COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 20. Double Agent 4


Astaga, sudah lama aku tak latihan stamìna seperti ini. Rupanya hand punch bag itu hanya berguna di round pertama dia menguji kekuatan pukulanku, karena selanjutnya dia menguji staminaku. Colin memaksaku mengukuti aba-abanya di dua round berikutnya dan round terakhir dia agak turun karena tahu aku kehabisan napas.


"Kau baik-baik saja? Masih bisa lanjut?" Ini round terakhir aku harus menghajar punch bag itu. Dengan cepat aku mengangguk.


"Oke. Go, in 3...2...1."


Aku berhasil mempertahankan usahaku, dan diakhir round aku terduduk kehabisan napas juga.


"Selesai, kau boleh istirahat." Keringat mengucur deras, napas habis. Harusnya aku tak boleh melupakan latihanku. Aku duduk di matras kelelahan. Dia menghilang ke bagian lain ruangan.


"Minum." Dia memberikan air mineral padaku. Ternyata dengan baik hati dia mengambilkanku minum.


"Terima kasih." Aku menerima botol air mineral itu.


"Jarang latihan?"


"Terlalu sibuk sekarang, aku tidak sempat lagi, mungkin terlalu malas."


"Skor tembakan?" Aku hampir menjawabnya tapi kemudian aku sadar, dia harusnya tak bertanya jika dia tak tahu. Pekerjaanku akan sangat dipersempit jika aku tahu menembak.


"Aku tak bisa menembak."


"Kenapa kau berpikir menjawabnya."


"Karena aku pernah belajar sekali, tapi hanya sekali. Aku harus mengingat ulang apa ada penilaiannya atau tidak ada penilaiannya. Jadi anggap saja aku tak bisa menembak." Untunglah aku berhasil mengelak dengan sempurna.


"Sir, Anda masih disini? Saya pulang dulu?" Reception dan satu orang pria yang pulang terakhir nampaknya. Memanggilnya Sir, berarti kurasa dia pemilik tempat ini.


"Iya, tak apa. Ini hanya latihan yang bisa kutangani sendiri. Sebentar lagi selesai."


"Baik kami pulang dulu. Selamat malam Sir."


"Selamat malam." Aku mengamatinya sekarang setelah napasku normal.


"Kau pemilik tempat ini Sir?"


"Apa aku lulus?"


"Aku tak tahu, aku hanya memberi penilaian dari sisiku, imbasnya mungkin ada yang harus kau kerjakan jika disetujui kau bergabung. Tapi kalau yang mengusulkan kau bergabung langsung Thomas kurasa itu pasti kau lulus."


"Hmm baiklah."


"Kau ingin mandi dan berganti baju, showernya di ujung sebelah kanan."


"Ada shower wanita? Sepertinya penghuni tempat ini hanya laki-laki." Dia tertawa.


"Tentu saja, ada wanita juga hanya mungkin hari ini mereka tak datang."


"Ternyata begitu. Baiklah, terima kasih." Aku bergegas ke belakang dan menemukan bagian khusus wanita. Dengan cepat kuselesaikan mandi cepatku, tak ingin dia menunggu lama.


"Ohh sudah."


"Iya sudah selesai."


"Kalau begitu nanti kau tunggu kabar dari Thomas saja. Dia atau orangnya yang akan memberimu kabar selanjutnya."


"Baiklah, kita akan bertemu lagi."


"Entah, aku tak tahu. Mungkin iya, mungkin juga tidak. Aku tak tinggal di sini, aku hanya kebetulan ada di sini jadi mereka memintaku untuk melakukan tesnya." Jadi dia juga bukan US citizen seperti Thomas.


"Ohh begitu ternyata. Baiklah, terima kasih Sir untuk bantuan Anda."


"Tentu. Kau boleh kembali."


Aku mengucapkan selamat malam padanya. Entah Colin itu nama asili atau bukan tapi kurasa aku sudah melakukan tesnya dengan bagus.


Mungkin kami bisa bertemu lagi lain kali dan lain kali kami akan bisa bicara lebih terbuka.