COLD REVENGE

COLD REVENGE
Part 21. Nevada


"Kita akan mendapat korban baru jika begini." Alan seorang penyidik senior juga langsung setuju pendapatku.


"Hilda telepon langsung kepala polisi." Hilda langsung menyambungkan Sir Park ke assisten kepala polisi, karena orangnya masih live di televisi.


🍁🍁🍁


"Ini Sir, assistennya." Hilda langsung memberikan ponselnya.


"Aku Darren Park kepala unit BAU. Kulihat wawancaramu, langsung bilang padanya untuk berhenti memprovokasi tersangka. Jika tidak kalian akan mendapat korban baru. Sekarang!"


Di televisi, assisten itu langsung memberikan pesan ke kepala polisi. Dia tampak mendengarkan, tapi sudah terlambat, dia sudah bicara terlalu banyak.


"Kurasa dia sudah bicara terlalu banyak." Seorang rekanku bernama Mitchell mengomentarinya.


"Kau benar. Tak ada gunanya lagi menghentikannya sekarang. Kenapa mereka tidak setidaknya menelepon meminta pendapat kita dulu."


"Mungkin terlalu banyak tekanan media yang mereka terima, kau bisa melihat banyaknya wartawan yang ikut konferensi pers itu."


"Kita fokus lagi. Kurasa kita harus memberikan mereka panduan agar ini tidak bertambah buruk. Emma pergilah ke kantor polisi pusat Las Vegas, kita akan berusaha menyelesaikan panduan awal profilenya sore ini agar mereka siap dengan conference selanjutnya sementara kau di jalan. Yang jelas mereka tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi."


"Siap Sir." Aku ke LA sekarang. Dengan mobil, perjalanan antar negara bagian Nevada dan California ini akan memakan waktu tiga jam. BAU tidak punya pesawat jet tentu saja. Kami tidak seeksklusif itu untuk punya jet sendiri setara dengan presiden.


Aku bergegas pergi, dan tiga jam kemudian sampai ke kantor kepolisian Las Vegas. Assisten kepala polisi menemuiku dan membawaku ke ruang operasi.


Kepala polisi langsung menemuiku.


"Apa yang kukatakan buruk Nona." Dia tampaknya menyesal. Sir Darren sudah bicara dengannya lagi dan memarahinya mungkin.


"Sangat buruk. Dia akan tertarik membuktikan bahwa di bisa menjadi Tuhan sekarang, Anda harus mengetatkan pengamanan sekarang. Kami rasa akan terjadi sesuatu lagi. Dan lebih baik Anda menyebarkan orang-orang Anda lebih banyak lagi. Dan saran saya lebih baik Anda memakai unit yang tersembunyi."


"Saya mengerti, semua kekuatan akan kami kerahkan sekarang."


"Apa lagi yang harus saya lakukan Nona?"


"Kami sudah mengeluarkan profile awal. Bisakah Anda mengumpulkan detektif yang terlibat kita akan memberikan briefing awal siapa yang kita cari. Mungkin jika sesuatu terjadi kita harus menyebarkannya dengan luas."


Ruang pertemuan kemudian menjadi penuh oleh para detektif dan polisi yang bertugas. Ini akan di sebarkan segera. Jika perlu dengan liputan luas.


"Kami simpulkan ini bukan penembakan acak, tapi sudah direncanakan. Korban mungkin acak, tapi dengan tidak adanya jejak memadai yang kalian temukan maka ini sudah direncanakan dan bukan inpulsif. Pelaku juga bukan dari kalangan sipil, harusnya dia punya latar belakang pendidikan militer, kemungkinan besar eks perang, sehingga dia sudah terbiasa mengambil nyawa orang yang tak bersalah. Kemungkinan pria, dengan umur diatas 35 tahun, punya masalah anti sosial."


"Kami harus meminta bantuan militer Mam?"


"Iya kalian harus mencari diantara mereka. Ini sangat penting. Karena kemungkinan ada dari mereka yang mungkin tahu. Kemungkinan sekarang pria ini hidup berpindah di motel-motel murah."


"Kami mengerti, kami segera mengirim orang ke semua pangkalan militer untuk minta kerjasama Nona." Pertemuan singkat itu berakhir, semua orang ingin segera menuntaskan masalah."


"Burger saja, yang recommended di sini, aku harus membantu yang lain, tak usah mengistimewakanku Olivia terima kasih."


"Tidak, Anda membantu Nona, kami buta dengan tidak adanya satupun clue yang kami dapatkan. Sekarang kami rasanya tidak mencari jarum di jerami lagi."


Dia memesankanku burger yang menurutnya enak untukku dan meminta persetujuanku. Aku mengucapkan terima kasih atas keramahannya.


Saatnya mencari informasi tentang kasusku sendiri setelah aku menyelesaikan beberapa pekerjaan konsultasi akhirnya.


"Apa disini ada masalah dengan penyalahgunaan obat murah bernama Captagon." Aku bertanya pada Olivia sekarang.


"Captagon, ...." Dia berpikir sebentar. "Ohh ya, ada, yang kau maksud jenis amphetamines murah itu bukan. Namanya disini bukan itu, namanya pembangkit energi, masalah baru di sini, beberapa bulan ini kami mulai melacak peredarannya sampai ke sekolah dan universitas. Kami harus membuat selebaran ke sekolah dan universitas."


"Iya yang itu. Di California juga sama." Ternyata memang juga sudah ada. "Kalian berhasil menangkap bandarnya?"


"Setahuku belum, mereka baru menangkap pengedarnya. Belum sampai ke bandarnya, masih baru tapi peredarannya masif karena murah."


"Ehm kau tahu klub bernama Retro Cube di sini."


"Retro Cube, kalau tak salah aku pernah kesana sekali. Cukup terkenal kurasa." Ternyata ada, mungkin aku bisa menyamar dan melihat situasinya. Mungkin aku bisa mendapatkan informasi tambahan. Tentu saja dengan indentitas palsu. "Kenapa dengan tempat itu Nona?"


"Tidak, ada temanku yang bekerja di sana sebagai manager dan bilang itu bagus. Aku jadi ingin melihat sebagus apa itu. Aku akan mengunjunginya sebentar sementara aku disini."


Jam 8 aku kembali ke Hotel yang mereka sudah pesankan untukku. Dan aku bersiap untuk menuju ke Retro Cube di salah satu yang terletak di Spring Valley.


Aku menuju meja bar, memesan minumanku. Mengajak bartender mengobrol.


"Sendiri Nona..." Ternyata bantendernya cukup komunikatif, dia memberikanku minuman pesananku sambil tersenyum padaku


"Ahh iya, aku dari New Jersey, temanku ada yang menjadi manager di Retro Cube Manhattan juga. Tapi aku belum pernah kesini."


"Ternyata begitu, kau kesini untuk bekerja?"


"Iya aku kesini untuk bekerja."


"Gadis secantik kau tak akan lama sendiri, nanti akan ada yang mengajakmu mengobrol. Kau tinggal memilih." Gadis cantik punya keuntungan, iya aku tahu, Thomas juga mengatakan itu.


"Kau terlalu memuji." Mataku menangkap sekelebat bayangan orang yang kukenal dari kejauhan. Joe Hixson dan Kakaknya Charlie Herron, Gerald Herron, membawa serombongan tamu ke VIP area di lantai dua. Jadi hubungannya, jadi Joe Hixson yang ini hubungannya dengan kakaknya. Tak mengherankan.


Kupakai kacamata perekamku, aku sengaja berjalan mendekati mereka, aku tahu sumber cahaya terbatas disini. Aku cepat-cepat berjalan ke daerah VIP dari lantai dia berpura-pura jadi tamu yang hendak kebawah demi mendapatkan gambar yang lebih baik.


Aku tak tahu bagaimana hasilnya harusnya cukup baik. Entah siapa orang-orang itu, tapi nampak mereka bukan orang-orang yang memiliki bisnis normal, semuanya terlihat seperti orang arogan kepala geng.