
Hary yang malu saat dia terjebak makan mainan Bagus, dia menundukkan kepalanya. Bagus tertawa melihat Hary, begitu pula Gayatri. Hary kembali menatap Gayatri yang sedang tertawa, sungguh ciptaan Tuhan yang begitu indah.
"Cantik.. " Gumam Hary melihat Gayatri tertawa.
"Om, enak gak rasanya? " Tanya Bagus yang masih tertawa.
"Kamu ya berani jahilin, Om. " Kata Hary menggelitik Bagus hingga Bagus kegelian.
"Om, sudah geli. " Kata Bagus yang menahan tangan Hary.
Kemudian Bagas dan Kartika keluar dari kamar melihat Bagus dan Hary sedang bercanda. Lalu Kartika langsung ke belakang begitu juga Gayatri.
"Har, lepasin anak gue. Itu kesakitan, lo mah keterlaluan. " Kata Bagas yang duduk di sofa belakang Hary.
"Anak lo jahil banget. Masa gue makan mainan Bagus. " Kata Hary yang meluruskan kakinya dan kepalanya menyandar di sofa.
"Habisnya, Om Hary liatin kak Gayatri terus sampe gak sadar cemilannya Bagus ganti sama mainan Bagus. Hahahhah... " Kata Bagus yang tertawa lagi.
"Tuh kan, Gas. Anak lo rese. " Kata Hary.
"Emang Om Hary liatin kak Gayatri terus? " Tanya Bagas.
"Iya, Yah. Sampai gak sadar cemilan Bagus ganti sama ini mainan Bagus. " Kata Bagus masih terkekeh dengan tingkah Hary.
"Om Hary memang seperti itu, dia kalau liat perempuan cantik lupa apa yang dia makan. " Kata Bagas yang menahan tawa juga.
"Gak bapak gak anak sama saja. " Kata Hary yang melempar bantal sofa ke wajah Bagas.
"Mas Hary, makan malam disini? " Tanya Kartika yang keluar dari kamar membawakan teh dan kopi untuk Bagas dan Hary.
"Gak, sana lo balik. Kasihan mami sendiri dirumah. " Kata Bagas yang melempar kulit kacang ke wajah Hary.
"Apa sih, Lo. Terserah gue dong, mau makan dimana? Kan yang makan gue, jadi bebas dong. " Kata Hary dengan wajah coolnya.
"Bilang aja Om Hary mau deket-deket sama kak Gayatri. " Kata Bagus yang membuat Hary terdiam.
"Skak matt lo sama anak gue. " Kata Bagas yang tertawa.
"Emang udah kenalan sama Gayatri? " Tanya Kartika.
"Namanya Gayatri ya, Tika. Boleh dong jomblangin gue sama Gayatri. " Kata Hary dengan wajah memelas.
"Ish.. Apaan sih lo, gak ada jomblang menjomblang. Usaha sendiri, gue aja usaha sendiri. " Kata Bagas.
"Huuh.. Kartika gue tahu lo baik hati, suka menolong dan pasti maukan jomblangin aku dengan Gayatri. " Kata Hary.
"Kayaknya, Mas Hary kalah cepat deh. Gayatri sudah di pepet sama kak Dewa. " Kata Kartika.
"Dewa? Pacarmu dulu? " Tanya Hary yang kemudian Bagas langsung menjitak kepala Hary.
"Awww.. Sakit b***o, salah apa coba gue di jitak? " Tanya Hary yang mengusap kepalanya.
"Mantan pacar!! " Kata Bagas dengan mada sewot.
"Ups.. Ada yang cemburu. " Kata Hary yang langsung menggeser duduknya takut Bagas memukulnya lagi.
"Ck.. Awas lo, ngomongin Dewa lagi. " Ancam Bagas.
"Masih cemburu sama kak Dewa? " Tanya Kartika yang menggoda suaminya.
"Nggak, siapa yang cemburu? Aku tuh cuma kesel aja ada orang yang sebut nama Dewa. " Kata Bagas.
" Itu namanya cemburu, Bos. "Sahut Hary yang terkekeh.
" Berisik lo, Har. Mau gue deportasi ke planet mars lo. " Kata Bagas yang dengan kesal Kartika hanya mengulas senyuman di bibirnya.
"Kak, permisi di luar ada mas Dewa. " Kata Gayatri yang membuat mereka diam karena Gayatri menyebabkan nama Dewa.
"Apa, Dewa? " Kata Hary yang kaget
"Mau apa, Gay? " Tanya Kartika.
"Katanya mau silahturahmi dengan kak Bagas dan kak Kartika.
" Boleh, asal jangan sampai larut malam. " Kata Kartika.
"Lah, gue bagaimana, Gas. " Tanya Hary pada Bagas.
"Lo, kenapa? " Tanya Hary bingung.
"Ah, lo gak peka. " Kata Hary yang berlari mengejar Gayatri.
Hary berdiri di belakang Gayatri saat Gayatri membuka pintu untuk Dewa. Dewa merasa hilang senyum ketika melihat Hary yang berdiri di belakang Gayatri.
"Hai, Mas. Akhirnya ketemu juga rumah kak Kartika. " Kata Gayatri pada Dewa.
"Iya, aku ganggu ya, Gayatri? " Tanya Dewa.
"Tidak, Mas. Kita duduk di taman saja, yuk. " Ajak Gayatri pada Dewa.
Gayatri mengajak Dewa duduk di taman, Hary yang berjalan di belakang Gayatri dan Dewa tak mau melihat Dewa dan Gayatri berduaan. Gayatri duduk di samping Dewa, sementara Hary berdiri di belakang mereka.
"Maaf, Mas Hary sedang apa? " Tanya Gayatri yang melihat Hary di belakangnya.
"Aku sedang mengawasi kalian, siapa tahu kalian khilaf. " Kata Hary.
"Ada hubungan apa kamu sama pak Hary? " Tanya Dewa.
"Mas Dewa kenal dengan Mas Hary? " Tanya Gayatri yang balik bertanya pada Dewa.
"Iya, ada hubungan apa kamu dengan pak Hary? " Dewa mencoba bertanya pada Gayatri.
"Aku ini kakak pemilik rumah, jadi sudah sepantasnya aku menjaga Gayatri dari laki-laki yang tak bertanggung jawab seperti lo. " Kata Hary.
"Tak bertanggung jawab? Apa maksud, pak Hary? " Tanya Dewa yang berdiri lalu berhadapan dengan wajah Hary.
Gayatri memegang tangan Dewa agar bersabar dan tidak terjadi keributan. Dewa mencoba menepis tangan Gayatri yang menahannya, Gayatri lagi-lagi menarik tangan Dewa menjauhi Hary. Hary tak tinggal diam, dia mengikuti Gayatri dan Dewa.
"Mas, stop ya. Jangan mengikuti aku dan Mas Dewa. " Kata Gayatri yang membalikkan badannya menghadap Hary dengan nada ketus.
"Gayatri, siapa tahu laki-laki brengsek ini menyakiti kamu seperti menyakiti pacarnya dahulu. " Kata Hary dengan menatap wajah Gayatri.
"Maksud, lo? " Tanya Dewa yang mulai tersulut emosi.
"Sudah, Mas Dewa gak usah di dengarkan. " Kata Gayatri menahan lengan Dewa.
"Gayatri, nanti aku hubungi kamu. Sekarang aku lebih baik pulang. " Kata Dewa yang berjalan keluar menuju mobilnya.
"Mas Dewa marah dengan Gayatri? " Tanya Gayatri yang mengikuti langkah Dewa.
"Tidak, tapi lain kali aku akan mengajakmu keluar. " Kata Dewa dengan senyum dan sambil memegang kedua bahu Gayatri.
"Mas, maafkan Gayatri ya. " Kata Gayatri dan Dewa pun menganggukkan kepalanya.
Dewa menaiki mobilnya dan menjalankannya, Gayatri sebenarnya menyukai Dewa sejak pertama kali duduk berbicara di cage terminal siang tadi. Entah kenapa rasa itu cepat tumbuh, Gayatri merasa Dewa adalah laki-laki baik yang mampu membuatnya bahagia.
Gayatri menatap tajam wajah Hary, lalu berlalu masuk ke kedalam rumah. Hary mengejar Gayatri dan menarik tangannya.
"Ada apa, Mas? " Tanya Gayatri.
"Aku mencintaimu, Gayatri. " Kata Hary.
"Maaf, Mas. Aku tidak mencintaimu aku baru kenal sama kamu dan aku menyukai Mas Dewa. " Kata Gayatri.
"Tapi aku akan membuatmu jatuh cinta padaku. " Kata Hary.
"Silahkan saja, tapi hati Gayatri sudah menyukai Mas Dewa. " Kata Gayatri.
Kartika dan Bagas juga Bagus menjadi penonton secara live dua pasangan yang tengah berdebat. Bagas merasa Hary laki-laki b****h yang tak bisa menggunakan kata- kata yang romantis.
"Mas, bukannya Hary sedang berpacaran dengan Wina ya? " Tanya Kartika pada Bagas yang sedang menopang dagunya dengan kedua tangannya.
"Iya, Sayang. Tapi kenapa tiba-tiba dia menyukai Gayatri? Ah.. anak itu benar-benar playboy. " Kata Bagas.
"Kasihan Gayatri kalau harus diduakan oleh Hary. Aku gak rela, Mas. " Kata Kartika.
"Mas, juga gak mau Gayatri sakit hati. " Ujar Bagas.
"Bunda, ayah. Om Hary sama kak Kartika kok bertengkar ya, memangnya ada apa? " Tanya Bagus.
"Urusan orang dewasa, Sayang. " Jawab Kartika dan Bagas bersamaan.
"Gayatri tidak suka Mas Hary ikut campur dengan kehidupan Gayatri. Kita baru kenal bahkan belum saling tahu asal usul kita. Gayatri tidak tahu apakah Mas Hary sudah punya pacar atau belum. " Kata Gayatri.
*Hai... Reader... Kira-kira Gayatri cocoknya dengan siapa nih?
*Silahkan like, komen dan hadiahnya agar author semangat up..