
Selamat membaca
Setelah memerintahkan juno si asisten, brayend kembali mengerjakan tugas-tugas perusahaannya, anak perusahaannya tersebar di beberapa negara, jadi dia sudah pasti akan kekurangan tidur untuk mengawasi setiap anak perusahaannya.
Tepat pukul 4 subuh, brayend baru menyelesaikan semua dokumen-dokumen yang menumpuk di ruang kerjanya, saatnya ia untuk kembali ke tempat tidurnya untuk beristirahat sekitar 2 atau 3 jam,
Tepat jam 6 pagi, key sudah selesai dengan latihannya, karena ia sudah bangun sejam yang lalu dan langsung melakukan rutinitas paginya seperti biasa, yaitu lari pagi dan juga latihan fisik yang lainnya.
Selamat pagi nyonya... " sapa pak ko saat key baru masuk ke dalam mansion
Pagi paman ko..., apa brayend belum bangun...???" tanya key lagi, karena ia belum melihat keberadaan brayend.
Sepertinya sebentar lagi nyonya, tuan semalam meninggalkan ruang kerjanya pukul 4 subuh" jawab kepala pelayan ko
Apa dia selalu seperti itu...???" tanya key yang sudah duduk di meja makan untuk sarapan.
Ia nyonya..., tuan selalu seperti itu, banyak yang harus tuan kerjakan" jawab kepala pelayan ko dan key hanya mangut-mangut saja.
Selamat pagi sayang... " sapa brayend yang baru muncul di ruang makan
Apa tidur mu nyenyak...???" tanya brayend yang juga sudah duduk di meja makan untuk sarapan.
Ya.... Cukup nyenyak... " jawab key sambil mengunya makannya
Aku baru mendapat laporan dari si juno, katanya semua kamera sudah di pasang di sekitar area hutan" brayend memulai pembahasan masalah black dragon
He he he...., apa kau sebegitu doyannya dengan makanan...???" tanya brayend, ia merasa lucu dengan tingkah key yang tak pernah menjaga image di depannya, biasanya para gadis akan bersikap sok manis dan menjaga pola makannya.
Ya... Aku hobi dengan makan.., apa kau bermasalah dengan hobi ku...???" jawab key sekaligus bertanya
Nga..., nga... Nga ada masalah..., lanjutkan makan mu dan bersiap-siaplah, kita akan ke markas" jawab brayend yang juga menyantap makanannya.
......
Di lain sisi, ketua black dragon sedang menelfon di ruang pribadinya, kelihatannya ia sedang membicarakan sesuatu yang amat serius, terlihat dari raut wajahnya yang sedikit suram.
Kenapa hanya membunuh seorang gadis saja kalian tidak becus...???" suara di seberang telpon
Maaf tuan, dia bukan hanya seorang gadis, dia mesin pembunuh yang kita ciptakan sendiri tuan" jawab sang ketua mafia yang bernama Will.
Itu semua karena kebodohan mu, aku menyuruh mu untuk memusnahkan semuanya, tapi kenapa kau malah mengambil anaknya... " suara di seberang telpon terdengar marah.
Bukannya kita sudah sering seperti itu tuan, dan ingatan mereka juga sudah di hapus sepenuhnya" balas tuan will
Aku tidak mau mengambil resiko, segera lenyapkan secepat mungkin" jawab suara di seberang telpon lagi sebelum ia mematikan telponnya.
Arggggg..., sial sial sial..., dia hanya duduk diam di mansion mewahnya dan hanya memberikan perintah sesukanya, apa dia fikir menyingkirkan sang Queen itu mudah, dasar menyebalkan... " tuan Will terlihat sangat marah saat ini, apalagi semua anggota yang ia kirim untuk membunuh key, tak ada yang selamat, ia tak tau harus memakai apa untuk menyingkirkan sang Queen shadow itu.
Aku harus mulai mencari kelemahannya, mungkin saja bisa ku manfaatkan...