Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 127


selamat membaca


tuan Delano saat ini sudah sangat gelisah dan tidak sabar lagi untuk bertemu dengan nyonya Merlin yaitu ibu Key, sudah sejak tadi ia hanya mondar-mandir di depan mansion, ingin menjemput langsung ke bandara, tapi Gio melarangnya dan menyuruh dirinya untuk menunggu di rumah, dan setelah beberapa waktu, akhirnya yang tunggu datang juga, dengan cepat tuan Delano berlari mendekati mobil yang di tumpangi Gio dan ibunya, nyonya Merlin.


"hai Ilano......!!!" panggil nyonya Merlin sesaat sudah turun dari mobil.


"hai Elin..., aku sudah sangat lama tak mendengar nama ku di panggil seperti itu, hanya dirimu saja dan orang tua ku yang memanggil nama itu." ucap tuan Delano sambil berjalan mendekat ke arah nyonya Merlin.


"aku merindukan mu, aku sangat-sangat merindukan mu sayang." ucap tuan Delano sambil memeluk erat tubuh ramping wanita cantik paruh baya tersebut.


"aku juga...., setiap saat hanya dirimu dan anak kita yang menjadi kekuatan untuk ku bertahan dari segala siksaan mereka." ucap nyonya Merlin yang juga membalas pelukan hangat tuan Delano, air mata bahagia akhirnya keluar juga dari ke dua pasang mata yang sudah lama memendam kerinduan yang sangat lama.


"maaf.... maafkan aku Elin, itu semua terjadi karena ketidak becusan ku dalam menjaga dan melindungi mu." ucap tuan Delano penuh dengan penyesalan.


"kau tak perlu meminta maaf Ilano, itu semua bukan kesalahan mu, orang-orang serakah itulah yang harus di beri hukuman." jawab nyonya Merlin.


"kau betul sayang, ibu tidak sadar kalau kita masih di luar mansion." ucap nyonya Merlin sambil mengelus lembut rambut Gio, setelah itu mereka semua masuk kedalam dan melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda.


sedangkan di negara ING, Key masih menunggu kabar dari Gio untuk memberikan kabar jika mereka sudah sampai di kediaman mereka, tak lama masuk video yang di kirimkan oleh Gio, dan ternyata itu adalah video saat kedua orang tua mereka bertemu, itu sungguh membuat hati Key bahagia.


"Deddy dan ibu sudah ada di dalam mansion, mereka lagi menikmati waktu berdua, aku akan kembali ke sana besok." ucap Gio melalui pesan.


"baiklah...., luangkan waktumu untuk Lia, aku dan Brayen akan bergerak duluan, kau hanya akan mengentrol anak-anak saat kami masih di dalam kediaman Alfendo." balas Key melalui pesan juga.


"sayang .., apa yang kau lakukan...?, ini masih jam tiga dini hari." ucap Brayen yang juga ikut terbangun saat ia menyadari jika Key tak berada di sampingnya.


"tidurlah kembali, aku hanya menunggu kabar dari Gio saja." ucap Key dan kembali berbaring bersama sambil menikmati dekapan hangat Brayen.


semenjak memulai misi ini, Key masih belum bisa lepas dari rasa perasaan yang tak nyaman, hatinya seperti sedang merasa ketakutan dan khawatir, entah apa yang sebenarnya terjadi, apalagi dia juga mengetahui jika di keluarga paman ibunya, terdapat satu orang yang merupakan sosok pembunuh, itu ia ketahui saat sedang meretas beberapa arsip dari semua pelayan dan prajurit yang ada di mansion itu, dan sosok Morfen muncul yang juga merupakan sosok pembunuh bayaran, sejauh yang Key ketahui, Morfen merupakan pembunuh yang sangat sadis.