
"Jika ada kesulitan teleponlah, kita tim sekarang. Thomas adalah atasanmu. Tapi aku akan menjadi rekanmu, seperti kata Thomas jangan mencoba di luar kendalinya, jika tidak dia tidak akan bisa menyelamatkanmu jika ada sesuatu yang salah." Satu orang lagi mengingatkanku. Kali ini dengan pendekatan berbeda.
"Iya aku tahu." Aku menjawabnya pendek, sebenarnya saat aku pergi Antonio sudah memberitahuku dia sudah punya orang yang tepat untuk menjalankan rencananya. Harusnya dia sudah mulai sekarang.
"Kita akan bertemu lagi segera. Kau punya janji makan malam denganku." Sekarang dia mencoba mencairkan suasana denganku.
"Iya. Tentu saja, kau punya bisnis di US?"
"Aku adalah supplier commercial boiler ke USA." Commercial boiler adalah pemanas ruangan yang dipakai untuk skala gedung.
"Ohh benarkah? Itu perusahaan sungguhan? Atau cuma kamulfase untuk intel?"
"Itu perusahaan sungguhan tentu saja."
"Hmm...kenapa pemilik perusahaan mau menjalankan pekerjaan intel." Dia meringis dengan keherananku.
"Ceritanya panjang, mungkin satu saat aku bisa menceritakannya." Kami baru berkenalan, tidak mungkin dia seterbuka itu padaku. "Kau tinggal di LA sendiri?"
"Iya, aku tak punya keluarga di LA."
"Kau masih suka membuntuti teman Ayahmu itu? Kau pertama bertemu dengan Thomas karena kau membuntuti orang yang bernama Dench itu bukan?"
"Tidak, terakhir aku hanya penasaran dengan tempat bekerja tetanggaku, berakhir aku bertemu dengannya. Itu benar-benar kebetulan yang tak terduga. Tapi ternyata juga berguna. Oh pertama aku bertemu Thomas bukan saat aku bertemu Dench. Itu pertemuan kedua."
"Berhati-hatilah, aku yakin kau punya teman-teman disana. Tapi jika kau kesulitan hubungi aku, walaupun aku ada di London, aku pasti bisa mengatur sesuatu untukmu."
"Iya terima kasih. Senang punya teman yang bisa diandalkan." Dia baik hati juga. Ngomong-ngomong soal julukannya itu. Apa dia masih single? "Kau umur berapa? Kau belum punya istri, nama Coldlin itu berarti kau masih single bukan?" Sekarang dia tertawa.
"Iya. Aku 37, banyak hal yang terjadi kurasa. Mungkin menunggu saat yang tepat."
"Ahhh ternyata orang yang tepatnya sudah ada." Aku menebak lagi untuk mengetahuinya.
"Kenapa kau mau kencan denganku?" Dia yang bertanya tapi dia yang tertawa sendiri dengan pertanyaannya. "Kita teman kerja, kita tak berkencan satu sama lain. Aku hanya bercanda." Tapi aku menganggap dia tidak bercanda, aku suka ide itu. Sepertinya dia tidak akan mengecewakan.
"Aku juga tidak ingin berkencan. Terlalu banyak emosi terlibat untuk sebuah kata kencan. Kurasa hidupku masih banyak hal yang belum diselesaikan." Aku membuang pandanganku ke jalan yang kami tempuh. Bagaimana rasanya benar-benar mencintai seseorang, aku tak pernah membiarkan diriku melakukannya.
"Karena dendam belum selesaimu itu."
"Ya, sebagian besar."
"Dendam bisa menghancurkanmu."
"Bukan sekali aku mendengar itu." Aku sudah lelah mendengar Bibi mengatakannya. Aku melihatnya Colin sekarang, dan berpikir Tuan Coldlin ini nampaknya orang yang tepat untuk diajak berkencan.
"Aku mau berkencan denganmu. Tapi hanya malam ini saja." Dia melihatku sekarang, kaget dengan keterusteranganku.
"Tidak." Dia meringis dan tidak melihatku lagi. "Tidak, kita tidak akan punya kencan."
"Tuan Coldlin. Kita hanya teman kencan semalam, aku tidak tertarik memilikimu, kau bisa terus menanti orang yang tepat dan waktu yang tepat. Tapi kupastikan padamu aku sama sekali bukan orang yang tepat. Kita akan melupakan ini besok pagi. Anggap saja aku berterima kasih padamu atas penilaian murah hatimu dan tawaran bantuanmu. Lagipula aku yang menawarkanmu."
"Kau serius? Atau kau sedang menjadikanku semacam kelinci percobaan psychology?" Aku tertawa.
"Ikutlah ke atas. Aku hanya punya satu persyaratan untuk kencan ini?" Aku bertopang dagu dam melihatnya tanpa takut di matanya. Aku serius dengan penawaranku tentu saja.
"Persyaratan ..."
"Jangan menciumku." Doa memandangku dengan heran. Entah apa yang ada dalam pikirannya. "Bagiamana."
Aku tahu dia berpikir keras sekarang. Antara mengabaikan batas dan berpikir terlalu panjang atau mungkin berpikir dia akan terlibat kesulitan tentang ini.
bersambung besok----