
Brayen juga saat ini sudah selesai membersihkan diri, ia langsung bergegas ke kamar Key untuk membicarakan masalah orang tua Key, tapi ia tak mendapati Key berada dalam kamarnya.
"dimana nyonya kalian...???" tanya Brayen kepada salah satu maid.
"nyonya muda ada di dapur tuan....!!!" jawab maid setengah menunduk.
"apa yang dilakukan nyonya kalian di dapur jam segini ...???" tanya Brayen lagi, tapi saat maid Hendak menjawab Brayen malah mengangkat tangannya, dan berlalu meninggalkan maid untuk menemui gadis nya di dapur.
saat Brayen tiba di dapur, terlihat Key begitu cekatan dalam mengerjakan urusan dapur, ia juga memerintahkan beberapa maid untuk membantunya seperti membersihkan beberapa sayuran dan juga bahan pokok yang akan ia masak.
"sayang....!!!, kenapa kau harus memasak sendiri....???, di sinikan ada koki, kau bisa bilang saja sama mereka jika ingin memakan sesuatu." Brayen yang datang dan langsung memeluk pinggang Key yang sedang sibuk menyiapkan makan malam mereka.
"aku mahir dalam segala hal, termasuk dalam hal memasak, keahlian memasak ku sekelas koki hebat dunia, jadi kau tak usah ragu untuk memakan hasil masakan ku, dan singkirkan tangan jail mu itu, aku lagi sibuk sekarang." jawab Key, ia berusaha melepaskan tangan Brayen, karena itu sangat menggangu pergerakannya dalam memasak.
"aku tidak meragukan masakan mu, aku hanya ingin wanita ku menikmati apa yang sudah aku siapkan saja untuk mu, dan jangan menyuruh ku melepaskan pelukan ku, kau tau...!!!, aku ada sangat merindukan mu, lagian aku masih marah...., kenapa kau berpakaian yang sangat menyebalkan tadi, apa kau tau ....???, mata para lelaki yang ada di sana selalu mencuri-curi kesempatan untuk memandang tubuh wanita ku, aku ingin sekali mencongkel mata mereka semua." lanjut Brayen panjang lebar, tapi Key sepertinya tak menghiraukannya dan malah lebih fokus dengan masakannya.
"apa kau tak lihat kami semua sedang sibuk...???, menyingkirlah.... ini tidak akan lama lagi, apa kau tak malu sama para bawahan mu....???" tanya Key dan mendapat kekehan dari para maid yang sedang bertugas membantu Key di dapur.
"lihai.....!!!, mereka saja menertawakan mu...!!, jadi menyingkirlah....!!!, aku akan memanjakan mu sebentar setelah aku menyiapkan makan malam untuk mu...!!!, ini sudah hampir jam 3 dini hari, dan aku tau kau pasti belum makan malam sejak kau datang tadi." sambung Key yang sudah berbalik menghadap Brayen yang memasang wajah cemberut nya.
"ayo sana ....!!!, duduk yang manis dan lihat aku dari tempat duduk saja....ok.....!!! uuuummmmmaaahhh......!!!" satu kecupan panjang untuk menenangkan bayi besar yang enggan melepaskan pelukannya.
setelah mendapat kecupan yang panjang dari Key, Brayen dengan patuh melepaskan pelukannya dan duduk dengan tenang di meja makan sambil memperhatikan Key yang sangat telaten mengerjakan masakannya, dan dalam beberapa saat, menu makan malam akhirnya jadi juga.
Key memasak cukup banyak menu, alasannya karena ia tak tahu apa yang akan di sukai oleh Brayen, jadi dia memasak dari sayuran, daging, ayam, dan beberapa menu seafood lainnya seperti cumi, kepiting, dan abalon.
"aku tak tau apa yang kau suka jadi aku memasak dalam jumlah yang banyak." Key yang sudah selesai menata masakannya di bantu para maid.
"aku suka semua yang dimasak oleh mu....!!!, asalkan itu masakan mu sayang....!!!" jawab Brayen dengan senyum yang merekah, ini kali pertama ia di perhatikan secara tulus dari seorang wanita, biasanya semua yang mendekatinya hanya menginginkan uang dan kekuasaan saja.