Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Kisah Masa Lalu


Kartika sedang melayani beberapa pelanggan di toko dessertnya, disana ada Dewa yang membantu toko dessert Kartika yang sangat ramai dan hampir kewalahan. Dewa sudah menerima Kartika menikah dengan Bagas, Dewa dan Kartika kini telah menerima kenyataan bahwa kisah mereka adalah kisah masa lalu yang tak mungkin bisa kembali. Karena hati Kartika hanya mencintai Bagas.


"Kartika, ingat gak waktu aku kelas 2 SMA dan kamu masih kelas 2 SMP. Kamu naksir duluan kan sama aku, kamu ngasih aku kue yang kamu bikin sendiri. Tapi aku jujur aku juga sebenarnya suka sama kamu, kamu itu lucu di kepang 2 pakai kacamata dan poni di depan. " Kata Dewa yang tertawa mengingat sewaktu abg.


"Iih.. Kak Dewa masih ingat aja kalau aku dulu jelek ya. " Kata Kartika yang malu.


"Pak Bagas gak marah kan, kalau aku bantu kamu disini? " Tanya Dewa.


"Emmm... Gak tau juga, aku belum bilang kalau ada kakak disini. " Jawab Kartika.


"Biasanya dia jemput kamu, kan. " Kata Dewa.


"Kadang-kadang. " Kata Kartika yang menampilkan giginya.


"Kok, Kadang-kadang. " Kata Dewa yang merasa heran.


"Kalau sibuk ya aku pulang sendiri, kalau lagi free ya jemput aku. " Ujar Kartika yang membuat beberapa kue dengan resep baru.


"Kamu, hebat hobi jadi bisa menghasilkan rupiah. " Kata Dewa.


"Aku harus mandiri, kak. Tidak selamanya mengharapkan uang suami. " Kata Kartika yang tersenyum.


Dewa menatap Kartika yang tersenyum, dia rindu saat dulu masih berpacaran dengan Kartika. Kartika sangat manis jika sedang tersenyum, sungguh Dewa sangat merindukan saat itu. Kisah masa lalu yang kini hanya tinggal kenangan.


"Kak, mau coba kue buatan Kartika? Tanya Kartika yang memberikan sepiring kecil kue yang baru Kartika buat.


" Mana? Dari dulu aku tuh suka sama kue buatan kamu. "Kata Dewa yang menerima piring berisi kue.


" Gombal. "Ujar Kartika tertawa.


" Serius, pertama kali kamu memberikan kue itu enak banget. " Kata Dewa yang kemudian menyuapi dirinya kie yang baru saja di terima.


"Gimana rasanya, kak? " Tanya Kartika yang menunggu komentar dari Dewa.


Dewa masih mengunyah kue buatan baru, Kartika hanya diam memandang Dewa yang menikmati setiap gigitan kuenya.


"Kak, iih.. Lama banget sih ngunyah nya, minta komentar saja pake lama banget. " Kata Kartika yang cemberut.


"Kakak kan juri kaya di TV tuh. " Kata Dewa yang tertawa.


"Enak... Enak.. Banget, sumpah. " Kata Dewa yang mengunyah kuenya.


"Beneran, kak? " Tanya Kartika penasaran.


"Beneran, ini enak banget. " Jawab Dewa.


Kartika pun langsung mencicipi kue buatannya sendiri, dan memang benar rasanya sangat enak berbeda dengan kue yang sebelumnya dia buat.


"Iya, kak. Enak banget, berbeda dengan kue yang Kartika buat dulu. " Kata Kartika.


"Kamu gak percaya sama aku. Huuh.. " Kata Dewa yang mengacak-acak rambut Kartika.


"Kak Dewa.. " Teriak Kartika dengan keras sehingga Dewa berlari untuk menghindari pukulan Kartika.


Dulu Dewa dan Kartika selalu bercanda dan bahkan mereka mempunyai cita-cita jika mereka menikah, mereka akan membuat toko kue yang seperti saat ini.


Dari jauh seorang laki-laki memandang dengan pandangan cemburu dan emosi melihat Kartika bersenda gurau dengan laki-laki lain. Laki-laki yang merupakan mantan sangat istri. Bagas yang datang ke toko dessert Kartika untuk menjemputnya. Bagas melihat Kartika yang sedang mengejar Dewa yang sudah mengacak-acak rambutnya.


"Ekhm.. " Bagas berdeham sontak membuat aktifitas Dewa dan Kartika berhenti.


"Mas Bagas.. " Panggil Kartika yang tersengal-sengal nafasnya.


"Mas.. " Teriak Kartika yang melihat Dewa tersungkur.


"Kamu sudah mengkhianati cintaku, Kartika. " Kata Bagas yang melihat Dewa bangun dan bibirnya berdarah.


"Mas, aku bisa jelaskan semua. Jangan emosi dan jangan main pukul-pukul saja. " Kata Kartika.


"Apa yang mau kamu jelaskan. Haah.. Apa kamu mau balikan sama laki-laki ini. " Kata Bagas yang menunjuk wajah Dewa dengan jarinya.


"Bukan seperti itu, dengarkan baik-baik ya, Mas. Aku dan kak Dewa tak ada niat untuk balikan. Kisah cinta kami dulu sudah berakhir, dan sekarang kita menjadi sahabat. " Kata Kartika yang mencoba menenangkan Bagas.


"Betul, pak. Saya ke sini hanya ingin meminta maaf pada Kartika dan saya sudah ikhlas Kartika menjadi milik bapak. Kartika sangat mencintai bapak. " Kata Dewa yang mendapat tatapan tajam dari Bagas.


"Mas, menyelesaikan masalah itu tidak dengan memukul atau menghakimi seperti ini. " Kata Kartika.


Bagas hanya diam dengan wajah yang masih emosi dan dingin. Bagas hanya cemburu Kartika di dekati laki-laki lain, apalagi laki-laki itu adalah mantannya.


"Mas, please. Kartika mohon, jangan pernah dendam dan buang rasa cemburu juga emosimu. " Kata Kartika yang menarik lengan Bagas yang masih berwajah datar.


"Maafkan aku, sayang. " Kata Bagas yang memeluk Kartika.


Kartika tersenyum dan membalas pelukan dari suaminya. Kartika tau suaminya tengah cemburu apalagi dengan Dewa, Kartika mengusap punggung Bagas.


"Dewa, maafkan aku. " Kata Bagas yang mengulurkan tangan dan Dewa membalas uluran tangannya dengan tersenyum.


"Saya juga minta maaf tidak minta izin anda untuk membantu Kartika membuat kue. " Kata Dewa.


"Membuat kue? " Tanya Bagas yang mengenyritkan dahinya.


"Ini loh, Mas. Tadi toko banyak yang memesan kue, sehingga Kartika kewalahan. Untung ada kak Dewa jadi Kartika minta tolong kak Dewa bantuin Kartika deh. " Jawab Kartika yang tersenyum.


"Ooh.. Terima kasih, sudah membantu Kartika. " Kata Bagas.


"Oia, Mas. Mau coba kue yang Kartika buat enak loh, Mas. " Kata Kartika yang berjalan mengambil kue yang tadi baru dia buat.


"Boleh, Dewa kita duduk disana saja. " Kata Bagas yang mengajak Dewa duduk di dekat taman.


"Baik, pak. " Jawab Dewa yang mengekori Bagas duduk di dekat taman.


Bagas dan Dewa asik ngobrol, sepertinya mereka sudah saling memaafkan. Kartika tersenyum menatap suaminya yang begitu baik mau memaafkan. Kartika berjalan sambil membawa sepiring kue untuk Bagas.


"Aduh, ceritanya seru amat. Cerita apaan sih? " Tanya Kartika.


"Ada deh rahasia laki-laki. " Jawab Dewa lalu Kartika mengerucutkan bibirnya.


"Dewa cerita sewaktu kamu masih sekolah SMP, ternyata kamu lucu ya sayang. Hahahha... " Kata Bagas yang tertawa dengan keras.


"Kak Dewa jangan bilang ke Mas Bagas kal dulu Kartika cupu ya. " Kata Kartika.


"Emang, dulu kamu itu cupu. Pakai kacamata besar, rambut di kepang dua, dan gigi pake behel. Dulu jelek banget, pak. " Kata Dewa yang juga tertawa.


"Iih... Nyebelin. " Kartika memukul Dewa dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Sayang, jangan marah. " Kata Bagas yang sedikit berteriak.


Kartika tak mempedulikan dua pria yang sudah membuat hatinya bahagia. Dewa adalah cinta pertama Kartika sewaktu Kartika masih duduk di sekolah SMP dan Dewa saat itu duduk di bangku SMA. Berpacaran sewaktu Kartika duduk di bangku SMA dan Dewa kuliah hingga mereka bekerja bersama. Namun sekarang cinta mereka hanya sebuah kenangan masa lalu yang indah yang tak mungkin di lupakan.


Bagas, laki-laki yang sudah menjadi suaminya dan sudah menggeser posisi Dewa di hati Kartika. Bagas laki-laki yang sudah membuat Kartika menjadi seorang wanita seutuhnya karena sudah melahirkan seorang anak genius yang sangat pintar.