Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Kesungguhan Dewa


Pagi ini Gayatri dan Kartika pergi ke toko dessert milik Kartika, Gayatri memikirkan Dewa yang kemarin datang namun Hary mengganggu kebersamaannya bersama Dewa.


"Gay, kenapa melamun? " Tanya Kartika yang dari tadi melihat Gayatri melamun.


"Ah, Kakak. Tidak ada apa-apa, Kak. " Jawab Gayatri.


"Kamu memikirkan Hary dan Dewa? " Tanya Kartika.


"Menurut kakak, bagaimana? " Gayatri balik bertanya.


"Loh, kok kaka sih. Kakak hanya ingin kamu mengenal mereka terlebih dahulu jangan terburu-buru mengambil keputusan. Kamu pernah gagal jangan sampai gagal yang kedua kalinya. " Kata Kartika.


"Iya, Kak. Tapi hati Gayatri merasa kalau Mas Dewa laki-laki yang baik dan pengertian. Setiap kali bebicara di telepon dia sepertinya serius ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius. " Kata Kartika.


"Hmmm... Kakak mau cerita boleh tidak? " Tanya Kartika yang ingin jujur tentang dirinya dan Dewa.


"Boleh, Kak. " Jawab Gayatri.


"Duduk sini. " Kata Kartika yang menyuruh Gayatri duduk di sampingnya.


"Ini kisah masa lalu kakak sebelum menikah dengan Mas Bagas. Dulu kakak dan kak Dewa adalah sepasang kekasih sejak di bangku SMP, Kak Dewa saat itu duduk di bangku SMA. Setelah lulus kak Dewa mengadu nasib ke Jakarta untuk bekerja, dan disana dia bekerja di perusahaan Wirayudha. Dia tidak pernah putus asa berjuang dari nol karena janji akan menikah denganku. Dengan kerja kerasnya, dia berhasil naik jabatan dan bisa membeli apartemen dengan hasil jerih payahnya. Setelah aku lulus aku kak Dewa menawarkan pekerjaan di perusahaannya, sebagai operator. Empat tahun bersama, aku semakin mencintainya. " Kata Kartika yang berhenti menceritakan kisahnya dengan Dewa dulu.


"Lalu, kak. Kenapa berhenti? " Tanya Gayatri.


"Dua tahun aku bekerja di perusahaan itu dan hidup dan kota besar membuat ku mengenal dunia malam. Tapi selama pacaran dengan kak Dewa aku tidak pernah mau jika Dewa mengajakku berhubungan intim. Hingga pada suatu hari, aku ingin merayakan anniversary hubungan kami, aku pergi ke apartemennya dan melihat dia sedang bercinta dengan sahabatku dan akhirnya aku pergi memutuskan hubungan dengan kak Dewa. " Kata Kartika yang mengingat malam itu yang merupakan mimpi buruk baginya.


"Kakak. " Panggil Gayatri dengan lirih menutup mulutnya tak percaya.


"Selama bertahun-tahun aku melupakan kenangan pahit itu, akhirnya beberapa bulan kemarin aku bertemu dengannya lagi. Kak Dewa meminta maaf dan aku pun sudah melupakan semua dan kini sepertinya kak Dewa menyesal. " Kata Kartika.


"Mas Dewa pernah cerita dia ingin menjadi seorang laki-laki yang tak akan mengulangi kesalahan yang dulu yang akhirnya dia harus kehilangan perempuan yang dulu dia cintai. " Kata Gayatri.


"Ya, dia selalu mengatakan dia menyesal karena Belinda meninggalkan dia. Tapi jujur aku dan Dewa hanya masa lalu, dan hati ku sudah tak mencintainya. " Kata Kartika.


"Gayatri tau, kak. Menurut kakak, apakah Mas Dewa benar-benar mencintai Gayatri? " Tanya Gayatri.


"Kakak tidak tahu, kakak akan bertanya pada kak Dewa apakah dia sunguh-sungguh mencintaimu atau tidak. " Kata Kartika.


"Terimakasih, Kak. Oia, kalau Mas Har. " Gayatri menaikan alisnya.


"Hahahah... Yang kakak tahu dia sudah mempunyai pacar sekretaris Mas Bagas di kantor. " Jawab Kartika dengan senyuman.


"Tapi dia selalu menggoda Gayatri. " Kata Gayatri kesal.


"Dia memang seperti itu, tapi dia baik orangnya. " Kata Kartika.


Kemudian Kartika melihat Dewa datang membawa buket bunga. Gayatri juga melihat Dewa dan merasa tak enak hati dengan Kartika. Dia menatap Kartika sejenak, dan tak ingin menyakiti Kartika yang sudah di anggap kakak kandung baginya.


"Sudah sana temui kak Dewa, kakak sudah tak ada rasa nanti bisa-bisa kakak di gorok sama Mas Bagas. " Kata Kartika yang terkekeh dengan perkataannya sendiri.


Gayatri menghampiri Dewa yang membawa buket bunga. Dewa tersenyum melihat Gayatri menyambut cintanya, kali ini Dewa ingin serius mengajak Gayatri menikah tanpa pacaran terlebih dahulu. Gayatri dan Dewa duduk saling berhadapan dan Gayatri tampak malu, dia hanya menundukkan kepalanya.


"Aku ingin bicara dengan Kartika tentang kesungguhan ku yang ingin menjadikanmu kekasih halalku. " Kata Dewa yang menggenggam jemari Gayatri.


"Kak Kartika juga ingin bicara berdua dengan Mas Dewa. " Kata Gayatri.


"Baiklah kamu tunggu disini, ya. " Ujar Dewa.


Dewa berjalan menuju ruangan Kartika yang tidak jauh dari dirinya dan Gayatri duduk. Dewa ingin menjadi lebih baik, mungkin dulu dia bukan laki-laki baik untuk Kartika Tapi kali ini setelah bertemu Gayatri dia bertekad menjadi laki-laki baik untuk Gayatri.


"Permisi, boleh aku masuk? " Tanya Dewa yang mengetuk pintu lalu membuka dan menongolkan kepalanya.


"Boleh aku bicara serius sama kamu tentang Gayatri. " Kata Dewa.


"Boleh, silahkan duduk. " Kata Kartika yang menyuruh Dewa duduk dan Kartika duduk di hadapan Dewa.


"Aku tahu ini begitu cepat, namun entah apa yang aku rasakan pada Gayatri itu tulus dari hatiku. Dulu aku buka laki-laki baik untukmu, tapi kali ini aku ingin menjadi laki-laki baik untuk Gayatri calon istri dan calon ibu anak-anakku. " Kata Dewa.


"Kak, aku tahu kamu laki-laki baik dan pasti akan bertemu dengan perempuan yang baik pula. Jika memang kakak serius ingin menjadikan Gayatri istri kakak, kakak temui keluarganya segera jangan menunda lagi. Aku tahu kesungguhanmu. " Kata Kartika.


"Terimakasih, sudah mengizinkan aku untuk bersama Gayatri. " Kata Dewa.


"Tolong jaga Gayatri bahagiakan dia, dia korban dari suami yang tak bertanggung jawab. " Ujar Kartika.


"Mungkin dulu aku seperti itu padamu, tapi aku akan buktikan bahwa aku sudah berubah. " Kata Dewa.


"Aku percaya, keadaan dan penyesalan membuat kakak berubah. " Kata Kartika yang tersenyum.


"Baiklah, terimakasih atas waktunya. Aku permisi bertemu Gayatri kembali. " Kata Dewa yang berdiri lalu berjalan keluar menemui Gayatri yang sudah menunggu.


Dewa menghampiri Gayatri dan dalam waktu dekat ini dia akan datang bersama orang tuanya untuk melamar Gayatri. Gayatri senang semoga ini yang terakhir.


Tak lama kemudian Hary datang ingin bertemu dengan Gayatri. Hary kaget dia kalah cepat dari Dewa yang sudah bertemu Gayatri. Hary melihat mereka sedang bercanda dengan mesra.


Hary masuk lalu menghampiri mereka dan duduk di samping Gayatri dengan senyum sambil menatap intens wajah Gayatri.


"Maaf, Mas Hary jangan seperti ini. " Kata Gayatri yang mendorong badan Hary yang begitu dekat.


"Kenapa? Karena ada Dewa? " Tanya Hary menatap Dewa juga.


"Pak, Gayatri ini calon istri saya. " Kata Dewa yang dengan sopan.


"Baru calonkan, belum resmi. " Jawab Hary santai.


"Tapi Mas Hary kan sudah punya pacar, sekretaris kak Bagas. " Kata Gayatri.


"Sudah aku putuskan. Aku lebih memilih kamu, Sayang. " Kata Hary.


"Tapi Gayatri tidak menyukai Mas Hary. " Ujar Gayatri. "Dan Gayatri sudah menerima lamaran, Mas Dewa. " Kata Gayatri lagi.


"Apa? Kamu menerima lamaran Dewa? Kamu tahu siapa Dewa? " Tanya Hary sedikit emosi.


"Gayatri tahu, Mas Dewa mantan kak Kartika kan. Dia juga sudah mengkhianati kakak dengan wanita lain. " Kata Gayatri.


"Lantas, kenapa kamu menerimanya? " Tanya Hary.


"Gayatri yakin manusia itu bisa berubah, maaf Gayatri sudah memilih Mas Dewa, Mas. " Kata Gayatri.


Hary tampak kesal dia sangat menyukai Gayatri, belum pernah dia merasakan getaran hebat di hatinya, bahkan dengan Wina Hary tak merasakan seperti ini. Hary berdiri lemas dan berjalan seolah langit runtuh dan dirinya terseok-seok berjalan diantara luka dan sakit.


*Hai... Reader... Hary patah hati..😢


*Bagaimana kisah selanjutnya... nanti Author ceritakan kembali.


*Kita akan kembali ke cerita Bagus ank genius..


*Silahkan like dan komen juga hadiahnya...


*Salam hangat author ' Byyou ' 😘