
selamat membaca
Brayen masih mengangkat senjatanya dan mengarahkan nya ke ketua black dragon, hatinya saat ini masih di penuhi rasa amarah, mendengar kisah dari gadis pujaannya yang mengalami banyak penderitaan, membuat Brayen sangat emosional.
"kau sudah berjanji akan melepaskan ku ...!!!, apa kau akan mengingkari janji mu sendiri...???" tanya ketua black dragon dengan wajah yang sudah pucat.
"kau membicarakan janji di depan ku, tapi kau tak memberitahukan semua yang kau ketahui...!!! apa kau pikir aku ini terlihat bodoh...???" jawab Brayen dengan penuh emosi.
"a...a..apa ma... maksud mu...???" tanya ketua black dragon dengan terbata-bata.
"kau mempunyai organisasi yang sangat terorganisir, sudah pasti mempunyai seseorang yang mendukung mu dari belakang, dan untuk masalah ibu Key, kau bilang tak mengetahui siapa dia sebenarnya...!!!, tapi itu sangat mustahil, seseorang yang mampu menjalankan bisnis yang terorganisir dengan baik, tak akan mau menerima misi yang dia sendiri tak tau siapa target nya...!!!" Brayen berkata cukup panjang saat ini.
"i....i..itu me..me.. memang benar adanya, aku tidak mem...mem... membohongi mu...!!!" jawab ketua black dragon dengan gugup.
"kau jangan bercanda....!!!, aku juga berada di industri yang sama dengan mu, tapi bedanya aku tak melakukan hal-hal keji dengan membunuh keluarga orang lain dan menculik anak-anak." sambung Brayen lagi.
"aku tau kau tak mau memberitahu siapa klien mu itu, tapi ketahuilah...., aku akan menemukan mereka semua." kata Brayen yang terakhir lalu menarik pelatuk dari pistolnya dan bom......, timah panas menembus kepala ketua black dragon.
"me...mereka bukan o....orang yang mu...mudah kau hadapi, li...lindungi saja Shakira...., dia sudah ku a....anggap sebagai a...anakku sendiri." gumam ketua black dragon secara terbata-bata untuk yang terakhir kali.
setelah semuanya anggota sudah berkumpul, memeriksa apakah ada yang terluka atau masih ada yang terlewatkan, setelah semuanya sudah jelas, Brayen memerintahkan anak buahnya untuk meratakan semua markas black dragon agar rata dengan tanah.
"apa semua sudah selesai....???" tanya Brayen kepada Juno.
"semua berada dalam kendali tuan....!!!" jawab Juno dengan tegas.
"bagus...., hancurkan semuanya, aku tak mau lihat bukit ini lagi, dia harus rata dengan tanah saat ini juga." perintah Brayen adalah mutlak dan harus di lakukan sesuai dengan perintahnya.
"baik tuan....!!!" jawab Juno dan langsung berbalik kepada anak buahnya, hanya dengan memberikan kode anggukan saja, markas black dragon Langsung di hancurkan dengan mudahnya, ledakan yang di hasilkan oleh bom-bom yang di rancang sendiri oleh organisasi Brayen sangat memuaskan. bendanya sangat kecil, bahkan hampir mirip dengan permen karet, tapi hasilnya sangat maksimal.
"hmmmm...., sungguh memuaskan....!!!, gadis ku pasti akan sangat menyukai pemandangan ini." gumam Brayen sambil mengeluarkan handphone nya dan mengambil beberapa gambar dan mengirimkannya ke Key.
"segera atur jadwal keberangkatan ku, aku mau menemui gadis ku...." perintah Brayen dan berjalan meninggalkan hutan. dan untuk masalah anak-anak yang sudah di culik, Brayen sudah membangun yayasan sendiri untuk anak-anak, jika ada keluarga dari mereka yang sudah di temukan, Brayen akan mengembalikan mereka ke keluarga asli mereka.
'sayang..... tunggu aku...., mulai saat ini aku akan menemanimu di sana." dalam hati Brayen.