Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Anak dan Istriku


Kartika masih duduk di kursi kerja Bagas sambil memainkan ponselnya melihat suaminya tengah bercengkrama dengan perempuan yang bernama Amanda. Hatinya semakin yak karuan rasanya ada yang menusuk hingga sakit sekali.


Kartika kemudian melangkahkan kakinya hendak keluar mencari udara agar rasa panas di dadanya tak begitu membara.


"Sayang, kamu mau kemana? " Tanya Bagas yang melihat Kartika berjalan melewati Bagas dan Amanda yang asik dengan dunia mereka.


"Emm.. Aku gak mau ganggu waktu kalian berbicara. " Kata Kartika.


"Siapa yang mengganggu, Kartika? " Tanya Amanda terkekeh.


"Aku gak mau ganggu kalian yang sedang bernostalgia mengingat masa-masa kalian pacaran dulu. " Kata Kartika yang dengan ketus.


"Pacaran? Siapa? " Tanya Bagas yang bingung lalu menatap Amanda tapi Amanda hanya menampilkan giginya.


"Bukannya Amanda ini adalah mantan Kamu? ": Tanya Kartika yang menatap suaminya dengan perasaan bingung.


"Hahahaha.. " Bagas tertawa sehingga suaranya sangat keras.


Kartika makin bingung, sementara Amanda masih dengan mode terkekeh melihat Kartika bengong dan Kartika menggaruk teruknya yang tak gatal.


"Maaf, aku sudah membohongimu. " Kata Amanda yang menutup mulutnya menahan tawanya.


"Sebenarnya, ada apa? " Tanya Kartika.


"Sayang, Amanda ini sepupu aku. Dia tinggal London bersama grandma. " Kata Bagas.


"Sepupu? Tapi tadi di rumah dia bilang mantannya mas Bagas. " Ujar Kartika.


"Maafkan aku. " Ucap Amanda dengan senyuman.


"Sayang, duduklah disini. " Kata Bagas yang menepuk sofa disampingnya. Kartika menurut dan dia duduk di samping Bagas dengan menundukkan kepalanya karena malu.


"Kalian, sukses membuat aku cemburu dan marah ya. " Kata Kartika.


"Maafkan, Amanda dia memang suka jahil. " Sahut Bagas memeluk Kartika dan mencium pucuk kepalanya.


Siang hari Kartika sudah sampai rumah, namun sebelumnya dia sudah menjemput Bagus terlebih dahulu di sekolah. Bagus yang lelah langsung masuk ke kamarnya dan kemudian merebahkan badannya di kasur.


Kartika yang mulai menyiapkan untuk makan siang dan bersiap menyambut Amanda adik sepupu Bagas yang datang dari London. Bagas memang asli dari London, dia terlahir dari seorang ibu dari Indonesia dan kakeknya pun asli Indonesia.


Hari semakin siang, Bagas melangkahkan kakinya Amanda masuk kedalam rumah sederhana. Bagas tampak senang melihat meja makan sudah tersedia. Istrinya memang is the best.


"Sayang, sudah pulang? " Tanya?? Kartika yang menghampiri Bagas dan membawakan tas kerjanya.


"Aku bersih-bersih dulu, kamu temani Amanda yang sedang di ruang tamu. " Kata Bagas yang langsung menuju kamarnya untuk bersihkan diri.


Kartika menurut dan dia berjalan ke ruang tamu untuk menemani Amanda yang sedang asik berbicara dengan Bagus dan robohnya Dennis. Kartika tersenyum melihatnya, dia pun duduk di samping Bagus.


"Anakmu, pintar sekali. " Ujar Amanda.


"Alhamdulillah. " Ucap Kartika.


"Memangnya, dia sudah 3x juara lomba robotik? " Tanya Amanda.


"Benar, sudah 3x banyak perusahaan luar yang ingin merekrut Bagus untuk menjadi karyawan di perusahaannya. "Jawab Kartika.


Tak lama kemudian, Bagas sudah selesai membersihkan diri lalu dia mendekati Kartika dan duduk di sampingnya. Bagas juga tersenyum sambil menatap Bagus dengan bangga.


" Dia anakku, Manda. "Kata Bagas yang tersenyum.


" Aku tahu, dia anakmu. Dan anakmu sungguh hebat. " Kata Amanda.


"Kita, makan siang dulu ayo nanti keburu dingin sayurnya tidak enak. " Kata Kartika yang berdiri dan berjalan menuju ruang makan.


Kartika dan Bagas berjalan beriringan, sementara Amanda dan Bagus mengekorinya di belakang Kartika.


"Wah, makanannya banyak sekali. " Ujar Amanda yang menggeser kursinya lalu duduk.


"Kamu suka dengan makanan ini? " Tanya Kartika yang mengambil makanan untuk Bagas.


"Sepertinya enak, ternyata istrimu pintar memasak. " Ujar Amanda yang menuangkan makanan di piringnya.


"Bunda, Bagus mau itu. " Kata Bagus yang menunjukkan ayam goreng kesukaannya.


"Boleh, sini piringmu. Bunda ambilkan, ayam goreng untuk Bagus.


Kemudian mereka makan dengan diam, dan hanya terdengar suara sendok dan garpu saja. Amanda menikmati masakan Kartika yang lidahnya belum terbiasa masakan rumahan. Dan baru kali ini Amanda merasakan betapa enaknya masakan rumahan.


" Rencananya, kamu berapa lama tinggal di sini? " Tanya Bagas di sela-sela mereka selesai makan.


"Hmmm... Rencananya 1minggu, namun jiwa petualang meronta dan aku ingin keliling Indonesia. Melihat seluruh kota dengan pemandangan alam yang asri, tidak seperti disini rasanya keringatku selalu bercucuran. " Kata Amanda.


"Mami, kamu sudah bilang sama mami Ammar? " Tanya Bagas.


"Sudah, bahkan mami ingin aku nanti saja kembali ke Londonnya. " Jawab Amanda.


"Menginaplah disini, aku sangat senang kamu ada di sini. " Kata Kartika membereskan piring kotor.


"Maaf, tapi aku sudah janji pada mami hari ini aku akan tidur bersamanya. " Kata Amanda tersenyum.


"Bunda, Bagus boleh main di taman dengan Dennis? " Tanya Bagus yang menuntun Dennis ke arah belakang.


"Boleh, Sayang. " Kata Kartika.


"Anakmu, sangat cerdas. Dia sangat pintar dan dewasa dengan cara berpikir. " Ujar Amanda yang menatap punggung Bagus yang semakin jauh.


"Keluarga Wirayudha tak ada yang tidak pintar. " Bagas menyombongkan dirinya.


"Mas, kita gak boleh menyombongkan diri. Tidak baik, semoga kepintaran Bagus adalah anugerah dari Tuhan. " Kata Kartika menepuk lengan Bagas.


"Iya, kak. Apa yang dikatakan istrimu benar jangan menyombongkan diri. " Ujar Amanda tersenyum melihat Bagas yang tengah menatap Kartika.


"Iya aku tau, Sayang. " Kata Bagas yang menarik pinggang Kartika yang sedang berdiri sehingga Kartika duduk di pangkuannya.


"Ish.. Sayang, malu ada Amanda. " Ujar Kartika yang wajahnya merona.


"Biarkan saja. " Kata Bagas yang memeluk dan menenggelamkan wajahnya dong ceruk leher Kartika.


"Hahaha, Bagas... Bagas.. Aku baru tahu kamu sangat romantis dan bucin. " Kata Amanda yang tertawa.


Hari sudah malam dan setelah makan siang dan makan malam dirumah Bagas, Amanda yang sangat betah berlama-lama di rumah Bagas yang begitu banyak bunga.


Bagas sengaja mendesain rumahnya otut sepy di taman yang asri banyak bunga dan tumbuhan yang banyak, karena Kartika menyukai bunga-bunga.


"Aku pamit dulu, mungkin mami sedang menunggu aku. " Kata Amanda.


"Baiklah, salam untuk mami. " Kata Kartika yang membungkus makanan untuk mertuanya.


"Baik akan aku sampaikan. Oh iya, tadi di kantor aku tidak melihat Hary. Kemana laki-laki cengeng itu? " Tanya Amanda berjalan menuju pintu depan.


"Dia sedang keluar kota, ada peresmian kantor cabang. " Kata Bagas sambil merangkul pundak Kartika.


"Baiklah, aku pamit. Salam untuk Bagus, lain kali aku akan datang lagi kerumah ini. " Ujar Amanda.


"Sering-seringlah berkunjung ke sini. Pintu rumah kami terbuka selalu untukmu, Manda. " Kata Kartika yang tersenyum.


Amanda memeluk Kartika dan lalu menyalami Bagas, lalu dia pergi depan mobil yang di kirim oleh mami Ammar. Amanda naik dan melambaikan tangannya sambil tersenyum melihat saudaranya yang tampak bahagia dengan anak dan istrinya.


"Amanda sudah pulang, Bagus sudah masuk di kamarnya. Saatnya kita berdua menyelesaikan masalah kita, Sayang. " Kata Bagas yang menyeringai.


Kartika menatap wajah suaminya, Kartika tahu masalah apa yang akan di hadapi dirinya dan Bagas. Kartika berpikir pasti malam ini dia tak di izinkan tidur dan badanya akan remuk. Kartika menarik nafas panjang kala Bagas menggiring nya kedalam kamar.


*Hai... Para reader maaf author lama Up maklum kesibukan author di dunia nyata.


*Maafkan, author masih up 1bab dulu author masih banyak tugas.


*Silakan like, komen dan hadiah juga votenya.


*Salam 'ByYou'