
selamat membaca
Brayen yang mendengar Key ingin mencari pendamping lain langsung menekuk wajahnya, ia sangat tidak suka dengan kata-kata yang di keluarkan dari bibir mungil Key.
"perhatikan kata-kata mu sayang, tak akan ada siapapun yang dapat merebut dirimu dari ku, jangankan mendekati mu, memikirkan diri mu saja, aku pasti akan membunuh mereka semua, dan kau tak usah khawatir, aku tak akan mati di sini, aku tak akan membiarkan dirimu menangisi ku seorang diri." jawab Brayen, ia berhasil terprovokasi oleh kata-kata Key.
sedangkan Key yang mendengar jawaban Brayen hanya senyum-senyum sendiri, sampai saat Gio datang menghampiri dan membuatnya kaget.
"Kaka...., kenapa kau tersenyum sendiri hah...???, apa kepala mu habis terbentur atau kau sudah gila karena melihat pasangan jalan* itu...???" tanya Gio dengan ekspresi begonya.
"sembarangan kalau ngomong....!!!" kepala Gio berhasil mendapat hantaman dari Key.
"aku lagi bicara sama Brayen...!!!, dia lagi membersihkan markas black dragon saat ini." sambung Key dan memperlihatkan proses kerja anak buah Brayen.
"ini makan siang mu." Gio memberikan makan siang yang di pesan Key tadi, ia tak bisa ikut makan bersama dengan yang lain dan harus mencari lokasi yang sepi untuk melihat kinerja dari anggota Brayen.
"makasih...." jawab Key sambil menerima makanan yang di sodorkan Gio.
"hai Kaka ipar...." sapa Gio kepada Brayen.
"oh....Gio...., senang mendengar suara mu, tolong jaga calon istri ku, dia paling hobi membuat ku cemas dengan mengancam akan mencari lelaki yang lebih tampan dan kaya dari ku." jawab Brayen sambil terus menembakkan beberapa peluru panas kepada musuh di depannya.
"Kaka ipar tenang saja, tidak akan ada yang berani mendekati kakak ku, hanya Kaka ipar yang pantas untuk dirinya." jawab Gio dengan yakin.
saat ini tim dua dan tim tiga sudah berhasil masuk berkat tim penyusup yang sudah beberapa Minggu menyamar sebagai anggota black dragon, mereka masuk melalui sisi bukit yang lain dengan cara meledakkan sisi bukit.
anak-anak yang sudah di culik langsung di amankan, mereka langsung mengawal mereka sampai di jalan utama dan membawa mereka ketempat yang lebih aman.
sedangkan tim ke tiga juga melakukan tugasnya dengan baik, mereka mengambil semua data-data yang di perlukan, mulai dari data yang kecil sampai yang besar, tak ada yang lewat dari pemantauan mereka.
di saat Brayen masih sibuk dengan acara tembak menembak nya, anggota nya melaporkan hasil kerja mereka.
"tuan ....., tugas tim ke dua sudah selesai" laporan tim ke dua.
"tuan. ...., tugas tim ke tiga juga sudah selesai." laporan tim ke tiga.
"bagus....., sekarang tinggal menyelesaikan semuanya." jawab Brayen, ia langsung menggerakkan tangannya untuk memberikan kode agar melakukan serangan dengan maksimal.
anggota Brayen langsung melemparkan beberapa granat, sedang Brayen sendiri masih berjalan di tengah-tengah ledakan sambil terus menembak ke arah musuh.
"sayang..., apa kau bisa melihat dimana ketua mereka berada...???" tanya Brayen di tengah-tengah pertempuran nya, ia sudah mencari ketua dari black dragon, tapi tak pernah keluar.
"serahkan pada ku....!!!" jawab Key dan langsung menggerakkan jari-jari mungil nya di atas keyboard.