
Dua bulan sudah Bagas dan Kartika menjadi suami istri, Bagas dan Kartika pasangan yang selalu memamerkan kemesraan di depan semua orang. Kartika juga ingin semua orang tau bahwa Bagas adalah suaminya, suami terbaik.
Dua bulan juga Kartika dan Bagas sering memeriksa kesehatan dan kesuburan ke dokter kandungan. Semenjak Bagus ingin mempunyai adik, Kartika rajin memeriksakan diri dan makan-makanan sehat. Begitu pula Bagas yang menerapkan hidup sehat.
Seperti biasa pagi hari Kartika sibuk menjadi seorang ibu rumah tangga dan menyiapkan segala kebutuhan anak dan suaminya. Pagi ini Kartika membuat nasi goreng spesial untuk sarapan anak dan suaminya.
"Pagi, sayang. " Sapa Bagas yang mencium pipi Kartika.
"Pagi, sudah rapi. Apa ada meeting pagi ini? " Tanya Karena yang melihat suaminya sudah siap dengan pakaian kerjanya.
"Iya, hari ini ada pertemuan dengan perusahaan milik suami Natalie. " Kata Bagas yang duduk untuk sarapan.
"Pagi, ayah, bunda. " Sapa Bagus yang duduk di dekat sang ayah.
"Sayang, kata ayah kamu buat robot lagi. Coba bunda lihat seperti apa robot baru anak bunda. " Kata Kartika yang mengambil piring serta nasi untuk Bagas dan Bagus.
"Sebentar ya, Bunda. Bagus sarapan dulu. " Kata Bagus yang langsung melahap nasi gorengnya.
Setelah sarapan pagi, Bagus yang sebulan ini merakit sebuah robot dan sudah hamba jadi. Robot yang dia ciptakan untuk menemani dirinya bermain di kala ayah dan bundanya sibuk dengan kerjaan.
"Dennis.. " Panggil Bagus, lalu kemudian robot yang Bagus ciptakan seusia 5 tahun. Robot itu keluar dari kamar Bagus dan mendekati Bagus.
"Dennis, ini ayahku dan itu bundaku. Kamu panggil mereka ayah bunda ya, sama seperti aku. " Kata Bagus yang mengajarkan pada Dennis yang hanya robot buatan dirinya.
"Selamat pagi, ayah, bunda. " Kata robot Dennis.
"Wah, kamu hebat sayang. Bunda bangga padamu. " Kata Kartika.
"Ayah juga bangga sama kamu, Bagus. " Kata Bagas yang menepuk bahu Bagus.
Bagus yang masih usia 8 tahun sudah mampu membuat robot. Bagus juga pernah menang lomba merakit robot. Dennis adalah robot yang dia ciptakan karena dirinya ingin seorang adik.
"Dennis, bisa bantuin bunda dirumah loh. " Kata Bagus.
"Jadi bunda gak kecapean ngurusin rumah. " Kata Bagas yang tersenyum
"Terimakasih, jagoan bunda " Kata Kartika yang memeluk Bagus.
"Sama-sama bunda. " Jawab Bagus yang membalas pelukan Kartika.
"Sayang, nanti malam kita ngedate yuk. " Ajak Bagas yang mendekati Kartika dan Bagus.
"Ish.. Mas, kaya abg aja ngedate. " Kata Kartika.
"Sekali-kali, sayang. " Ujar Bagas.
"Baiklah, suamiku. " Kata Kartika dengan senyuman yang mengembang.
"Cieee.. Ayah sama bunda mau pacaran ya. " Ledek Bagus yang tersenyum.
"Tau aja anak ayah. " Kata Bagas yang menoel dagu Bagus.
"Sudah-sudah kapan kalian akan berangkat? " Tanya Kartika pada dua laki-laki beda usia yang sangat dia sayangi.
"Ayo, sayang kita berangkat. " Ajak Bagas pada Bagus.
Bagas dan Bagus berjalan beriringan, dan Kartika di belakang mereka. Kartika tampak tersenyum melihat anak dan ayah yang begitu akrab dan kompak. Semoga kekompakan mereka terus selamanya.
"Sayang, siap-siap ya jam 4 aku jemput. " Kata Bagas yang masuk kedalam mobil sambil memberikan kecupan lewat udara.
"Iya, sayang. " Jawab Kartika yang membalas kecupan dari udara juga.
"Bunda, Bagus berangkat. Kalau ada apa-apa dengan Dennis langsung matikan tombol on/off di belakang kepalanya. " Kata Bagus.
"Iya, sayang. Hati-hati. " Kata Kartika yang melambaikan tangan. Dan mobil Bagas meluncur hingga tak terlihat lagi.
Kartika pun mulai bekerja membereskan rumah sebelum dirinya membuka toko dessert. Kartika melihat robot buatan anaknya dan dia ingin mencobanya.
"Dennis, bantuin bunda bersihkan rumah ya. " Kata Kartika yang mendekati robot dan memberikan sapu pada robot itu.
"Baik, Bunda. Dennis akan bantu bunda bersihkan rumah. " Jawab robot Dennis yang mulai menyapu lantai dan membersihkan semua kotoran. Kartika hanya bengong, kagum akan hasil anaknya.
Hari sudah sore, Kartika bersiap-siap bersihkan diri setelah dia pulang dari toko dessert. Sore ini Bagas akan menjemput Kartika untuk ngedate berdua. Kartika tersenyum kalau dirinya seperti abg yang sedang kasmaran.
Kartika memakai dress tangan panjang selutut dan make-up tipis serta rambut di buat curly. Kartika menatap dirinya di cermin sambil tersenyum bahagia.
Suara mobil Bagas sudah tiba, Kartika pun menyambutnya. Bagas terpesona melihat Kartika yang begitu cantik. Dia melihat dari atas hingga ke bawah.
"Kamu cantik sekali, sayang. " Kata Bagas yang menarik pinggang Kartika.
"Hmmm... Kalau kamu cantik seperti ini lebih baik kita di kamar saja bikin adik untuk Bagus. " Kata Bagas yang menyeringai.
"Apaan sih, Mas. Katanya mau ngedate, ayo kita berangkat. Kita nonton film romantis terus ke cafe sambil mendengarkan live music disana. " Kata Kartika.
"Baiklah, ratuku. " Kata Bagas yang melepaskan pelukannya.
"Bagas, bunda sama ayah pergi dulu. Tidak apa-apa kalau ayah dan bunda pergi. " Kata Kartika yang meninggalkan Bagus sendirian.
"Tenang saja, Bun. Kan sekarang ada Dennis yang menemani Bagus. " Kata Bagus yang tersenyum.
"Baiklah, jagoan. Ayah dan bunda pergi, sayang. " Kata Bagas.
Bagas dan Kartika langsung menuju mobil dan menjalankan tidak terlalu kencang. Bagas masih menikmati jalanan yang padat, karena jam pulang kantor. Bagas melajukan mobilnya menuju mall dan setelah sampai mereka berjalan dengan mesra. Mereka menonton film romantis dan seperti abg mereka duduk di bangku paling pojok.
"Iih.. Kenapa sih duduknya paling pojok? " Tanya Kartika yang kesal karena Bagas memilih bangku paling pojok.
"Aku mau pacaran denganmu, sayang. " Kata Bagas yang mulai menjelajahi tubuh Kartika.
"Ihh.. Mas, mesumnya kebangetan. " Kata Kartika.
"Itu lihat dua pasangan di sebelah sana. Mereka juga asik bercumbu. " Kata Bagas yang menunjukkan pasangan yang ada di sebelah kanan mereka.
"Ck.. Aku kan ingin menikmati filmnya. " Kata Kartika.
"Nanti kita beli kasetnya. " Jawab Bagas.
Setelah menonton film, mereka kembali jalan menuju cafe dengan live music romantis. Cafe itu milik sahabat Bagas yang pembangunan cafenya di bantu oleh Bagas.
"Hai, bro. Apa kabar? " Tanya Zie sahabat sewaktu kuliah dulu.
"Baik, kenalkan ini istri gue. " Kata Bagas. Kartika hanya senyum menundukkan kepalanya.
"Silahkan duduk sebelah mana, kebetulan hari ini akan ada live music. Barangkali istri lo mau nyanyi. " Kata Zie.
"Boleh, nanti lo yang panggil ya. " Kata Bagas yang tersenyum.
"Sip.. Kalau begitu gue tinggal dulu ya. " Kata Zie yang meninggalkan Bagas dan Kartika.
Mereka duduk sambil menikmati suara merdu sang penyanyi, Kartika sangat senang karena dari dulu dia ingin ngedate romantis bersama Dewa, namun sekarang ngedate bersama Bagas.
"Selamat malam para pengunjung cafe kita semua. Terimakasih sudah mengunjungi cafe ini, dan malam ini kita tidak akan berakhir disini. Saya selalu Mc akan memanggil seorang wanita yang akan menyumbangkan suaranya dan menghibur kalian semua para pengunjung di cafe ini. Baiklah saya panggilkan ibu Kartika istri dari seorang pengusaha muda bapak Bagas Wirayudha. Tepuk tangan semuanya. " Kata Mc yang memanggil Kartika.
"Aku, Mas. Nyanyi? Gak bisa, kenapa aku? " Tanya Kartika yang bingung.
"Sudah sana hibur mas ya dengan suara mu. " Kata Bagas yang mendorong Kartika. Kartika pun naik ke panggung dengan gugup.
"Sebelum mohon maaf jika suara aku kurang enak. Karena aku gak bisa nyanyi, malam ini aku akan menyanyikan lagu dari Andra anda the Backbone. " Kata Kartika yang mendapatkan tepuk tangan dan sorak sorai pengunjung.
*Kau begitu sempurna..
Dimata ku kau begitu indah..
Kau membuat diriku akan selalu memujamu..
Di setiap langkahku..
Ku kan selalu memikirkan dirimu.
Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu
Janganlah kau tinggalkan diriku...
Takkan mampu menghadapi semua..
Hanya bersamamu ku akan bisa...
Kau adalah darahku..
Kau adalah jantungku...
Kau adalah hidupku lengkapi diriku..
Oh.. Sayangku kau begitu sempurna*..
Bagas tersenyum mendengar suara Kartika yang begitu merdu, dia bertepuk tangan. Para pengunjung pun bertepuk tangan dengan meriah.
"Terimakasih, lagu itu aku persembahan untuk suamiku tercinta. I love you... You're is my husband. " Kata Kartika yang memberikan kecupan di udara dan Bagas membalasnya.