
"Dave, putraku. Kamu masih hidup, Nak?"
Nampak mata yang berbinar dari seorang wanita paruh baya yang selalu merindukan putra bungsunya. Sungguh dia sangat menyesal karena sudah mengijinkan putranya untuk bekerja di negeri orang. Padahal waktu itu keahliannya sedang dibutuhkan oleh badan intelejen.
"Maaf Nyonya! Sepertinya Anda salah orang, namaku memang Dave tapi mamaku sudah meninggal saat melahirkan aku," ucap Dave dengan menahan degupan jantung yang berirama lebih cepat dari biasanya.
Dave sangat tidak menyangka, dia akan bertatap muka langsung dengan orang yang dia tahu dari fotonya saat mereka masih muda. Selama ini dia memang mencari tahu tentang keluarga papanya. Akan tetapi, Dave sedikitpun tidak berniat untuk mengaku pada dunia kalau dia seorang anak di luar nikah pasangan Dave Mattews dan Kalisa Pradipta Putri. Meskipun di negara papanya sah-sah saja jika seorang lahir di luar nikah. Namun di negara mamanya hal itu dianggap tabu.
"Siapa namamu, Nak?" tanya Kylie Mattews, istri David Mattews.
"Aku Dave Sky Pradipta," jawab Dave.
"Dia ini, anak angkat saya Mr. David. Dave sangat bisa diandalkan dalam mengembangkan game virtual yang dulu dirancang oleh putra Anda. Namun sayang, putra Anda harus berpulang lebih cepat," timpal Andrea seraya menepuk pundak Dave.
Sementara Dave hanya tersenyum samar. Dia secepatnya menetralkan keterkejutannya. Sungguh dia tidak pernah menyangka kalau game itu awalnya rancangan papanya sendiri. Pantas saja banyak tenaga ahli yang tidak bisa melanjutkan rancangan awal dari Dave Mattews, karena memang memakai kode unik yang susah dipecahkannya.
Ternyata aku dan papa terlalu banyak kesamaan, sehingga akan susah mengelak kalau aku bukan putranya. Tapi aku tetap tidak ingin mengakui semuanya pada siapapun. Biarlah menjadi rahasia kalau aku anak di luar nikah orang tuaku. Bahkan Om Al pun tidak pernah memperkenalkan aku sebagai keturunan Pradipta. Dia hanya bilang kalau aku putra angkatnya, batin Dave.
"Kebetulan sekali Mr. Andrea, sebenarnya ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan Anda. Sepertinya besok saya yang akan datang ke perusahaan Anda," ucap David yang sedari tadi diam.
Dia hanya memperhatikan interaksi antara istrinya dengan seorang pemuda yang sangat mirip dengan putranya ketika masih muda. Entah kenapa, David merasakan ada sosok Dave putranya di dalam diri Dave Sky yang ada di depannya. Dia pun diam-diam merencanakan sesuatu untuk membuktikan kecurigaannya.
"Saya menunggu kedatangan Anda, Mr. David. Silakan menikmati hidangannya!" Andrea langsung mempersilakan tamunya untuk masuk. Meskipun ada banyak hal yang ingin David katakan, tetapi dia memakluminya karena memang banyak tamu yang ingin bersalam sapa dengan tuan rumah.
"Terima kasih Mr. Andrea, permisi saya masuk ke dalam dulu!" sahut David kemudian menggandeng istrinya agar masuk ke dalam ballroom.
"Sebentar, Sayang. Aku ingin menyapa putraku dulu," ucap Kylie. "Dave, bolehkah kita berbincang sebentar?" tanyanya kemudian.
"Silakan, Nyonya!" sahut Dave setelah dia melihat Andrea menganggukkan kepalanya sebagai kode agar Dave mengikut keinginan Kylie.
"Dave, saya sangat senang bertemu denganmu. Bolehkah memeluk sebentar saja?" Mata Kylie berbinar penuh pengharapan. Dia benar-benar merasa bertemu dengan putranya yang meninggal dunia saat bekerja di negeri ini.
"Boleh, Nyonya!" Suara Dave sedikit bergetar, ada rasa haru di hatinya. Dia tidak pernah menyangka kalau keluarga papanya akan bersikap hangat seperti saat ini.
"Terima kasih!" ucap Kylie setelah melepaskan pelukannya. Lalu dia pun pergi bersama dengan suaminya.
Setelah kepergian David dan istrinya, Andrea pun merangkul pundak Dave dan mengajaknya berdiri tidak jauh darinya. Dia pun merasa curiga, apa mungkin Dave yang ada di sampingnya sekarang adalah putra tenaga ahlinya yang meninggal. Karena saat kejadian dulu, Dewa yang mengurus pemulangan jenazah maupun urusan rumah sakit.
"Dave, kalau Om pikir-pikir, kamu memang sangat mirip dengan putra Mr. David. Tapi kalau memang kamu cucunya, kamu harus berhati-hati. Karena setahu Om sedang ada perebutan harta warisan di antara anak-anak Mr. David," ucap Andrea.
Lebih baik aku tidak mengakuinya daripada aku harus berebut harta dan mengakibatkan kehancuran buat keluarga aku. Pemberian dari eyang saja sudah cukup buatku. Apalagi Sevia tidak terlalu haus akan harta meskipun dia juga sangat menyukai uang, batin Dave.
Dave terus menyambut kedatangan tamu undangan sampai akhirnya orang tua Harry datang. Nampak Yenita yang terlihat glamor, dia seperti toko perhiasan berjalan. Harry yang melihatnya hanya menggelengkan kepala. Dia tidak pernah menyangka kalau mama tirinya akan berubah seperti sekarang.
"Mitha, Andrea, sukses terus ya!" ucap Yenita seraya cipika cipiki pada istrinya Andrea.
"Makasih! Loh Dave, Harry istri kalian mana? Apa kalian malu membawanya ke sini?" tanya Yenita.
"Ada di dalam, Tan. Mereka bersama dengan Tante Icha," jawab Dave.
Aku yakin pasti penampilannya malu-maluin. Tahu dari mana gadis itu tentang fashion, kemarin saja penampilan mereka mirip sekali dengan pembantu. Aku tidak mau menyapa, pasti bikin malu saja, batin Yenita.
"Papa ke dalam dulu ya! Apa Mr. David sudah datang?" tanya Edward pada Harry.
"Sudah di dalam Pah bersama dengan Nyonya Kylie," jawab Harry.
Edward pun langsung membawa istrinya masuk ke dalam. Dia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri saat harus melihat Yenita beradu mulut dengan orang lain. Apalagi, ini adalah pesta bosnya dulu, seseorang yang dia hormati.
Merasa semua tamu penting sudah, Dave pun pamit untuk menemui istrinya. Namun dia merasa sangat kaget saat melihat Sevia sedang perbincangan begitu akrab dengan Nyonya Kylie, Icha dan Rani. Sementara tidak jauh darinya, nampak Yenita dengan raut wajah cemburu karena dia tidak bisa bercengkrama bersama dengan istri seorang senator.
"Harry, lihat mamamu! Dia kenapa cemberut? Padahal pas tadi masuk begitu percaya diri," bisik Dave pada Harry.
"Biarkan saja, aku menjadi kurang nyaman bicara dengan mama. Tidak seperti dulu lagi, saat dia masih menjadi orang biasa," Harry pun berbisik balik pada sahabatnya.
"Ayo, kita buat dia semakin cemberut!" ajak Dave.
Kedua sahabat itu langsung bergabung bersama dengan istri-istrinya yang sedang asyik berbincang. Tanpa malu, Dave langsung mencium pipi Sevia sekilas dan duduk di sampingnya.
"Sayang, maaf aku lama!" ucap Dave.
"Tidak apa, aku banyak temannya di sini. Apalagi ada Mrs. Kylie dan Tante Icha yang berbagi pengalaman dalam merawat anak-anaknya," tutur Sevia.
"Apa ini istrimu, Dave?" tanya Kylie. Dia kaget kalau ternyata gadis yang begitu ramah itu ternyata istri seseorang yang sangat mirip dengan putranya.
"Iya, Nyonya. Kami sudah memiliki seorang putri," jawab Dave.
"Ternyata kalian sudah saling mengenal. Dave ini putra angkat aku Mrs Kylie. Dia anak yang baik dan penurut. Wajahnya ini sangat mirip dengan papanya," ucap Icha tanpa sadar.
...~Bersambung~...
...Dukung terus Author ya kawan! Klik like, comment, vote rate gift dan favorite....
...Terima kasih!...
Kepoin juga karya Author keren yang satu ini yuk!