Aku Anakmu Ayah

Aku Anakmu Ayah
Bagus Sakit


"Sayang, jam berapa kamu berangkat?" Tanya Kartika yang melihat Randi tersenyum ke arahnya. Kartika membuang pandangannya ke lain arah untuk menghindari kesalah pahaman suaminya.


"Ini, aku mau berangkat. Ran, lo bawa mobil?" tanya Bagas yang sudah menenteng tas kerjanya.


"Bawa, Gas. Biar gue langsung jemput Sherrin pulang sekolah." Kata Randi yang pura-pura cuek ketika Bagas mulai melirik dan mengikuti ekor mata Randi.


"Sayang, nanti yang jemput Bagus biar aku saja. Kemungkinan aku tidak sibuk, selesai peresmian pabrik milik Randi, aku langsung pulang." Ujar Bagas.


"Baiklah, hari aku juga ingin lebih restoran Diena dan ke toko membuat dessert baru." Kata Kartika.


"Ayo, Randi. Pasti Hary dan Wina sudah menunggu." Ujar Bagas.


"Baiklah." Jawab Randi.


Bagas dan Randi langsung manaiki mobil mereka masing-masing. Dalam perjalanan Randi tersenyum sendiri melihat Kartika yang begitu cantik pagi ini. Hati Randi makin tak karuan, terasa ada rasa bahagia bila bertemu dengan Kartika. Hanya bisa melihatnya saja sudah membuat Randi makin mengagumi istri sahabatnya itu.


Randi sedikit tak konsentrasi dalam menyetir, tiba-tiba mobilnya menabrak sesuatu.Sontak Randi kaget dan mengerem mendadak.


"Aduh, ada apa nih. Sepertinya gue menabrak sesuatu." Gumam Randi yang kemudian keluar dari mobilnya.


"Heh.. Bisa nyetir mobil gak sih lo!" teriak seorang wanita yang usianya sekitar 25 tahun depan perawakan mungil dan dengan gaya tomboynya.


Perempuan itu mendorong Randi yang baru saja turun dari mobil dan hendak menutup pintu mobilnya. Perempuan mungil itu sangat bar-bar dia sangat tidak sopan menurut Randi.


"Maaf, gue tidak tahu jika mobil gue menabrak sesuatu." Kata Randi yang merasa perempuan bocah kecil itu sudah bersikap tidak sopan padanya.


"Orang kaya seenaknya saja kalau bawa mobil." Ujar Freya nama perempuan itu.


"Mau lo apa, sorry gue buru-buru." Kata Randi yang melihat jam di pergelangan tangannya.


"Lo, ganti rugi dong." Ujar Freya yang mendongak lebih wajah Randi yang lebih tinggi darinya.


"Oke, ini kartu nama gue. Sekarang lo bawa aja motor lo itu ke bengkel dan kalau sudah selesai lo hubungi gue. Biar gue yang bayar tagihan bengkel lo." Ujar Randi yang sudah di telepon Bagas.


"Lo, mau kabur ya. Haah..!" lagi-lagi Freya mendorong bahu Randi hingga terbentur di pintu mobil.


"Gue, bukan kabur. Tapi gue ada rapat penting, tolong mengertilah. Dan bersikaplah yang sopan, gue ini lebih tua dari lo." Kata Randi memajukan tubuhnya ke depan Freya, dan Freya pun mundur. Randi membungkukkan tubuhnya dan wajahnya di majukan ke wajah Freya hanya berjarak sejengkal.


"Cantik." Gumam Randi tersenyum.


"Dasar, lo ya cabul, mesum!" ucap Freya yang mentoyor dahi Randi dan Randi dibuat menganga melihat kelakuan bocah ingusan.


"Kurang ajar lo, bocah." Ujar Randi yang marah karena Freya berani tidak sopan padanya.


"Udah jangan banyak basa basi lo, sekarang mana KTP lo buat bukti kalo lo gak bohongin gue.Cepat sini mana KTP! " Freya menyodorkan tangannya dan Randi mengambilnya dari dompet di saku celananya.


"Oke, terimakasih. Tapi ingat kalo ketika gue telepon lo gak datang gue laporin lo ke polisi, kebetulan gue kenal dengan beberapa polisi." Kata Freya yang memasukkan KTP dan kartu nama Randi di tasnya.


"Awas hilang KTP gue. Hilang lo juga gue laporin ke polisi." Ucap Randi.


"Jangan khawatir pak tua." Jawab Freya yang melajukan motor maticnya lalu pergi meninggalkan Randi.


"Mimpi apa gue semalam ketemu gadis bar-bar seperti dia.Hmmm.. Tapi dia cantik juga gayanya yang tomboy, ahhh.. Gue malah mikirin gadis bar-bar itu." Ucap Randi yang masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.


Sementara dirumah Kartika melihat Bagus yang masih bergumul dengan selimut. Kartika masuk dan membuka gorden di kamarnya. Kartika pun membereskan meja belajar Bagus dan juga mainan yang berserakan di lantai.


"Bagus, bangun. Sudah siang, nak," ujar Kartika yang membereskan mainan Bagus.


Kartika melihat Bagus masih memejamkan matanya dan lalu mendekati putra tampannya itu.Kartika menggoyangkan tubuh Bagus, dan kaget ketika menyentuh lengan Bagus terasa panas. Lalu Kartika memegang dahi Bagus begitu panas.


"Bagus, kamu demam? Badanmu panas sekali." Ujarnya. Kartika lalu keluar mengambil ponsel dan akan menelepon suaminya, namun ponsel Bagas tidak aktif.


"Aduh, sayang. Disaat genting seperti ini kok ponselmu tidak aktif." Kata Kartika yang panik. "Hary, ya aku telepon mas Hary," ujar Kartika yang mondar-mandir sambil mengompres Bagus.


Kemudian sambungan telepon Kartika tersambung dengan Hary yang baru saja selesai dengan acara pembukaan pabrik milik Randi.


"Mas Bagas ada, mas?" tanya Kartika yang terdengar panik suaranya.


"Kamu kenapa, Kartika. Suaramu panik sekali?" Hary mencoba bertanya setelah mendengar Kartika merasa panik.


"Bagus badannya panas, mas. Tolong sampaikan pada mas Bagas untuk segera pulang, antarkan aku kerumah sakit.Cepat ya, mas. Terimakasih." Ucap Kartika*.


Kartika masih mengompres dahi Bagus dengan air hangat dan menyelimuti tubuh Bagus. Badan Bagus panas tinggi, Kartika panik karena dirumah tidak ada orang lain selain Kartika. Gayatri sudah menikah dengan Dewa sebulan lalu. Jadi Kartika tidak memperkerjakan art dirumahnya.


"Aduh, Bagus badanmu panas sekali. Mas Bagas lama sekali ya."


Tak lama kemudian Bagas datang bersama Hary dan Wina tiba di rumah. Bagas langsung turun dan berlari masuk kedalam.


"Sayang... Sayang.. " Teriak Bagas yang membuka pintu kamar Bagus.


"Mas, Bagus badannya panas sekali. Aku bingung, apa kita bawa kerumah sakit saja." Kata Kartika dengan panik.


Kemudian Bagas memegang dahi Bagus. "Kita bawa Bagus kerumah sakit saja." Kata Bagas yang menggendong Bagus keluar.


"Hary, cepat kita bawa Bagus kerumah sakit." Kata Bagus.


Hary dan Wina kemudian langsung membuka pintu mobil belakang dan Bagas masuk dengan Kartika. Wina dan Hary di depan lalu menjalankan mobil menuju rumah sakit.


Sesampainya dirumah sakit Bagas langsung berteriak memanggil para perawat, dan perawat berhamburan keluar melihat Bagas menggendong Bagus. Bagas meletakkan Bagus di bankar pasien dan perawat mendorong membawa Bagus ke ruang IGD.


Bagas dan Kartika duduk menunggu di kursi tunggu sambil menautkan kedua tangan mereka. Kepala Kartika bersandar di bahu Bagus sambil menangis.


"Tenang, Bagus tidak apa-apa sudah di tangani dokter." Kata Bagas mengusap kepala istrinya.


"Gas, gue sama Wina balik ke kantor ya. Kalau ada apa-apa kabarin gue." Ujar Hary.


"Nanti sore pulang dari kantor lo jemput gue. Gue mau ambil mobil di kantor." Kata Bagas.


"Biar Wina yang bawa mobil lo, dan nanti gue ikuti Wina dari belakang. Lo, disini saja menunggu Bagus dan Kartika." Ujar Hary.


"Oke, thanks." Ucap Bagas yang memeluk asisten sekaligus saudaranya itu.


"Gue sama Wina pamit ya." Kata Hary tersenyum dan berjalan pulang.


Bagas menatap punggung Hary dan Wina yang meninggalkan Bagas dan Kartika. Bagas duduk kembali menunggu dokter keluar dari ruang IGD.


Tak lama kemudian seorang laki-laki paruh baya menggunakan jas putih keluar dari ruang IGD. Bagas dan Kartika langsung berdiri menghampiri laki-laki itu.


"Bagaimana, anak saya dokter?" tanya Bagas.


"Anak bapak hanya terkena typus, sementara dia harus di rawat beberapa hari disini." Jawab dokter itu.


"Typus, dok." Kata Kartika kaget.


"Iya, mungkin kelelahan dan makanan yang tidak seimbang." Ujar dokter tersebut.


"Baiklah, dok. Berikan yang terbaik untuk anak saya." Kata Bagas.


"Kami akan pindahkan pasien keruangan perawatan." Kata dokter itu.


Bagus kemudian keluar tertidur di bankar yang di dorong oleh perawat. Selang infus yang menancap di tangannya membuat Kartika menjadi sedih. Bagas menggandeng tangan istrinya mengikuti perawat yang akan memindahkan Bagus keruang VVIP rumah sakit. Kartika masih tak bisa menahan kesedihannya melihat anaknya tergulai lemah di atas bankar rumah sakit.


*Hai.... Reader...


ada beberapa reader ingin Author mencarikan jodoh buat abang Randi.. Nah, di 2 episode ini nanti author ceritakan Randi dan Freya yang berbeda usia 10 tahun.


*Silahkan like, komen, dan hadiah juga vote nya ya...


*Salam 'ByYou'