Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Keluarga Aneh


Weekend biasanya Bagas akan mengajak keluarganya untuk berjalan-jalan, Bagas akan mengajak keluarga kecilnya itu pergi ke mall. Bagus yang sangat menyukai bermain, Bagas mengajaknya bermain ke sebuah arena permainan yang mengasah otak. Bagus sangat tuanya dan sangat berantusias bermain puzzle, dan dari jauh Bagas dan Kartika hanya memantau dari jauh melihat anaknya bermain.


"Bagas," panggil Randi yang datang bersama Freya istrinya juga Sherrin.


"Hai, bro," balas Bagas yang bersalaman khas pria.


"Hai, Freya kamu makin cantik saja," ujar Kartika yang menatap Freya yang berpakaian seperti layaknya wanita.


"Hai, kak. Ah, kakak bisa saja. Ini mas Randi menyuruhku berdandan seperti ini," kata Freya yang mengerucutkan bibirnya. Freya yang terkenal tomboy harus merubah menjadi perempuan yang memakai pakaian dress dan rambutnya di buat bergelombang.


"Kamu sangat cantik sayang memakai pakaian ini dan aku suka," ujar Randi memeluk pinggang Freya.


"Woy, ini di mall jangan mesum," kata Bagas.


"Iri, bilang bos," kata Randi meledek Bagas.


"Ih, ngapain aku iri. Ini aku juga punya," jawab Bagas yang juga memeluk pinggang Kartika.


"Kalian ini sudah tua masih saja mesum otaknya," kata Kartika yang menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami dan sahabatnya itu.


"Tua-tua keladi kita sayang, iya kan bro," kata Bagas yang bertos ria dengan Randi. Kartika memutar bola mata malas.


"Sherrin, Bagus sedang bermain puzzle disana," ujar Kartika.


"Iya, bunda. Sherrin ingin ketemu Bagus," ujar Sherrin yang berlari kecil menghampiri Bagus.


"Freya daripada kita mendengarkan laki-laki tua bergosip kita ke butik itu yuk," ajak Kartika yang menarik tangan Freya.


"Sayang, mau kemana?" tanya Bagas yang melihat istrinya berjalan dengan cepat.


"Cari berondong!" teriak Kartika membuat Bagas dan Randi saling pandang dan langsung menyusul para istrinya. Kartika dan Freya tersenyum puas mengerjai para suami yang selalu berbicara mesum.


"Sesekali kita kerjain suami kita yang mesum itu, Frey," kata Kartika cekikikan.


"Iya, kak. Mas Randi tuh tiap hari bawaannya mesum terus, masa aku harus pake dress terus dirumah," kata Freya dengan polosnya.


"Randi, galak juga, Frey?" tanya Kartika.


"Mas Randi tidak galak, kak. Hanya saja dia kalau sudah ada maunya aku gak boleh keluar kamar seharian," kata Freya yang sangat polos menceritakan hubungannya dengan Randi.


"Sayang, aku putar-putar cari kamu. Kamu malah asik ngobrol disini," kata Bagas yang di susul Randi di belakang Bagas.


"Sayang, kamu jangan ikutan Kartika mencari brondong. Apa kau kurang tampan dan kuat buat kamu?" tanya Randi.


"Enak saja kalau bicara, Freyanya saja suka aku ajak cari brondong," kata Kartika.


"Iya, Freya mau cari brondong yang otaknya gak mesum kaya mas Randi," ujar Freya.


"No, kalau kamu cari brondong jangan harap kamu lepas dari hukuman," kata Randi.


"Sayang, kamu gak mau hukum aku karena mau cari brondong?" tanya Kartika.


"Kamu mau di hukum sayang," kata Bagas.


"Mau, sayang. Nanti pulang dari sini aku tunggu hukumanku ya, sayang," ujar Kartika manja.


"Kalian itu keluarga aneh, somplak," ucap Randi dan Bagas menyeringai halus.


"Sorry, bro. Bini gue minta dihukum dan gue titip Bagus nanti lo anterin dia pulang ya," ujar Bagas yang merangkul bahu Kartika lalu berjalan meninggalkan Randi dan Freya.


"Woy, Gas. Gue juga menghukum bini gue!" seru Randi membuat orang disekeliling melihat Randi dan Freya hanya menutup mata menahan malu.


Bagas dan Kartika sampai dirumah, sementara Bagus mereka titipkan pada Randi dan Freya. Bagas masuk kedalam kamarnya dan mereka seperti pasangan abege yang sedang jatuh cinta. Bagas memeluk Kartika dari belakang mulai m*********i leher dan melepaskan pakaian Kartika hingga polos. Tak lama Bagas langsung melakukan hubungan yang dimana mendapatkan pahala bagi keduanya. Bagas terus melakukan dengan lembut dan Kartika sangat menyukai apa yang dilakukan Bagas.


"Om, ayah sama bunda kenapa pulang?" tanya Bagus dalam perjalanan pulang.


"Bunda, katanya sakit perut," jawab Freya.


"Bagas, enak sekali dia sudah menghukum istrinya sedangkan aku belum menghukummu, sayang," ujar Randi.


"Ayah menghukum bunda, kenapa?Memang bunda Bagus salah apa?" tanya Bagus memajukan kepalanya kedepan.


"Mas, kalau bicara itu hati-hati ada anak-anak," kata Freya.


"Tante, ayah menghukum bunda? Apa bunda nakal ya jadi di hukum?" tanya Bagus.


"Gak anak gak bapak kalau nanya belum di jawab ngomel terus," gumam Randi.


Kemudian mobil fortuner hitam milik Randi berhenti tepat di depan gerbang rumah Bagas. Randi memarkirkan mobilnya disebelah mobil Bagas. Bagus masuk lalu mencari kedua orang tuanya, Bagus lalu mengetuk pintu kamar ayah dan bunda nya,


"Ayah, bunda!!!" Bagus berteriak mengetuk pintu kamar ayah bundanya.


"Ck, pengganggu sudah datang," ujar Bagas, "Padahal aku mau satu ronde lagi," Kartika tersenyum melihat tingkah suaminya yang kelewat mesum.


Kartika membuka pintu lalu melihat anaknya menyilangkan kedua tangannya di dadanya. Dengan memasang wajah yang marah dan cemberut.


"Anak bunda sudah pulang?" tanya Kartika.


"Bunda sama ayah kenapa pulang tinggalin Bagus sendiri?" tanya Bagus dengan mengerucutkan bibirnya.


"Tadi bunda perutnya sakit jadi bunda pulang dulu," ujar Kartika.


"Bagus, om Randi sama tante Freya mana?" tanya Kartika.


"Itu di ruang tamu," jawab Bagus.


"Mas, kita temui Randi sama Freya," ujar Kartika.


Bagas keluar kamar dan menemui Randi dan Freya yang sudah menunggu di ruang tamu, Bagas tersenyum penuh kemenangan dan Randi hanya memasang wajah masam.


"Enak lo udah ngehukum bini, lah gue nungguin lo sampe lumutan," kata Randi dengan kesal.


"Sorry, bro," ucap Bagas dengan santai.


"Sayang, ayo kita pulang. Aku ingin menghukummu," kata Randi lalu Fteya memukul lengan Randi.


"Awww, " ringis Randi yang mengusap lengannya. "Sakit, sayang," ucap Randi.


"Suruh siapa mesum, ingat umur," ujar Freya.


"Sayang, nanti kalau Randi pulang kita lanjut ya," ujar Bagas dan Kartika langsung bergelayut manja di lengan suaminya.


"Woy, dasar keluarga aneh. Somplak lo, Gas," ujar Randi.


"Iri, lo kan sekarang sudah ada Freya. Mintalah sama Freya," kata Bagas.


"Somplak dasar, lo,"


"Sherrin, ayo kita pulang," ajak Freya pada Sherrin yang sedang bermain dengan Bagus dan Dennis.


"Gue pulang, Gas. Gue mau ngehukum bini gue," ujar Randi.


"Oke, siap. Jangan terlalu kencang kasihan Freya masih bocah, bro," kata Bagas yang mendapatkan pukulan dari Kartika.


"Dia udah biasa kencang, bro," kata Randi bangga.


"Kalian ya benar-benar somplak, semakin tua semakin mesum," sahut Kartika.


"Kan kita sudah katakan kalau kita tua-tua keladi," ujar Bagas.


"Biar tua kalian suka kan dengan kami dan bikin nagih kan," kata Randi menimpali. Bagas dan Randi tertawa.


"Kak, semoga anaknya tidak seperti bapaknya ya tukang mesum," kata Freya.


"Iya, kamu juga Frey. Kalau mirip bapaknya otaknya mesum," ujar Kartika.


"Loh, kok gak kaya kita?Kita kan yang nyetak kenapa gak mirip kita?" tanya Bagas.


"Karena kalian kelewat mesum," jawab Freya dan Kartika serempak.


****


Terimakasih masih setia membaca cerita ini..


maaf author baru up, semoga nanti malam bisa up lagi..


silahkan like, komen hadiah dan votenya.


Happy weekend and Happy Reading.


Salam ByYou


❤❤❤❤❤