Simpanan Brondong Tajir

Simpanan Brondong Tajir
Bab 61 Penjelasan


"Zee, kamu apakah istriku? Kenapa tatapan matanya kosong?" bisik Dave.


"Aku menghipnotisnya."


"Zee cepatkan sadarkan dia! Aku tidak mau dia melewatkan moment penting ini." Dave panik saat menyadari Sevia dalam pengaruh hipnotis saudaranya.


"Iya-iya, bentar deh aku lupa cara balikinnya lagi," goda Zee yang memang pernah belajar cara menghipnotis orang tetapi dia jarang menggunakannya.


Setelah Zee mengembalikan kesadarannya, nampak Sevia seperti orang linglung. Dia bingung kenapa bisa ada di tengah-tengah banyak orang yang berpakaian bagus dan dandanan yang cantik. Apalagi saat menyadari dirinya kini berbalut baju yang indah dan di depannya Dave terlihat sangat gagah dengan tuxedo dan dasi kupu-kupunya. Sevia terus mengedarkan pandangannya, melihat orang-orang yang hadir di sana. Dia semakin yakin kalau sekarang sedang bermimpi. Tidak mungkin ini nyata, karena seingatnya tadi siang dia sedang memakai daster dan menggendong Devanya saat ada tamu yang datang ke rumahnya.


"Sevia, hari ini di depan semua yang hadir dalam acara ini, aku Dave Sky Pradipta meminangmu dengan cinta yang aku miliki dan segenap jiwa ragaku," ucap Dave lalu memasangkan cincin di jari manis Sevia.


"Dave bangunkan aku, jika aku sedang bermimpi!" lirih Sevia.


Dave hanya tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Sevia. Dia yakin kalau istrinya itu merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang. Setelah keduanya saling bertukar cincin, Dave pun mengajak Sevia untuk turun dari panggung kecil, tempat mereka berdiri sedari tadi.


Zee hanya tersenyum melihat usahanya berhasil. Bisa saja dia egois dengan tetap melaksanakan rencana papanya demi sebuaaah status untuk anak yang dikandungnya. Akan tetapi, dia tidak ingin merenggut kebahagian seseorang yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri. Apalagi, saat dia tahu kalau ternyata Dave sudah menikah dan memiliki seorang putri yang dia sembunyikan selama ini. Zee semakin yakin untuk memaksa Dave agar membuka semuanya di hadapan semua orang. Dia tidak peduli jika nanti mendapat gunjingan dari orang karena Zee sudah memutuskan untuk melahirkan dan membesarkan anaknya di luar negeri.


Sementara Icha sedari tadi hanya menutup mulutnya. Dia tidak menyangka kalau Sevia ternyata memiliki hubungan dengan Dave. Apalagi dia tahu kalau Sevia telah memiliki seorang putri yang memiliki iris mata sama persis dengan Dave.


"Om, Tante, aku minta maaf dengan kakacauan ini!" Dave menundukkan kepalanya di depan Al dan Icha seraya mengeratkan tuutan tangannya pada Sevia.


"Ayo Dave, kita bicara di kamar! Papa dan Zee juga ikut!" ajak Icha yang sudah melangkah duluan. Dia membiarkan saja para tamu menikmati pestanya dengan artis ibu kota yang menghiburnya dan hidangan yang memanjakan lidahnya.


"Mama, Zio boleh ikut?" tanya Zio yang kepo dengan apa yang terjadi pada keluarganya.


Tanpa menjawab pertanyaan putra bungsunya, Icha terus saja melangkahkan kakinya menuju ke sebuah kamar yang memang sudah dia booking sebelumnya. Setelah semuanya masuk, tanpa bicara lagi Icha langsung menjewer telinga Dave. Dia merasa sangat kesal kenapa Dave harus merahasiakan semuanya kalau dia sudah punya anak istri apalagi Icha tahu bagaimana Sevia melahirkan putrinya.


"Anak nakal! Kenapa kamu tidak mau bilang sama Tante? Apa kamu tidak menganggap Tante sebagai orang tuamu? Kamu sungguh mengecewakan Tante, Dave." Icha meluapkan kekesalannya dengan tangan yang masih bertengger di telinga Dave sampai memerah.


"Ampun, Tante! Aku tidak bermaksud begitu, aku hanya tidak ingin ...."


"Sudah, Mah! Lepaskan tangannya! Kasihan telinga Dave sudah merah begitu," suruh Al pada istrinya. "Mungkin Dave sungkan karena Papa pernah memintanya untuk menikah dengan Edelweiss. Mama kan tahu kalau setiap hari Edel selalu merengek pada Papa sehingga Papa merasa pusing dan meminta Dave untuk mempertimbangkan permintaan Papa," lanjutnya.


"Iya, dan setelah Edelweiss memutuskan untuk menerima Barra, Papa malah memintanya untuk menikahi aku. Papa pikir Dave piala bergilir?" Cebik Zee yang kesal pada papanya.


"Papa tidak tahu kalau Dave sudah punya pacar, karena dia belum pernah membawa seorang gadis ke rumah untuk memperkenalkannya pada kita," bela Al.


Melihat raut kesedihan di wajah Dave, Icha pun segera mengalihkan pembicaraan dengan bertanya pada Sevia.


'Via, putrimu di mana? Apa kamu menitipkannya pada sahabatmu itu?" tanya Icha pada Sevia yang sedari tadi diam tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia masih menganggap kalau semua yang terjadi hanya mimpi.


"Devanya? Aku ...." Sevia tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena dia pun bingung harus menjawab apa.


"Ada Mah di kamar sebelah. Biar aku telpon Kejora agar membawanya ke mari." Zee pun langsung menghubungi sahabatnya dan menyuruh membawa bayi cantik yang menggemaskan itu ke kamar mamanya.


Tak berapa lama kemudian, Kejora datang dengan Devanya dalam gendongannya. bayi cantik itu terlihat sangat senang berada dalam gendongan Kejora yang memang menjadi seorang dokter anak sehingga dia tahu bagaimana cara menghadapi seorang bayi kecil.


"Deva!" panggil Sevia seraya mengambil putrinya dari gendongan Kejora.


"Sayang, kamu tidak diapa-apakan sama Tante dokter asal-asalan?" tanya Dave pada putrinya.


"Kamu tuh Dave! Bukannya terima kasih malah meledekku," sungut Kejora.


"Sudah, kalian sebaiknya kembali ke pesta. Kasian cucu Mama mau istirahat." Icha mengusir semua orang yang ada di kamar itu agar dia bisa bicara berdua dengan Sevia. "Kamu juga, Dave. Tante mau bicara berdua dengan Sevia."


Dengan terpaksa, akhirnya rapat darurat itu dibubarkan. Semuanya kembai ke pesta dan hanyaaa menyisakan Sevia, Icha dan Devanya di kamar itu. Icha melihat Sevia dalam sehingga membuat gadis itu menjadi kikuk sampai akhirnya ibu tiga anak itu mengehembuskan napasnya perlahan.


"Via, boleh Tante tahu bagaimana kamu bisa bertemu dengan Dave sampai kalian memiliki seorang putri? Jujur Tante mengira kalau kamu korban kawin kontrak dengan bule, tapi ternyata bule itu anak Tante sendiri." Icha tertawa hambar dengan pemikirannya.


Akhirnya Sevia pun menceritakan semuanya tanpa ada yang dia tutupi. Dia yakin, kalau tantenya Dave orang yang baik dan bisa mengerti posisinya. Sementara Icha mendengarkan dengan seksama tanpa menyela sedikit pun dengan apa yang Sevia ceritakan.


"Pantas saja, Dave betah sekali di Cikarang sampai dia lupa untuk pulang kalau Tante tidak menyuruhnya," ucap Icha saat Sevia sudah selesai menceritakan tentang hubungannya dengaaan Dave.


"Aku minta maaf, Tan! Dave harus terjebak pernikahan denganku karena salah paham," sesal Sevia.


"Tidak Via, kita tidak bisa menghindari jodoh yang sudah Allah tetapkan untuk kita. Buktinya kamu berencana menikah dengan pacarmu, justru malah menikah dengan Dave. Orang yang baru kamu temui, begitupun dengan Dave. Meskipun dia dijodohkan berkali-kali oleh suami Tante, tapi hanya kamu yang menjadi pelabuhan terakhirnya, karena kamu jodoh yang telah Allah siapkan untuk Dave. Berbahagialah, kini kalian sudah bisa bersama lagi."


...~Bersambung~...


Ayo ayo jangan lupa dukungannya ya kawan! Hanya dengan klik like, comment, vote, rating ⭐⭐⭐⭐⭐, gift dan favorite sudah bikin othor senang.