
Kartika masih tertidur lelap karena semalam Bagas mengajak begadang hingga pagi, Bagas memang sangat menyukai Kartika yang perutnya sedikit membuncit. Usia kandungan Kartika sudah memasuki bulan ke 5 dan itu semakin membuat Bagas makin mencintai istrinya walau bentuk tubuhnya agak bulat karena Kartika banyak makan.
"Bunda!!" teriak Bagus yang mengetuk pintu kamar Kartika.
"Emmm,," Kartika menggeliat membuka matanya dan melihat suaminya masih tertidur lelap.
"Mas, bangun. Bagus, mas," panggil Kartika menggoyangkan tubuh Bagas.
"Ada apa?" Bagas menggeliat meregangkan ototnya lalu mengucek matanya dan bangun.
"Bagus, mas. Cepat bangun buka pintunya," kata Kartika.
"Aduh, masih ngantuk," jawab Bagas yang kembali menarik selimutnya lagi.
"Ish, dasar malas," ujar Kartika.
Kartika lalu memakai bajunya yang berserakan di lantai dan melangkahkan kakinya membuka pintu. Lalu Kartika membuka pintu dan melihat anaknya sedang cemberut sambil tangannya diletakan di dada.
"Bunda, lama," kata Bagus dengan marah.
"Maaf, sayang. Bunda baru bangun," jawab Kartika.
"Ayah, pasti masih tidur juga?" tanyanya.
"Iya, sayang. Bagus ada janji sama ayah?" tanya Kartika yang masih melihat anaknya masih marah
"Ayah, janji mau ajak Bagus jalan-jalan. Bangunkan ayah, bunda," kata Bagus yang merajuk.
"Iya, sebentar. Bunda bangunkan ayah dulu, ya," kata Kartika dan Bagus berdiri di ambang pintu.
Kartika mendekati suaminya yang masih bergumul dengan selimut. Jika hari libur Bagas memang selalu bangun siang, Kartika mengoyangkan tubuhnya untuk segera bangun
Bagus yang hampir lama menunggu lalu masuk kedalam kamar ayahnya.
"Ayah, bangun. Ayah sudah janji mau mengajak Bagus jalan-jalan, ayo cepat bangun kita berangkat," kata Bagus yang duduk di tepi ranjang dan menggoyangkan kakinya.
Bagas kemudian terbangun dan membuka matanya melihat anak dan istrinya yang duduk di tepi ranjangnya, Bagas menggulung selimutnya dan tersenyum melihat anaknya yang sudah rapi.
"Bagus mau kemana?Pagi-pagi sudah membangunkan ayah," ujar Bagas.
"Ini sudah jam 9 ayah, bukannya tadi malam ayah janji mau ngajak Bagus jalan-jalan," kata Bagus.
"Aduh, ayah lupa," kata Bagas yang menepuk keningnya.
"Sekarang ayo cepat bangun, Bagus tunggu di depan jangan pake lama ya, yah," ujar Bagus yang keluar dari kamar ayahnya.
Bagus memeluk istrinya yang masih duduk di sisi ranjang dan dengan senyuman menyeringai Bagas menaik turunkan alisnya, Kartika memukul lengan suaminya. Kartika hendak bangun namun Bagas menarik tangan istrinya.
"Mau kemana?" tanya Bagas yang menahan tangan Kartika.
"Aku mau mandi," jawab Kartika.
"Kita mandi bersama, hemm," kata Bagas dengan tersenyum.
"Gak, nanti lama. Bagus sudah menunggu nanti dia marah lagi," ujar Kartika yang melepaskan cengkeraman tangan Bagas.
"Sayang, ya. Kita ulangi yang semalam, kamu tega membiarkan suami seperti ini," kata Bagas yang merengek.
"No, sudah cukup semalam. Masa masih saja kurang," ujar Kartika yang masuk ke kamar mandi dan menguncinya.
"Sayang, kok di kunci?" tanya Bagas yang mengetuk pintu kamar mandi.
"Aku tidak ingin di ganggu!" seru Kartika dari dalam kamar mandi.
"Sayang, kamu jahat!" seru Bagas dan Kartika tertawa.
Siang hari Bagas dan Kartika juga Bagus berjalan-jalan melihat pakaian bayi yang lucu. Kartika menggandeng lengan Bagas dan kemudian berjalan kesana-kemari. Begitu juga Bagus yang berlari kesana-kemari, Bagas hanya senyum bahagia melihat dia orang yang dia cintai bahagia.
"Mas, kita lihat kesana yuk," ajak Kartika menarik lengan Bagas ketempat pizza.
"Kamu mau makan pizza?" tanya Bagas menatap istrinya. Lalu mengangguk sambil mengusap perutnya.
"Bagus juga mau, yah," kata Bagus yang menunjuk sebuah menu pizza dengan toping sosis dan keju yang terlihat sangat menggiurkan.
"Baiklah, kita duduk disana dan ayah akan pesanan untuk kalian," kata Bagas.
"Ayah, aku pesan yang porsi big ya," kata Kartika dan Bagas mengangguk.
"Bagus juga, yah," ujar Bagus yang ikut menimpalinya.
"Mas, tolong ambilkan tissue dong," pinta Kartika yang menyuruh suaminya sebelum duduk.
"Ini," Bagas menyerahkan gulungan tissue pada Kartika.
"Mas, jangan duduk dulu," kata Kartika saat melihat Bagas akan duduk.
"Kenapa?" tanya Bagas heran.
"Saosnya, tolong ambilkan," ujar Kartika dengan manja. Bagas lalu berjalan mengambil saos di ujung dekat pintu masuk.
Tak lama pesanan mereka datang dan Bagas sudah membawakan saos yang di minta Kartika, lalu duduk di samping istrinya. Kartika menatap wajah suaminya dan dengan mata berkedip kedip Bagas menjadi bingung.
"Kenapa?" tanya Bagas yang hendak memakan pizza yang sudah dia potong dengan garpu dan sendoknya.
"Ambilkan, saos yang tidak pedas. Yang ini pedas, sayang," ucap Kartika memelas.
"Hufft, bumil yang merepotkan," kata Bagas yang bangun untuk mengambil saos yang tidak pedas.
"Maaf, ayah sayang," kata Kartika menangkup kedua tangannya.
"Ini, ada lagi?" tanya Bagas yang meletakkan saos di meja.
"Bagus, mau ke toilet. Ayah antar Bagus dong," kata Bagus dan Bagas menarik nafasnya lalu Kartika hanya tersenyum.
"Ayo, ayah antar," kata Bagas yang masih berdiri dong samping anaknya.
"Eh, tidak usah, yah. Bagus pergi sendiri saja, kasihan ayah mau makan," ujar Bagus yang berjalan menuju toilet.
"Good boy, ayah juga mau makan pizza," kata Bagas.
"Bunda, mau minta tolong lagi bisa?" tanya Kartika dan lalu Bagas langsung melototkan matanya menatap Kartika.
"Hehehehe, jangan marah, sayang. Nanti malam tidur di luar," kata Kartika sedikit mengancam sambil tersenyum.
"Eh, jangan sayang. Mau minta tolong apa, cintaku, raguku, bidadari sayangku?" tanya Bagas dengan lembut tersenyum pada Kartika.
"Aku mau jus mangga," kata Kartika.
"Siap meluncur, tunggu disini ya, manis," kata Bagas yang kemudian pergi memesan jus untuk istrinya.
"Memang bumil merepotkan, kalau menolak ancamannya sangat menakutkan," gumam Bagas sambil berjalan ke tempat penjual jus.
Tak lama Bagas datang membawa jus mangga lalu tersenyum meletakkan jus itu di meja dan langsung di sesap oleh Kartika. Bagas ingin melanjutkan makan pizzanya, namun dia melihat tak ada sisa sedikitpun pizzanya.
"Bagus, pizza ayah mana?" tanya Bagas pada Bagus yang asik makan.
"Ups, maaf sudah bunda habiskan, yah," jawab Kartika menutup mulutnya.
"Bunda, habiskan semuanya?" tanya Bagas yang hanya menganga melihat pizza ukuran besar di habiskan oleh istrinya.
"Iya, habis lapar," jawab Kartika sambil terkekeh.
"Huff, apa aku akan tidur diluar jika aku marah?" tanya Bagas dan Kartika tersenyum sambil mengangguk pelan.
"Ayah, ini makan punya Bagus saja," kata Bagus yang menyisakan pizza untuk ayahnya.
"Ooh,, so sweet sekali anak ayah. Bagus sayang ya sama ayah?" tanya Bagas tersenyum merekah melihat anaknya perhatian pada dirinya.
"Nggak, cuma kasihan sama ayah. Soalnya ayah belum makan pizza," jawab Bagus.
Jleb
Bagas langsung menundukkan kepalanya mendengar jawaban sang putra, Kartika tertawa dengan jawaban Bagus yang sama sekali tidak menyayangi ayahnya.
"Bagus sama bunda pulang sendiri ya, ayah sakit mau pulang," ujar Bagas dengan sedikit cemberut.
"Ayah, baper. Bagus sayang kok sama ayah, sudah jangan sedih," kata Bagus dan Kartika hanya terkekeh
****
Hai.. Reader author minta maaf terlambat up..
Jangan lupa like, koment, hadiah dan votenya
Salam ByYou