya juga menemani, kau bisa memperkirakan tampilan glamor sang istri, mode sosialita kaya, nyonya dengan tubuh yang seperti Kim Kardashian, baju pesta berpotongan rendah.
Kami bergerilya mencari wajah-wajah baru. Mengobrol singkat dengan banyak orang dan mencari orang berkebangsaan UK yang bisa dikenali dari aksen bicara 'Harry Potter' mereka.
Dan selama itu, dia terlihat nyaman saja menggandeng tanganku, kadang kami harus memperlihatkan sedikit kemesraan karena yang lain juga begitu. Menjaga diriku tidak berpikir terlalu jauh untuk kemesraan dan kebaikan yang di tunjukkannya sekarang termasuk latihan rutin.
Kami termasuk yang cukup muda di sini, walaupun ada juga yang seumuran. Aku menyapukan mataku menyusuri taman besar dengan kolam tempat pesta itu.
"Kurasa kita tak melewatkan yang lain lagi bukan. Aku tak melihat ada yang terlewat, tak terlalu ramai di sini."