Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Walau sakit tetap pintar


Bagus sudah berada di tempat perawatan dan Kartika tak melepaskan tangannya untuk menggenggam


Bagus. Bagus sudah sadar dan membuka matanya.


"Bunda, haus," panggil Bagus, kemudian Kartika terbangun dari tidurnya di samping Bagus.


"Kenapa, sayang?" tanya Kartika.


"Bagus, mau minum." Ujar Bagus.


"Sebentar," jawab Kartika yang mengambil segelas air yang ada di nakas.


Bagus meminum air yang di berikan Kartika, lalu Kartika memegang dahi Bagus masih sedikit panas.Kartika tersenyum ketika Bagus menghabiskan air di gelas itu.


"Lagi, minumnya?" tanya Kartika yang menerima gelas kosong dan menyimpannya kembali di nakas.


"Sudah, bunda.Bagus mau pulang, bunda," pinta Bagus yang duduk bersandarkan bantal di belakangnya.


"Bagus masih sakit belum boleh pulang, nanti kalau sudah sehat boleh pulang." Ujar Kartika.


"Tapi Bagus mau main sama Dennis, bun," kata Bagus.


"Nanti, ayah ajak Dennis kesini. Sekarang istirahat biar cepat sehat, ini panasnya sudah mulai turun," kata Kartika memegang dahi Bagus.


Kemudian Bagas datang setelah membeli makanan untuk dirinya dan istrinya. Bagas masuk langsung memegang dahi Bagus, dan sudah tidak terlalu panas.


"Ayah, Bagus mau pulang," rengek Bagus " Bagus bosan,yah." Katanya.


"Nanti ya, sayang.Kalau Bagus sudah sehat nanti kita pulang, Bagus mau merakit lego atau main game mungkin?" tanya Bagas yang duduk di samping Bagus.


"Bagus mau main game saja, yah." Ujarnya.


"Baiklah, ini." Bagas menyerahkan sebuah ponsel pintar baru pada Bagus yang sudah di isi dengan banyak game, agar anaknya tidak merasa bosan.


"Wah... Ponsel baru, yah?" tanya Bagus dengan mata berbinar.


"Iya, ayah belikan untuk Bagus." Jawab Bagas.


"Terimakasih, yah. Bagus suka deh, disini banyak sekali gamenya," ujar Bagus yang langsung main game.


"Nanti kita main game bareng, yuk?" ajak Bagas yang mencium kening Bagus.


"Oke siap, ayah. Pasti ayah kalah," kata Bagus yang sudah melupakan dirinya sedang sakit.


"Oh, tidak ayah yang menang." Jawab Bagas yang kemudian duduk di kursi dekat ranjang Bagus.


Kartika hanya tersenyum melihat interaksi ayah dan anak. Bagas memang sangat menyayangi Bagus, sebelum mengetahui Bagus adalah anaknya. Bagas sudah menyayangi Bagus seperti anaknya sendiri. Kemudian pintu kamar Bagus terbuka, Hary dan Wina sudah datang membawa buah-buahan dan makanan untuk Bagus.


"Hai, jagoan!?" sapa Hary yang meletakkan buah dan makanannya di atas meja.


"Om, Bagus di belikan ayah ponsel baru banyak gamenya," kata Bagus yang menunjukkan ponsel barunya.


"Asik dong," sahut Hary yang mendekat kearah Bagus.


"Lihat, om. Bagus main apa?" tanya Bagus.


"Coba, om lihat," jawab Hary yang melihat Bagus sedang main game tebak gambar dengan mengingat gambar sebelumnya.


"Hebat kan, om. Bagus bisa menyelesaikan semua dan menang," kata Bagus tersenyum.


"Hebat kamu, badan kamu sakit tapi otak kamu luar biasa. Kamu memang anak pintar," kata Hary yang mengacak-acak rambut Bagus dan Bagus tersenyum.


Hary kagum melihat Bagus, walaupun sakit dia masih tetap pintar, lalu Hary duduk di samping Wina yang sudah membereskan makanan dan buah yang tadi dia bawa. Kartika dan Bagas ikut duduk dan bergabung dengan Hary dan Wina.


Sementara itu, Randi yang sudah selesai mengantarkan Sherrin kerumah neneknya mendapat pesan bahwa dirinya harus datang ke bengkel tempat Freya membereskan motornya. Randi menghembuskan nafas panjang, dia harus datang ke bengkel itu dan mengambil KTP yang di bawa Freya.


Randi sudah sampai di bengkel yang sudah di sherlock oleh Freya. Dari dalam mobil tampak Randi melihat penampilan Freya yang sangat tomboy, lalu Randi tersenyum kala melihat Freya terdiam.


"Cantik juga tuh bocah," gumam Randi. Kemudian Randi keluar dari mobil dengan coolnya, membuat mata yang memandang dengan sangatlah tampan.


"Lama sekali, om datangnya. Ada niatan kabur ya?" tanya Freya yang mensedekapka kedua tangannya di dadanya.


"Siapa yang mau kabur, hah..." jawab Randi yang berdiri di depan Freya.


"Daritadi gue telepon lo, tapi lo gak diangkat. Mencoba menghindari kesalahan lo sama gue," kata Freya yang dengan bibir yang cemberut.


"Eh, bocah. Sopan sedikit dengan yang lebih dewasa." Kata Randi kesal.


"Sopan? Dengan laki-laki cabul dan mesum seperti lo? Jangan mimpi lo ya." Kata Freya yang membalikkan badannya lalu berjalan ke arah kasir pembayaran.


"Nih, nota pembayarannya," ujar Freya yang memberikan nota pembayaran.


"Nih,eits... tunggu dulu. Bayar dulu baru gue kasihkan nih kartu," ujar Freya menyeringai dengan licik.


"Huft, baru kali ini gue di kerjain dengan bocah, " gumam Randi yang berjalan ke arah kasir.


Freya tersenyum penuh kemenangan, motornya sudah selesai di perbaiki. Walaupun hari ini adalah hari pertama dia bekerja, tapi sudah tidak masuk karena ada insiden di pagi harinya. Untung saja leadernya adalah sahabatnya sendiri, jadi dia bisa izin.


"Sudah selesai," ujar Randi yang kemudian menyodorkan tangannya kembali.


"Nih, makasih om.Semoga kita bisa bertemu kembali." Ucap Freya yang berjalan sambil tersenyum.


"Ketemu lo lagi, ihh.. jangan sampe deh." Kata Randi yang bergidik melihat Freya yang bar-bar.


Randi kemudian langsung naik mobil dan melajuakan mobilnya. Randi akan menengok Bagus di rumah sakit, karena dia baru dapat kabar Bagus di bawa kerumah sakit.


Randi sudah sampai di kamar Bagus dan melihat Kartika sedang menonton televisi dan Bagas sedang tidur di pangkuan Kartika. Randi mencelos hatinya yang sulit menggapai Kartika. Randi masuk setelah mengetuk pintu dan melihat Bagus sedang main game.


"Om Randi," panggil Bagus yang melihat Randi masuk dengan senyuman.


"Bagaimana keadaan Bagus?" tanya Randi yang duduk di samping Bagus.


"Bagus belum boleh pulang, om." Kata Bagus cemberut. "Sherrin tidak ikut, om?" tanya Bagus.


"Cieee, kangen sama Sherrin ya," ledek Randi. Bagus pun hanya tersenyum.


Kemudian Bagas terbangun dan langsung duduk, dia melihat Randi yang datang yang sedang bercanda dengan Bagus. Kartika hanya diam sambil menonton acara favoritnya. Bagas tau istrinya itu tak begitu memperdulikan Randi seperti itu yang masih saja mencuri-curi pandang pada Kartika.


"Kapan datang, lo?" tanya Bagas yang mendekati Randi.


"Baru saja," jawab Randi.


"Urusan lo sama orang yang lo tabrak sudah beres?" tanya Bagas lagi yang menyandarkan punggungnya pada sofa.


"Sudah, Gas. Bagus om pulang, ya." Kata Randi yang mengusap kepala Bagus.


"Ya, kok pulang sih om. Bagus kan masih mau main menyusun balok sama om," kata Bagus yang raut wajahnya sedih dan kecewa.


"Nanti om datang lagi dengan Sherrin.Oke," ujar Randi tersenyum.


"Kemana, lo?" tanya Bagas dengan ketus.


"Balik, nanti kalau gue disini aja yang ada lo sewot. Karena gue mandangin terus bini lo." Kata Randi yang terkekeh.


"S***l lo, tapi lo seneng kan dari tadi gue lihat lo curi-curi pandang ke bini gue," ujar Bagas menonjok lengan Randi dan Randi mengusap lengannya.


"Bagas.. Bagas.. Dulu gue gak pernah lihat lo deket sama cewek sampai sebucin ini." Ujar Randi yang terkekeh mengingat dulu sewaktu kuliah.


"Makanya lo cari patner hidup biar lo merasakan gimana rasanya bucin dengan istri, " ucap Bagas.


"Sudahlah, gue balik mau jemput Sherrin di rumah omanya." Kata Randi.


"Oia, Gas. Anak lo biar sakit tapi otaknya gak sakit ya, dia pintar dan emang genius. Dia langsung bisa main game asah otak," ujar Randi.


"Iya, dong siapa dulu ayahnya," sahut Bagas yang jumawa.


"Ish, ayah yang sombong." Kata Randi dan Bagas tertawa.


Bagas menutup pintu kamar Bagas, lalu dia mendekati Bagas yang asik main ponselnya. Bagus menatap Bagas dengan tatapan yang tajam.


"Ayah kenapa?" tanya Bagus.


"Main gamenya stop dulu ya, kamu belum makan dan sebentar lagi dok akan datang memeriksa kamu dan membawa obat." Kata Bagas.


"Iya, tapi makannya di suapin sama ayah," ujarnya.


"Baik, jagoan. Simpan dulu ponselnya," kata Bagas. Kemudian Bagas menyuapi Bagus makan, dan Kartika hanya tersenyum melihat anak dan ayah.


*Hai... Terimakasih masih setia membaca 'Aku Anakmu Ayah'


*Semoga hari ini author bisa double up ya.. dan semoga kondisi author sehat..


*Masih berjalan kisah Randi dan Freya, author tambahkan dan selipkan diantara kisah abang Bagas dan bunda.


*Selamat membaca...


*Salam 'ByYou'


*Love seladang buat para reader... ❤