Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Bertemu Dewa


Malam ini adalah yang tak akan terlupakan oleh Kartika yang sangat bahagia, dia menatap suaminya dengan senyuman yang sangat manis. Bagas yang menyetir pun terus tersenyum, tangan kirinya menggenggam tangan Kartika.


"Sayang, terimakasih untuk malam ini. Aku sangat bahagia sekali. " Kata Kartika dengan senyum yang terus mengembang di bibirnya.


"Aku yang terimakasih sudah membuatku menjadi laki-laki yang beruntung bisa di cintai oleh wanita secantik dirimu. " Kata Bagas yang melirik Kartika yang dengan senyuman.


"Love you. " Kata Kartika.


"Love you to. " Jawab Bagas.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah, Bagus menyambut kedatangan kedua orang tuanya. Setelah Bagas dan Kartika turun dari mobil, Bagus langsung memeluk Bagas dan dengan manja Bagus minta di gendong.


"Bagus, kasihan ayahnya berat kalau gendong kamu. " Kata Kartika.


"Sudah, biarkan saja. Aku suka menggendong dia, waktu bayi aku kan gak pernah gendong Bagus. " Jawab Bagas yang menggendong Bagus.


"Bunda, kenapa jadi bunda yang marah? " Tanya Bagus yang kepalanya di sandarkan di bahu Bagas.


"Bunda, tidak marah. Bunda hanya bilang ayah barangkali cape, sayang. " Ujar Kartika.


"Sudahlah, sayang. Tidak apa aku gak merasa cape. " Jawab Bagas. Bagas menggendong Bagus hingga ke kamar dengan senyum Bagas menurunkan Bagus di ranjangnya.


"Dennis, mana? " Tanya Bagas yang celingak-celinguk di kamar.


"Dennis, udah tidur. Kasihan dia tadi bantu Bagus membuat makanan. " Kata Bagus.


"Oh iya, Dennis hebat ya, ayah mau deh pinjam Dennis buat dosa kantor. " Kata Bagas yang duduk di samping Bagus.


"Boleh, Yah. Nanti besok ayah bawa aja. " Kata Bagus.


"Ya sudah, sekarang kamu tidur sudah malam. Besok kan sekolah. " Kata Bagas yang menyelimuti tubuh Bagus dengan selimut.


"Oke, Yah. Selamat tidur ayah. " Kata Bagus.


"Selamat tidur, sayang. " Kata Bagas yang mencium kening Bagus.


Bagas keluar dari kamar Bagus lalu menghampiri Kartika yang duduk di sofa sambil nonton televisi. Bagas duduk bersandar di bahu Kartika sambil mengecup tangan Kartika.


"Bagus sudah tidur, Mas? " Tanya Kartika.


"Sudah, sayang. " Jawab Bagas yang memejamkan matanya.


"Mau aku buatkan kopi? " Tanya Kartika.


"Tidak, kita tidur saja yuk. Kita bikin adik buat Bagus, kita harus rajin usaha. " Kata Bagas.


"Memangnya, Mas gak capek? " Tanya Kartika yang menatap Bagas, dan Bagas hanya menggelengkan kepalanya.


"Kalau gak seperti itu aku pasti cape. " Kata Bagas.


"Seperti apa? Jangan mulai yang gak-gak ya. " Kata Kartika.


"Ayo, sayang kita bikin adik buat Bagus. " Kata Bagas yang menggendong Kartika ala bridal.


"Aaaaaa... " Kartika berteriak kaget karena tubuhnya seperti melayang.


Didalam kamar Bagas mulai melucuti pakaian Kartika dan melancarkan aksinya dengan sangat lembut dan mampu membuat Kartika merasa sangat bahagia bisa menikmati indahnya dunia.


Keesokan harinya, Bagas bangun kesiangan. Bagas membuat Kartika tidak istirahat bahkan satu menit pun. Bagas terburu-buru memakai pakaian kerjanya dan langsung keluar untuk sarapan.


"Bagus, sudah berangkat? " Tanya Bagas.


"Bagus, berangkat sama bunda. Kata bunda ayah mau ketemu klien jadi gak bisa ngantar Bagus.


" Iya, sayang. Maafkan ayah ya, hari ini ayah kesiangan gara-gara bunda semalam ngajak ayah begadang. "Kata Bagas yang menyeringai.


" Iih... Ayah ko malah bunda yang di salahkan. "Kata Kartika.


" Memang bunda ngajak ayah main apa sampai begadan? " Tanya Bagus.


"Jangan dengarkan ayah, sudah berangkat. " Kata Kartika yang mendorong Bagas untuk segera berangkat.


"Iya, sayang. " Kata Bagas dengan sedikit menggoda Kartika.


"Bun, ayo kita berangkat. " Kata Bagus yang sudah siap berangkat.


"Ayo, sayang. " Kata Kartika yang mengambil tasnya. Taksi online yang di pesan Bagus sudah menunggu si area parkir.


Kartika mengantarkan Bagas sampai di sekolah, Kemudian Kartika kembali ke toko dessert nya. Di tengah perjalanan dia melihat Dewa berjalan gontai, Kartika tak peduli dengan dua pasangan yang sedang terlibat cekacok.


"Hai, Kartika. Long time no see? " Kata Dewa.


"Baik, Kak. " Kata Kartika.


"Kartika, kakak minta maaf kakak ada salah sama kamu. " Kata Dewa yang mencekal tangan Kartika ketika hendak meningalkan Dewa.


"Maaf, kak. Aku sudah menikah, tolong jangan terlalu dekat. Aku takut suamiku salah paham. " Kata Kartika yang mencoba melepaskan tangan Dewa.


"Kenapa, kamu menikahi pak Bagas? " Tanya Dewa.


"Karena aku sangat mencintainya. " Jawab Kartika.


"Apakah sudah tak ada cinta di hatimu untukku? " Tanya Dewa.


"Cintaku padamu sudah hilang sejak kakak mengkhianati aku malam itu. " Jawab Kartika.


"Belinda, meninggalkanku disaat aku jatuh miskin, dia hanya ingin hartaku saja. " Kata Dewa.


"Itu sudah bukan urusanku lagi, Kak. Sekarang kita sudah tak ada hubungan apa-apa, jadi tolong jaga jarak aku tidak mau suamiku salah paham. " Kata Kartika yang takut Bagas akan datang..


"Kartika, tolong maafkan aku. " Ujar Dewa.


"Aku sudah memaafkanmu, tapi untuk kembali padamu aku gak bisa. Karena aku sudah menikah dan sudah mempunyai anak. " Kata Kartika.


"Please.. Aku janji tidak akan menyakitimu lagi. " Kata Dewa yang bersujud di kaki Kartika.


"Kak, tolong jangan seperti ini. Aku sudah memaafkanmu, bangunlah. " Kata Kartika.


"Benar kamu memaafkan aku, Kartika. " Kata Dewa menatap Kartika.


"Iya, sudahlah. Sekarang kakak pulang lah, jangan menyiksa diri kakak sendiri. Hidup itu masih panjang, pasti ada seseorang yang akan mencintai kakak dengan tulus. " Kata Kartika.


"Apakah ada yang mencintaiku seperti kamu yang mencintaiku tanpa melihat hartaku? " Tanya Dewa menunduk lesu lalu duduk di kursi.


"Pasti ada, Kak. Yakinlah pada Nya, berusahlah menjadi laki-laki baik makan akan ada wanita baik untuk kakak. " Kata Kartika dengan bijak.


Dewa menyesal karena dia sudah membuang wanita baik bagaikan berlian yang bening, putih dan bercahaya. Tapi Dewa tergoda dengan wanita yang hanya ingin menghancurkan hubungan Dewa dan Kartika. Belinda tidak mencintai Dewa, dia hanya iri pada Kartika yang di cintai laki-laki tampan seperti Dewa, kaya dan sayang sekali pada Kartika.


Namun, Dewa pun di khianati oleh Berliana . Belinda sedang asik bercumbu dengan laki-laki yang sudah membelinya dengan uang. Berliana adalah seorang sugar daddy yang di bayar mahal oleh setiap laki-laki hidung belang.


Dewa merasa bersalah pada Kartika yang sudah menyakiti dirinya. Sehingga apa yang dia rasakan sakit mungkin sama persis yang di rasakan sakit Kartika 8 tahun yang lalu.


Kartika menatap iba pada Dewa. Dulu wajahnya sangat tampan dan gagah, tapi sekarang tak ada lagi wajah tampan itu yang ada hanya rasa menyesal pada wanita yang dia cintai.


"Kartika, sekali lagi maafkan aku. " Kata Dewa yang menangkupkan kedua tangannya.


"Aku sudah memaafkanmu, kak. Sudahlah jangan bahas itu lagi, sekarang kakak kerja dimana? " Tanya Kartika.


"Aku buka cafe di sekitar sini. " Jawab Dewa.


"Oh iya. Boleh aku mampir ke cafe kakak? " Tanya Kartika dengan senyuman. Senyum yang selalu Dewa rindukan.


"Boleh, silahkan pintu cafeku terbuka untukmu. " Kata Dewa yang menatap Kartika.


"Akhirnya aku bisa melihat senyumanmu lagi, Kartika. " Batin Dewa.


*Hai... Reader setiaku...


*Satu bab lagi author revisi dan jika sudah revisi author bisa up lanjutan cerita Bagas dan Kartika.


"Terima kasih author ucapkan sudah memberikan like, komen dan sudah membaca cerita author.


*Semoga para reader setiaku, selalu dalam lindungan Alloh SWT dan di lapangkan rezekinya karena sudah memberikan like pada karyaku ini...