
selamat membaca
Alex yang melihat keintiman Key dan laki-laki yang baru saja muncul dan menyebut Key adalah wanitanya, itu sudah cukup membuat amarah Alex meledek, sudah cukup ia berpisah dari Key hanya karena perjodohan yang bodoh ini, tapi kini datang lagi masalah yang jauh lebih serius dari masalah pertunangan, laki-laki tak tahu malu di depannya kini berani memeluk gadisnya, apalagi mencumbunya di depan matanya secara langsung.
"Key....aku tanya pada mu....!!!, siapa laki-laki brengsek tak tahu malu ini...???" teriak Alex menggebu-gebu.
"hummmm....., siapa kau berani meneriaki wanita ku ....???, oh ..... tunggu.....!!!, kau laki-laki bodoh yang melepaskan Key bukan....???, tapi aku bersyukur kepada mu, karena kebodohan mu itu, aku dan Key akan bersama selamanya." jawab Brayen, dan dia masih dengan setia memeluk Key.
"sudah...., tidak usah hiraukan dia....!!!, kenapa kau ada di sini....???, kau juga tak memberitahukan ku jika kau akan kesini ...!!!" kini Key yang membawa Brayen untuk meninggalkan Alex, jika mereka terlalu lama berdiri berhadapan, takutnya Alex akan ketiban masalah besar.
"kau mau kemana Key....???, aku masih bicara pada mu....!!!" Alex menahan tangan Key yang hendak pergi meninggalkannya.
"lepaskan tangan kotor mu itu...!!!, kau tak pantas menyentuhnya....!!!" Brayen menepis tangan Alex dengan paksa dan memukul wajah dan perutnya sampai-sampai Alex memuntahkan seteguk darah.
"ha ha ha ha ......, kau berani memukul ku....???, apa kau ingin mati ....???" teriak Alex sambil mengeluarkan pistol nya dan mengarahkan nya ke Brayen, tapi Key tiba-tiba muncul di hadapan Brayen dan menghalangi Alex.
"kau melindunginya Key....???, apa kau betul-betul sudah melupakan ku....???, atau dari awal memang kau tak pernah mencintai ku...???" tanya Alex, ia tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Key melindungi laki-laki lain di depan matanya.
"kau tak akan bisa menyakitinya, aku tak akan membiarkan mu melakukan itu." jawab Key dengan datar.
"sebaiknya kau bawa tunangan mu...., hari ini ulang tahun sahabat ku, aku tak mau dia merusak hari bahagia kami." setelah mengatakan itu, ia membawa Brayen ke tempat sahabat-sahabatnya yang sedang asyik menonton pertunjukan live gratis yang bertemakan cinta segitiga.
Alex dan Zevanya terpaksa pulang, ia juga merasa tak enak karena sudah mengacau malam ini, apalagi kejadian ini sudah pasti akan langsung sampai ke telinga ayahnya, jadi dia hanya akan menambah masalah untuk dirinya sendiri.
"Kaka ipar ....., kau kenapa hanya memukulnya sedikit....???, padahal aku ingin Kaka ipar mematahkan setiap inci tubuhnya." tegur Gio saat Brayen dan Key duduk bersama dengan mereka.
"aku juga inginnya seperti itu, tapi aku takut kakak mu akan membunuh ku....!!!" jawab Brayen dengan nada sedikit kesal juga.
"jadi ini dia pengganti Alex....???, pantas saja kau cepat move on Key, dia tampan....!!!" celetuk Rose dan langsung mendapat pelototan dari Stiv.
"bukankah kau teman Abang ku...???, waktu itu kau hadir di ulang tahun Abang ku...!!!, benar bukan....???" kini Aiden ingat dengan sosok Brayen.
"ya ...., kau betul...., aku dan abang mu rekan bisnis, kami banyak menjalankan kerja bisnis bersama." jawab Brayen dengan santai.
"berhenti bicara bisnis...!!!, sebaiknya kau bilang dulu, kenapa kau bisa tau aku ada di sini....???, apa kau membututi ku....???" pertanyaan Key langsung membuat Brayen merinding, ia takut akan di hajar habis-habisan karena berani membututi nya.