
selamat membaca
setibanya Gio dan kawan-kawan di bandara, ternyata sudah ada Alex yang lebih dulu sampai dan menunggu kedatangan Key di sana, jujur saja itu membuat teman-teman yang lain merasa jika Alex tak memiliki perasaan, tapi mereka hanya bisa diam saja, walaupun mereka tidak menyukai tindakan nya, tapi mereka tidak bisa terlalu ikut campur dalam urusan cinta dan keluarga Alex, berbeda dengan teman-teman yang lain, Gio pasti lebih ingin memukul wajah Alex sampai tak berbentuk lagi jika mengetahui nya.
"Alex...." gumam Rose yang pertama kali menyadari kehadiran Alex.
"sayang...,apa tadi kau bilang Alex...???." tanya ulang Stiv untuk memastikan pendengaran nya.
"ia..., coba kau perhatikan orang yang duduk di sebelah sana." jawab Rose sambil menunjuk ke arah tempat duduk Alex.
"kau benar..., ngapain dia kesini...???, apa dia mau mati di hajar sama Gio..???. Stiv sudah merasa tegang saat ini, ia takut sahabat-sahabat nya itu akan saling adu jotos malam ini.
"apa yang kalian berdua bisik-bisikkan....???, kenapa tak mengajakku...???." pertanyaan Alfaro mengagetkan Rose dan Aiden, sehingga membuat Gio dan yang lainnya ikut memperhatikan tingkah ke tiganya itu.
"ada apa dengan kalian bertiga..???." gumam Aiden sambil memiringkan kepalanya saat melihat rose yang ngomel-ngomel tak jelas kepada Alfaro.
"oh.... tuhan....!!!." suara Rose dan Stiv yang bersamaan kaget karena ulah Alfaro.
"ya ampun .... Faro......, kamu mau buat aku jantung dan mati mendadak yah...???." tanya Rose setengah teriak.
"sorry...,aku nga sengaja..." jawab Alfaro dengan nada ngeselin nya.
setelah 5 menit kemudian, akhirnya yang di tunggu datang juga, mereka melambai-lambai kan tangan saat melihat kemunculan gadis tangguh itu.
"key...., hei.... Disni...." teriak mereka membuat yang di teriaki malah celengak-celenguk mencari sumber suara yang menyebut namanya, saat melihat siapa dalangnya, Key malah di buat tersenyum dengan tulisan yang mereka Pengan.
"selamat datang pacar kami semua.....!!!." itulah yang tertulis dari papan ucapan yang mereka pegang.
"cis...., mereka ada-ada saja tingkahnya, kenapa juga mereka harus muncul semua di bandara...???, dasar merepotkan saja." gumam Key, tapi hatinya sangat senang melihat kehadiran sahabat-sahabatnya itu.
"kau hanya pergi selama 2 hari, tapi kami sudah merindukan mu..." Nindy langsung memeluk Key dengan sangat erat.
"ada apa dengan kalian...???, kenapa kalian membuat heboh di bandara..???." tanya Key..., bukan apa-apa, mereka terlihat terlalu antusias dengan kedatangan Key, sehingga membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di bandara, apalagi mereka bukanlah anak-anak muda biasa, sebagian dari mereka merupakan anak dari pebisnis dan kelompok 5 keluarga terkaya di negara AM.
"kami hanya senang melihat kau sudah datang, itu saja..., tidak ada yang lainnya..." jawab Rose, padahal yang mereka senang kan adalah, melihat raut wajah key yang baik-baik saja, tak ada raut kesedihan di wajah cantiknya itu, entah memang ia tak sedih, atau karena ia sangat pandai menyimpan dan menyembunyikan ekspresi nya.
"ayo kita kembali..., aku tau kaka pasti sudah lapar bukan ..???." ajak Gio, ia tahu persis hobi makan kakanya itu. di saat mereka melangkah keluar, tiba-tiba Alex memanggil nama Key.
"Key....