
selamat membaca
matahari pagi sudah menyapa bumi, angin sejuk bertiup menggugurkan dedaunan, dua sosok insan muda mudi masih setia dengan tidur nya, kicauan burung dan silaunya matahari membangunkan Key yang sedang di peluk erat oleh Brayen.
wajahnya yang teduh membuat mata Key tak bisa mengalihkan pandangannya, ia dengan perlahan mengangkat tangannya mengikuti lekuk wajah Brayen yang sedang tertidur lelap.
"kenapa dia tidur di kamar ku...???" dalam hati Key, ia mencoba bangun tapi tangan Brayen melingkar indah di pinggangnya, Key dengan perlahan mengangkat tangan Brayen berniat untuk memindahkan tangannya agar dia bisa bangun, tapi Brayen malah semakin mempererat pelukannya, dan membawa Key dalam dekapannya yang hangat.
"Brayen...., apa yang kau lakukan....???, cepat singkirkan tangan mu, aku mau mandi...!!!.
"sayang.....!!!, lima menit lagi....!!!, biarkan aku memeluk mu seperti ini ...!!!" jawab Brayen Tampa membuka matanya.
"hei....., kenapa kau tidur di kamar ku....???" tanya Key yang masih dalam dekapan Brayen.
"kau yang tak membiarkan aku pergi semalam....!!!" jawab Brayen dengan jujur.
"omong kosong apa yang kau katakan...???, kau jangan membohongi ku ....!!!, atau kau mau ku pukul ....???" jawab Key yang tak percaya dengan apa yang di katakan Brayen, ia memang tak ingin dengan apa yang ia lakukan saat tidur semalaman.
"sayang.....!!!, kau memegang tangan ku sangat erat dan berkata jangan pergi....!!!, aku mana berani membohongi mu....!!!" jawab Brayen setengah berbohong.
"benarkah....???, apa aku sedang bermimpi saat sedang memegang tangan mu....???" Key bertanya-tanya sendiri pada dirinya.
"sayang.....!!!, apa kau mau mandi berdua....???" goda Brayen, ia menatap Key sambil menaik turunkan keningnya.
"apa kau sudah bosan hidup....???, kebetulan aku mempunyai racun yang baru aku kembangkan, mungkin akan cocok saat aku mengujinya kepada mu...!!!" jawab Key dengan senyum devil nya, membuat Brayen merinding disko saja.
"ah......aku masih mengantuk....!!!, kau mandi saja sendiri...!!!, aku lanjut tidur saja...." jawab Brayen dan langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, membayangkan dirinya menjadi kelinci percobaan, membuatnya ngeri sendiri.
setelah beberapa saat, mereka berdua sudah selesai mandi dan berganti pakaian, mereka berdua turun bersama untuk sarapan paginya, para maid berjejer dan memberikan mereka hormat dan kembali menjalankan tugasnya masing-masing.
"selamat pagi tuan dan nyonya....." sapa para maid dan hanya di balas anggukan oleh Key dan Brayen.
sarapan pagi sudah siap di atas meja, para maid yang bertugas melayani tuan dan nyonya mereka secara pribadi sudah siap siaga di belakang kursi Key dan Brayen, bersiap jika tuan dan nyonya mereka membutuhkan bantuan.
selesai sarapan Key kembali bekerja, tapi kali ini ia bekerja di taman yang ada di kediaman Brayen, ia sedang mencaritahu informasi tentang ibunya, setelah beberapa saat mengotak-atik keyboard laptop nya, akhirnya Bisa membuahkan hasil juga, informasi tentang ibunya muncul, tapi semua data-data itu sangat tidak mudah di dapatkan Key, untung saja ia peretas yang sangat handal.
"identitas ibuku sungguh ku luar biasa...!!!" gumam Key saat melihat data-data ibu kandungnya.
"nama ibuku Revania William, putri dari seorang pasangan bangsawan di negara ING, anak satu-satunya yang merupakan ahli waris dari keluarga." gumam Key membaca biodata ibunya.
"sepertinya aku harus ke negara ING untuk melihat keadaan mu ibu, kuharap kau baik-baik saja" sambungnya lagi sambil membelai lembut foto ibunya.