
"Aku minta tolong kau mengecek data yang kukirimkan padamu. Tiga orang itu dekat dengan Charlie Herron, aku ingin tahu data keuangannya. Kami menduga ada aliran dana besar ke mereka, mereka yang mencuci uangnya." Thomas Jefferson menghubungiku beberapa hari kemudian.
"Iya, baiklah. Kukirimkan segera jika aku sudah menyelesaikannya. Apa kau menyangka mereka mencuci uang perdagangan narkoba? Berarti mereka sudah memasukkan obat itu kesini?"
"Iya,tiga orang itu duanya adalah pemilik retail convinience store, Dench sering menemui mereka, kami punya bukti beberapa pengedar yang mengedarkan pil itu di US tertangkap basah masuk ke toko dan menyerahkan amplop berisi uang, jika kami bisa membuktikan ada aliran dana antar mereka maka mereka maka otomatis bukti itu tidak dapat disangkal lagi." Ternyata penyidikan mereka sudah jauh, mereka bahkan sudah mengetahui hubungan antar pengedarnya, jaring-jaring yang mereka telusuri sangat lengkap.
"Aku bisa menghubungi teman di DEA, jika kalian perlu kerjasama."
"Jika buktinya sudah lengkap boleh, entah jalur kami secara resmi atau kau melemparnya secara anonim ke institusimu sendiri atau DEA itu terserah, dengan begitu kami bisa menindak mereka melalui anak perusahaan mereka di Eropa dan mendakwa mereka yang terlibat."
"Kurasa Dench akan dikorbankan lebih dulu. Tapi bisa dibuktikan dengan transkrip percakapan , kami berhasil memasukkan virus untuk mengcopy data percakapannya. Intinya aku menjamin untuk Charlie Heron kali ini dijamin tak akan bisa lolos." Bicaranya Thomas meyakinkan sekali.
"Aku akan mengerjakannya dengan cepat, apa Kepala keluarga Herron bisa didakwa juga."
"Kurasa tidak bisa, karena semua nama tak ada yang menyangkut kepala keluarganya. Tapi coba kita lihat dari penyelidikan nanti, siapa yang tahu jika ada hal baru akan muncul."
"Kau tak butuh orang lapangan? Aku bersedia..." Dia diam sebentar.
"Aku akan mengatakan kalau aku butuh oke. Aku tahu kau ingin menumbangkan dia sendiri, tapi kau belum terlatih dengan pengontrolan seluruh operasi, jika kau punya data apapun, kau harus konsultasi denganku akan kita lihat apa yang bisa dilakukan, jangan bertindak sendiri atau akan beresiko mereka menghilangkan seluruh bukti karena menyadari mereka sedang diawasi." Dia panjang lebar denganku.
"Baiklah, kabari aku begitu kau menyelesaikan permintaan dataku oke."
"Mengerti." Aku segera mengerjakan permintaan data, jika saya ada link yang bisa menghubungkan kepala keluarga , sebuah foto, jadwal pertemuan, atau apapun itu, yang mengatakan dia terlibat itu akan sangat bagus. Apa dan bagaimana aku sendiri tak tahu, tapi penyidikan masih berjalan, mungkin entah bagaimana nanti aku bisa menemukannya.
Sementara aku menunggu bom meledak juga dengan semua informasi yang kuberikan kepada istri Dench.
"Apa ada yang harus kulakukan lagi untukmu Nyonya?"
"Kata pengacaraku itu sudah cukup. Aku akan mentransfer uang yang kekurangan uang kujanjikan padamu."
"Baik Nyonya, terima kasih." Dia tidak menjawab terima kasihku, terang saja, aku membawa kabar buruk untuknya."
Dua puluh lima ribu dollar, itu jumlah kecil jika dia mendapatkan 50% dari harta Paman Dench suaminya yang sok kaya dan dermawan itu.
Tapi aku tak akan muncul di depannya sampai akhir cerita. Aku akan muncul jika dia sudah di vonis penjara 20 tahun, dan harus menghabuskan hidupnya sampai akhir di penjara. Akan kutunggu dengan sabar.