Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 129


selamat membaca


setelah seminggu Key dan Brayen menyamar menjadi pelayan di mansion keluarga besarnya, akhirnya tiba saatnya untuk mereka mengakhiri penyamaran mereka, semua bukti keterlibatan paman ibu Key dalam upaya pembunuhan kakek Key dan juga ibu Key sudah mereka dapatkan.


"semua bukti sudah kita dapatkan, saatnya membuat para pelayan yang lain keluar dari rumah." gumam Key tapi masih dapat di dengan oleh anggota yang lain yang senantiasa mengawasi karena terhubung dengan bakat komunikasi kecil yang mereka pasang di dalam mulut mereka.


"serahkan saja pada ku, persiapkan telinga kalian dengan ledakan kecil." sambung bang black yang berada di markas, ia dengan cepat mengaktifkan salah satu bom kecil yang mereka pasang, dan dengan cepat ledakan terjadi dan menghancurkan bagian taman.


bang black sengaja menghancurkan bagian taman hanya untuk pengalihan agar para pelayan yang lain dapat melarikan diri, dan benar saja, para pelayan dan semua yang ada di dalam kediaman langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri.


sedangkan Key dan Brayen juga bergegas keluar dari mansion tersebut melalui pintu belakang, tetapi saat mereka sudah berada agak jauh dari mansion, seseorang menghadang mereka, dan itu adalah Morfen, sang pembunuh bayaran yang juga salah satu saingan Key dulu, meskipun begitu, mereka tak pernah berhadapan secara langsung dan hanya mendengar kabar angin dari kelompok pembunuh bayaran yang lainnya.


"Morfen ...." gumam Key dengan wajah datarnya, tapi juga tak menutupi keterkejutannya saat berhadapan langsung dengan rival yang selalu di sandingkan dengan dirinya.


"akhirnya aku bisa berhadapan langsung dengan sang queen shadow, aku sudah lama menunggu hari ini." ucap Morfen dengan senyum di wajahnya.


"sepertinya aku akan memulai dengan si mulut besar itu dulu, aku tak mau ada yang mengganggu kita saat berhadapan seperti ini." ucap Morfen yang masih menatap Key.


"jika kau berani menyentuh sehelai rambutnya, aku akan memotong tangan menjijikkan mu itu." ucap Key dan langsung melemparkan belati ke arah Morfen, mereka belum sempat mengambil senjata karena baru keluar dari mansion, sedangkan senjata mereka ada di dalam mobil, hanya sepasang belati yang selalu berada di tubuh Key dan tak pernah ia tinggalkan.


dengan cepat Morfen menghindari belati tersebut, dia juga langsung mengeluarkan belati miliknya, seorang pembunuh bayaran mempunyai harga diri yang tinggi, jika mereka sedang sparing, mereka akan menggunakan senjata yang sama dengan lawan mereka, itu hanya berlaku jika mereka sesama pembunuh bayaran.


"sayang....aku akan membantu mu ..." teriak Brayen dan bersiap untuk maju dan membantu Key, tapi dengan cepat Key menghalangi jalan Brayen.


"ini urusan antara aku dan dia, kau tak bisa masuk di antara kami, aku akan menyelesaikan ini secepat mungkin." ucap Key dan di akhiri dengan ledakan yang sangat besar di belakang mereka, yang menandakan jika mansion tersebut sudah rata dengan tanah.


"aku tak tau kenapa kau menyentuh keluarga Alfendo, tapi melihat kau menghancurkannya sampai meratakan sampai ke akar-akarnya, aku yakin mereka melakukan sesuatu yang buruk terhadap mu, tapi tak ada hubungannya dengan ku, aku hanya bergabung dengan mereka karena melihat adanya bayang-bayang dari mu, aku jadi yakin kalau kita akan bertemu." ucap Morfen dan kembali menyerang Key.