Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 111


selamat membaca


saat ini Key sudah ada di dalam kamarnya, tak lama juga Brayen juga mengikuti Key ke dalam kamar, Key terlihat sangat tenang tadi, tapi Brayen sangat tau jika Key hanya berusaha menahan dirinya saja.


walaupun dan bagaimana pun juga, Alex adalah cinta pertama buat Key, dan untuk melupakannya pasti memakan waktu, dan kini dia mendengar jika ayah dari lelaki yang pernah dia cintai sepenuh hati adalah orang yang mau menyingkirkan dirinya dan mempunyai hubungan dengan organisasi yang menghancurkan keluarganya.


"sayang......" panggil Brayen saat sudah berada di dalam kamar Key.


"um...., kenapa kau ada di sini...???" tanya Key yang baru sadar jika Brayen mengikutinya kedalam kamarnya.


"aku di sini karena calon istri ku ada di sini, memangnya aku harus ke mana lagi...?" jawab Brayen dan kembali melontarkan pertanyaan sambil merebahkan tubuhnya di samping Key yang sedang duduk di kasur empuknya.


"ini kamar ku, kau bisa istirahat dulu di ruang tamu, di rumah ini tak kekurangan kamar Bray." balas Key yang kembali berdiri dan mencoba menarik tangan Brayen untuk membawanya keluar, tapi kejadian yang dia harapkan justru kebalikannya.


"aku tidak mau kamar tamu, yang aku mau itu ada di samping wanita ku." ucap Brayen sambil menarik tangan Key yang memegang tangannya tadi dan membuat Key jatuh tepat di atas tubuh Brayen.


"AW......." ringis Key yang jatuh di atas tubuh Brayen dan menabrak dada Brayen yang kekar.


"apa kau sedang bercanda pada ku Bray...???" tanya Key yang merasa kesal karena kejedot tubuh kekar Brayen.


"aku tidak ingin bercanda dengan mu, kalau bisa aku hanya ingin bercinta dengan mu." goda Brayen dan langsung mendapat jambakan rambut dari Key.


"aw...aw....aw....., ampun.... ampun... sayang...., aku cuma bercanda tadi...!!!" ucap Brayen sambil meringis memegang kepalanya yang masih di Jambak oleh Key.


"bercanda kata mu...?, itu bukan becanda, tapi minta ku hajar ....!!!" ucap Key sambil memukul Brayen.


"aku senang melihat kau marah-marah seperti ini, sejak tadi kamu sepertinya menahan banyak beban di dalam hati." ucap Brayen sambil menahan kedua tangan Key yang memukul dadanya sejak tadi.


mendengar perkataan Brayen, Key langsung terdiam dan menatap Brayen dengan ekspresi yang tak bisa Brayen baca.


"ada apa dengan tatapan itu ..???, kau membuatku takut saja." ucap Brayen sambil mengedip-ngedipkan matanya mencoba gaya yang sok imut.


"cis ...., tak usah berekspresi seperti itu, kau sama sekali tak cocok dengan ekspresi itu." ucap Key sambil terkekeh pelan, Brayen yang melihat Key kembali tersenyum, ia merasa bersyukur, usahanya tidak sia-sia, walaupun harus mendapat jambakan dan pukulan Key, itu sepadan dengan kembalinya senyum dan tawa wanita yang ia cintai.


"aku senang melihat kau tersenyum seperti ini." ucap Brayen dan kembali membawa Key kedalam pelukannya.


"terimakasih karena sudah menghibur ku, kau memang bisa di andalkan." ucap Key yang juga ikut membalas pelukan Brayen.


"aku sedikit merasa terguncang, kemarin aku mendengar berita yang mengejutkan, dan hari ini kembali di kejutkan lagi, hati ku sedikit......" ucapan Key terhenti saat Brayen mengecup bibirnya singkat.


"berhentilah berfikir, cobalah untuk tenang saat ini, yang harus kau ingat adalah kau tak seorang diri, kau mempunyai diriku, saudara, Deddy dan para sahabat mu." ucap Brayen dan kembali mempererat pelukannya sambil membelai lembut rambut Key.