
Setelah kepergian Nadine, Harry pun kembali ke rumah Dave karena mereka akan ke pabrik Cikarang bersama-sama. Tidak banyak baju yang mereka bawa karena dia juga masih ada baju yang sengaja disimpan di apartemen. Sevia begitu kaget saat mengetahui mereka akan kembali ke Cikarang untuk beberapa waktu lamanya. Sebenarnya bisa saja Dave sendiri yang pergi ke sana. Tapi papa muda itu tidak mau berpisah terlalu lama dengan anak dan istrinya. Dia masih takut kejadian dulu akan terulang kembali.
"Dave sudah siap belum?" tanya Harry saat sudah sampai di rumah Dave.
"Sudah, kita bawa mobil masing-masing saja. Nadine sudah pulang?" tanya Dave.
"Sudah, dia hanya minta uang untuk tukeran sama anaknya," jawab Harry getir.
"Sabar, kamu ajak Rani saja untuk tinggal bersama kita. Biar rumah jadi rame dengan anak-anak. Om Andrea hanya nyiapin satu rumah untuk kita," bisik Dave.
Harry hanya tersenyum samar mendengar apa yang Dave katakan. Dia masih takut kalau Rani mendapat cap pelakor karena dia belum resmi bercerai. Apalagi, Nadine sekarang menjadi seorang selebritis yang sedang naik daun. Sudah pasti banyak orang yang ingin tahu kehidupan pribadinya.
"Aku belum bisa mengajak dia dalam waktu dekat. Anaknya masih di inkubator karena lahir prematur. Nanti saja kalau perceraian aku sudah beres," ucap Harry.
"Istriku psti senang kalau Rani sampai kembali lagi ke sini. Persahabatan mereka seperti kita, saling mendukung saling melindungi satu sama lain. Jadi kamu jangan coba-coba menyakiti Rani, Sevia pasti tidak suka." Dave langsung memberi peringatan pada Harry karena dia khawatir sahabatnya itu masih belum bisa move on dari Nadine.
"Tenang saja, Aku tidak akan menyakiti Rani. Apalagi aku punya tanggung jawab untuk menjaga dia meskipun status dia bukan sebagai istriku," jelas Harry.
"Bagus. Kita tidak boleh terlalu lama terpuruk oleh orang yang tidak menghargai kita," ucap Dave.
...***...
Sebulan sudah keluarga kecil Dave pindah ke Cikarang. Permasalahan yang terjadi di pabrik satu persatu sudah mereka selesaikan dengan baik. Hanya saja, Dave belum bisa menunjuk siapa pelakunya karena ternyata orang itu bekerja dengan cara halus. Sehingga mau tidak mau dia tetap bertahan di pabrik Cikarang karena ada Elvano yang meng-handle permasalahan di pusat.
Suasana rumah dinas kini terlihat ramai dengan celotehan Devanya yang sudah bisa merangkak. Sevia dan Dave begitu bahagia melihat perkembangan anaknya yang tumbuh dengan baik dan sehat. Mereka tidak berhenti bersyukur karena akhirnya bisa berkumpul bersama. Begitupun dengan Gavin yang berat badannya semakin bertambah seiring pertumbuhannya. Yang mampu menjadi pengobat di saat Harry sedang banyak masalah.
"Dave, besok aku mau ke kampung dulu. Katanya kondisi Rani dan bayinya sudah baik. Perceraian aku pun tidak menunggu putusan akhir, jadi aku mau menjemputnya," ucap Harry disela-sela makan siangnya bersama dengan Dave.
"Bagus itu. Biar perawat anakmu tidak kegenitan. Aku heran, Sevia dapat dari mana orang seperti itu? Andai saja tenaga dia tidak dibutuhkan untuk menjaga anakmu. Ingin sekali aku memecatnya." Dave langsung memasukan potongan steak ke mulutnya dan mengunyahnya perlahan.
"Aku kira hanya aku yang ngerasa gitu. Makanya aku ingin buru-buru bawa Rani. Biar jadi penangkal." Harry terkekeh dengan pemikirannya sendiri.
"Dasar Ki Duda!" sungut Dave.
"Eits, jangan salah bro! Aku gak pernah jadi duda," sanggah Harry.
"Iya aku lupa kalau kamu punya simpanan," ucap Dave dengan nada mengejek sahabatnya.
Kedua pria tampan itu kembali ke perusahaan setelah menyelesaikan makan siangnya. Namun mereka sangat kaget saat mendengar suara Sevia di ruangan Adam yang sekarang sudah menjadi manager. Dave akan masuk ke ruangan itu, tetapi Harry langsung menahan tangannya agar diam di depan pintu dan mendengarkan apa yang terjadi.
"Via, kamu salah paham! Aku tidak bermaksud begitu" ucap Adam.
"Kamu sudah mendengar semuanya kan? Aku tidak bisa lagi menutupinya. Memang aku yang membuang ponsel kamu karena aku tidak mau kamu bertemu lagi dengan suami kamu itu. Aku ingin kamu menjadi kakak ipar aku. Apa salahnya aku berusaha untuk menyatukan kamu dengan Bang Adam?" tanya Reina.
"Kamu salah Rei, aku istri orang waktu itu Meskipun pernikahan kami belum terdaftar tapi kami menikah sah di mata agama. Tapi sudahlah, semuanya sudah berlalu. Toh, aku sudah kembali bersama dengan Dave. Terima kasih untuk semuanya," ucap Sevia dengan suara yang bergetar. Dia kecewa karena ternyata sahabatnya sendiri tega mengerjai dia.
Flashback on
Sevia sengaja datang ke perusahaan untuk bertemu dengan Dave dan sahabatnya. Namun, saat dia melewati ruangan Adam, tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan adik kakak itu. Dia sebenarnya ingin menemui sahabatnya karena merasa kangen dengan Reina. Namun langkah kakinya tertahan saat mendengar nama Dave disebut.
"Rei, apa yang harus kakak lakukan. Mr. Dave sedang menyelidiki tentang pencuri rancangan game miliknya?" tanya Adam yang terlihat panik.
"Kakak tenang saja! Selama kakak tidak buka suara, tidak akan ada yang tahu dengan apa yang aku lakukan. Kakak ingat kan tentang ponsel Sevia yang hilang? Sampai sekarang mereka tidak tahu siapa yang sudah membuangnya. Alat pelacak yang ada dalam kalung Sevia pun tidak ada yang bisa membuktikannya kalau aku yang sudah membuangnya," ucap Reina dengan enteng.
Semua orang pasti tertipu dengan penampilan Reina yang seperti gadis lugu. Padahal dia sering membobol bank atau membuat tagihan listrik dan air di rumahnya menjadi gratis. Reina kecil yang introver tertarik dengan dunia hacker sehingga dia mempelajarinya sedari masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.
Mendengar namanya disebut, Sevia pun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan Adam. "Tega sekali kamu, Rei. Aku tidak menyangka kamu akan Setega itu padaku. Padahal aku sangat percaya sama kamu."
"Bukan begitu Via, kamu salah dengar!"
Flashback off
Sevia akan ke luar dari ruangan Adam, tetapi dia sangat terkejut saat melihat Dave ada di depan pintu. Berbeda dengan Dave yang justru tersenyum pada istrinya. Pria bermata biru itu langsung merentangkan tangannya agar Sevia segera memeluknya. Seperti ada magnet, Sevia pun segera menghampiri Dave dan masuk ke dalam pelukannya.
"Tenang saja, mereka pasti akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatannya," ucap Dave yang sukses membuat Sevia mengurai pelukannya.
"Maksud kamu?" tanya Sevia heran.
"Kamu tahu, Via. Tikus kecil itu yang sudah mencuri rancangan game virtual aku. Tapi dia ceroboh karena yang dia ambil game virtual yang sedang dalam tahap perbaikan."
...~Bersambung~...
...Jangan lupa dukungannya ya kawan! Klik like, comment, vote, rate, gift dan favorite....
...Terima kasih!...