
selamat membaca
Key dan Brayen keluar dari hotel, mereka menaiki mobil sports dengan Brayen sebagai pengemudinya, tujuan mereka saat ini adalah perusahaan orang tua Key yang di ambil alih oleh pamannya sendiri.
dalam sekejap saja mereka sudah berada di depan perusahaan raksasa yang bergerak di bidang sektor produksi makanan, tapi tak hanya itu saja, bidang elektronik juga bidang properti adalah sebagian besar dari perusahaan ibu Key.
"sayang..., apa kita tidak akan masuk kedalam..?" tanya Brayen yang sudah selesai memarkirkan mobilnya.
"itu tidak perlu, aku bisa melihat semuanya dengan jelas lewat laptop ku, lagian kita cuma datang untuk melihat saja." jawab Key Tampa melihat Brayen, karena ia sibuk dengan laptopnya.
"sepertinya mereka merawat perusahaan ibunda dengan baik, setelah membebaskan ibunda, kita akan mulai mengambil alih semua yang merupakan hak ibu." ucap Key yang masih memperhatikan keadaan di dalam perusahaan ibundanya.
"sekarang kita mau kemana lagi...?" tanya Brayen karena sudah melihat Key menutup layar laptopnya.
"ke rumah ibunda, negara ini masih menggunakan sistem kerajaan, ayah ibunda merupakan seorang mantri di negara ING ini, ia juga merupakan seorang kepala keluarga, tapi saat ini yang mengambil alih kepala keluarga adalah paman ibunda." jawab Key dengan wajah datarnya.
"ya...., siapa yang menyangka jika ibunda mempunyai status yang seperti ini, kehidupan ibunda pasti sangat sulit." ucap Key merasa sedih dengan kehidupan yang telah dilalui ibundanya, apalagi ibundanya sudah biasa hidup sebagai nona muda yang penuh dengan kemudahan, tiba-tiba menjadi seorang tawanan oleh keluarganya sendiri.
"jangan bersedih, kita akan menyelamatkan ibunda mu, kita juga akan menghukum mereka semua, jangan lupa jika Deddy mu merupakan seorang pengusaha ternama di negara AM, dan aku juga bisa membantu mu, dan jangan lupa juga dengan identitas mu, kau wanita yang hebat, jangan lupakan itu." ucap Brayen mencoba menguatkan kekasihnya.
"terimakasih..., dan aku mencintaimu mu, sungguh..., kau adalah hal yang paling berharga untuk ku setelah keluarga ku, berjanjilah kepada ku kau tak akan pernah meninggalkan ku selamanya." Key memegang kedua tangan Brayen, ia seperti sedang merasakan sesuatu yang membuat hatinya sedikit gelisah.
"aku berjanji padamu, aku tak akan pernah meninggalkan mu, apa yang membuat mu khawatir sayang..?." jawab Brayen sambil membelai pipi Key dengan lembut.
"entahlah..., aku merasa sedikit gelisah." ucap Key dengan jujur.
"tenanglah..., semua akan baik-baik saja, aku akan ada di sisimu selamanya, ibunda, Deddy, Gio dan yang lainnya juga akan selalu ada di sisimu, kami tak akan membiarkan mu seorang diri." gumam Brayen yang sudah membawa Key kedalam pelukannya, mendengar perkataan Brayen membuat Key sedikit lebih tenang, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan menuju kediaman keluarga ibunda kepada, tapi mereka tak bisa mendekat, karena kediaman itu di lindungi dengan sangat ketat, belum lagi halaman yang sangat luas sebelum memasuki halaman kediaman tersebut.
"sudah cukup melihatnya, ayo kita kembali, kita harus bersiap juga untuk malam nanti, setelah ibunda berhasil kita bebaskan, kita akan kembali untuk mengurus mereka semua." ucap Key dan langsung di angguki oleh Brayen.