
Setahun setelah Papa tiada, sebuah surat dikirimkan dengan pos kealamat Bibiku. Pengirimnya menyisipkan sebuah notes.
Saya mengenal Ayah Anda Johnson Wright hanya tiga bulan. Saya tahu Ayah Anda orang baik, saat dia masuk ke sini dia sudah menyadari dia di awasi. Saya sangat berduka dia tak dapat bertahan bersama kami.
Dia menitipkan surat ini kepada saya, karena semua korespondensi di penjara di awasi. Dan surat ini harus sampai kepada Anda dengan selamat, maka saya baru bisa mengirimkannya saat saya bebas. Karena dia menyertakan alamat ini kepada saya.
Nama saya Carlo Benitez, jika Anda ingin bicara pada saya. Anda bisa menghubungi nomor yang ada di dalam amplop ini.
Semoga Anda selalu dilindungi, seperti Ayah Anda ingin Anda selalu terlindung dan bahagia. Yang bisa saya katakan soal Ayah Anda adalah, dia sangat menyayangi dan membanggakan Anda.
Air mataku menetes menerima surat itu. Ternyata Papa tak ingin kami khawatir dan menyembunyikan semuanya. Dia berjuang sendirian di dalam sana. Tekanan dan ketakutan yang menghimpitnya tak bisa kubayangkan saat itu.
Aku membuka surat itu di umurku ke 16 dengan tangan bergetar.
Jika surat ini mencapai kalian. Berarti Papa tak bisa bertahan dan kalah. Papa minta maaf tak bisa berada di samping kalian.
Papa dijebak! Papa bersumpah demi apapun Papa tak akan pernah menempuh jalan menjadi bandar narkoba. Orang yang menjebak Papa 100% pasti Herron, tak ada yang punya kekuatan begitu besar mengatur ini kecuali mereka. Dan kau dan Ibumu tetaplah merendah, kalian harus hidup jauh dari California jika bisa. Pindahlah ke tempat Bibimu, menjauhlah dari bahaya. Kalian tak bisa melawan mereka.
Papa entah kenapa malah berpikir dia merubah rekamannya karena dia yang pertama mengamankannya. Apalagi saat sekarang dia tiba-tiba lepas tangan karena dia merasa terancam. Jika kau coba kau pikirkan, kenapa dia tak diancam saat membela Papa, kenapa sekarang saat Papa sudah masuk penjara dia diancam. Jadi jangan berhubungan lagi dengannya. Jauhi dia, jauhi semua orang di LA. Mulailah kehidupan dengan sederhana.
Papa minta maaf jika kalian harus menerima semua ini. Ini semua salah Papa, tadinya Papa pikir jika berhasil memenangkan kasus ini, nama Papa akan terangkat, kalian juga akan terangkat, tapi Herron melakukan semuanya untuk menyingkirkan rintangan mereka.
Papa sangat menyayangi kalian. Jika Papa harus menjadi korban, biarlah Papa yang jadi korban. Yang penting kalian bisa hidup tenang.
Hiduplah dengan damai. Jangan mencoba melawan mereka. Jauhi LA. Emma, jangan menjadi pengacara seperti Papa. Papa menyayangi kalian. Maaf untuk semuanya. Peluk dan cium, ... kuharap surat ini tidak mencapai kalian. Tapi jika ini takdir, Papa hanya bisa berharap Tuhan bersama kalian.
Tapi kemudian, setelah membaca surat itu tangisanku berubah jadi kertakan gigi. Paman Dench orang yang dipercaya Papa sanggup menghianati Papa sedemikian rupa. Aku hampir tak percaya. Kami menaruh hidup kami padanya tapi dia malah menjual kami.
Hal yang pertama kuperiksa saat aku mempunyai akses ke sistem informasi FBI. Hari ini aku menyaksikan sendiri betapa makmurnya dia, dia ternyata bekerja sebagai Direktur Legal di sebuah anak perusahaan Herron, plus dia mempunyai firma sendiri.
Paman Dench, kau akan membayar nyawa Ibuku.
Akan kupastikan itu.