
"Aku minta maaf menyusahkanmu Robert." Aku menelepon Robert keesokan harinya, dia membelaku aku harus mengucapkan terima kasih.
"Tidak apa. Sebenarnya baru sekarang aku tahu jelas bagaimana kelakuan boss besarku itu. Dulu aku punya penghubung, memang dia kadang datang tapi tidak sering. Sekarang aku sering sekali harus menghadapi temperamennya, lama-lama aku jadi muak juga."
"Kau lebih baik membuka klub mu sendiri di New Jersey."
"Sebenarnya aku juga memikirkannya. Mungkin pub kecil, tapi sesuai dengan apa yang aku inginkan."
"Benar itu jauh lebih bagus. Lebih baik untuk kesehatan mental. Bagaimana jika aku memasukkan 2 juta untukmu." Aku punya uang menganggur dari memeras Dench.
"Kau apa?"
"Investasiku dua juta padamu."
"Kau serius? Kau sangat kaya ternyata, kau punya pekerjaan bagus rupanya." Aku hanya tertawa menanggapinya.
"Serius, tapi nanti kita rundingkan oke. Dalam waktu dekat kita akan bertemu." Aku punya syarat agar dia membocorkan bukti-bukti Gerald dan adiknya Charlie merupakan sekaligus supplier.
"Baiklah, aku menunggu darimu. Kita rundingkan kesepakatannya."
Aku senang bisa mensupportnya seperti dia juga membelaku. Dia tulus walaupun aku tidak bisa bersamanya kurasa itu sudah cukup untukku.
...---------...
Sudah tiga minggu dari pertemuan dengan Collin terakhir. Aku berhasil Akhirnya hari ini kapal akan sandar di pelabuhan. Aku menunggu sampai sulit tidur dari semalam. Berita mereka membongkar muatannya.
"Thomas, apakah hari ini positive mereka akan membongkarnya."
"Iya sudah dipastikan kapalnya sudah sandar semalam. Sampai akhir mereka tidak curiga. Kita berhasil. Kau tunggu berita dari ku oke. DEA akan membawa wartawan langsung siang ini, sudah diatur ini akan menjadi berita besar." Satu langkah terlewati.
Akhirnya sepanjang hari aku gugup menunggu berita. Colin meneleponku sekarang.
"Kudengar kapalnya sudah sandar."
"Iya, aku gugup menunggu berita. Begitu mereka menemukannya berarti itu penjara buat mereka. Aku sudah tak sabar."
"Bersabarlah. Tak akan ada 24 jam lagi, mereka sudah menemukan kontainernya dan menemukan buktinya. Seharusnya berita onlinenya akan keluar sebentar lagi."
"Mereka sudah menemukan obat-obatannya?"
"Sudah, fotonya sudah dikirim ke kami. Nanti kukirim padamu. Dari sisi sana sedang bekerja, kau hanya perlu siapkan popcorn menikmati berita beberapa hari ke depan. Mereka sudah tak bisa mengelak lagi dengan semua bukti. Satu yang harus kau lakukan, jangan membuat dirimu jadi sasaran tembak sementara ini. Bersoraklah dari jauh untuk sementara. Kali ini demi keluarga yang telah merawatmu. Kita tak perlu korban lagi." Sekarang dia mengingatkan lagi.
"Iya. Aku tahu. Aku tak akan melanggar demi keselamatan Bibiku. Setelah sidang putusan baru akan menyelamati Dench, itupun tanpa dia tahu apa peranku. Kau tak usah mengingatkanku lagi Senior, aku sudah bosan mendengarnya." Dia tertawa di ujung sana.
"Dua minggu lagi aku ke LA, aku ada operasi, sepertinya kau juga harus ikut kali ini, bukan hanya support data."
"Oke. Aku sudah beberapa kali dapat operasi lapangan, sudah tak takut lagi kurasa."
"Dasar sombong." Giliranku tertawa.
"Baiklah bersenang-senanglah. Nikmati harimu. Dalam dua minggu kita bertemu lagi."
Akhir Oktober yang indah. Sebentar lagi adalah ulang tahun Ayah, tak kusangka aku bisa memberinya hadiah manis ini.
"Papa, mereka akan membayar. Apa yang mereka tanam akan mereka bayar sekarang. Kau bisa melihatnya sendiri.
Aku menempati janjiku padamu. Mungkin agak lama, tapi sekarang seperti kata Seniorku yang baik hari itu, aku hanya perlu popcorn dan menontot berita.