
"Emma, kau ada waktu luang? Mau makan malam? Aku bisa memesan restoran apapun yang kau mau?" Seminggu dari dia meneleponku terakhir kali dia benar-benar sudah berada di Los Angeles.
"Aku tak bisa makan malam denganmu Robert."
"Aku bisa memberimu apapun sekarang Emma." Apa kau tak percaya padaku. Berapa pria itu bisa memberikan padamu. Aku akan memberikan lebih dari itu." Orang kaya baru ini sedang pamer sekarang.
"Bukan masalah uang Robert, tapi masalah hati. Kau salah menyangka, bukan soal uang. Maafkan aku." Aku hanya memanfaatkanmu. Sayangnya kau tak sadar apa yang sedang kulakukan.
"Bagaimana jika kau memberiku kesempatan bertemu denganmu sekali saja. Hanya sekali makan malam." Sekarang apa yang dia rencanakan.
"Entahlah aku tak tahu. Jika aku tak sibuk oke."
"Hanya sekali saja."
"Kekasihku tak akan suka. Kau bisa mendapatkan siapapun di LA Robert, ada banyak gadis cantik di sini. Kenapa kau terpaku padaku."
"Seingatku aku sudah terpaku padamu sejak lama." Aku tertawa dengan rayuannya.
"Kita sudah lama tak bertemu, kau berlebihan." Aku menyadarinya sekarang, kurasa memang berlebihan atau dia sedang merencanakan sesuatu. Aku harus ingat, dia pengedar, dia bisa mendapatkan apapun yang dia mau. Kurasa dia hanya ingin menjebakku untuk tidur dengannya.
"Iya, jika aku punya waktu, akan kuusahakan." Tidak akan pernah terjadi sampai kapanpun.
"Aku menunggu oke, sekali saja. Telepon aku kapanpun kau bisa."
"Baiklah, sampai jumpa." Aku menutup telepon. Jika dia memang punya niat itu berarti dia tak akan muncul di apartmenku, dia perlu semacam klub atau setidaknya restoran untuk menjalankan rencana seperti itu.
Jika dia muncul. Aku akan mengatakan pacarku datang sebentar lagi . Jika dia memaksa aku bisa meminta bantuan Antonio untuk datang, kami cukup sekarang.
"Nanti assistenku akan meminta beberapa data darimu oke, semua enksripsi dan bagaimana cara mengurim datanya dengan aman seperti yang sudah diajarkam padamu."
"Aku mengerti. Belum ada berita tentang Herron?"
"Belum mereka masih belum berani bergerak. Jika ada perkembangan pasti kau di beritahu. Tenang saja Emma. Kita pasti mendapatkan mereka."
"Tak ada lagi yang kuinginkan Thomas. Aku hanya ingin anak mereka masuk penjara sebagai pengedar besar."
"Aku tahu. Bersabarlah, untuk memancing ikan besar kau tak bisa buru-buru."
Aku percaya pada janji itu, di sebuah sore akhir pekan dua minggu setelah aku menerima teleponnya, aku baru kembali ke apartmentku ketika aku melihat Robert duduk di lobby kecil apartmentku.
"Robert, kenapa kau disini?" Apa dia menyuruh orang mengawasiku, apa dia tahu pekerjaanku sekarang?! Ini gawat.
"Aku tinggal di sini. Di penthouse di atas." Astaga, harusnya aku pindah saja kemarin.
"Kau tinggal di sini."
"Iya sedang ada pesta di atas, terlalu berisik, aku hanya mencoba keberuntungan menunggumu di sini dan nampaknya keberuntunganku cukup bagus, aku hanya menunggu 20 menit. " Robert tersenyum padaku dan melangkah mendekatiku.
Pengedar Captagon ini memang madia licik. Harusnya aku tak mengangkat teleponnya, ini karena Bibi memberi alamatku. Jika tidak aku tidak akan mengalami kesulitan macam ini.
"Mau ikut pesta di atas?" Dia bertanya sambil tersenyum lebar.
bersambung besok______