
selamat membaca
Key dan yang lainnya masih dalam mode berpikir, mereka sedang mencari rencana apa yang cocok untuk mereka jalankan.
"apa kita langsung menculik dan menyiksa tuan Malfoy sampai dia mau mengaku saja ...???" ucap Brayen tiba-tiba, Key dan yang lainnya langsung menatap tak percaya dengan ucapan Brayen.
"itu tidak bisa kita lakukan, bagaimana pun juga tuan Malfoy adalah salah satu keluarga berpengaruh di lima keluarga besar" ucap Gio, ia terlihat lumayan lelah Dimata Key, mungkin karena dia harus mengurus perusahaan keluarga, membuat pemikiran dan staminanya sedikit terkuras.
"yang di katakan Gio benar, jika kita menculik tuan Malfoy, itu akan menjadi berita yang menggemparkan, para aparat hukum pasti tak ada tinggal diam juga." ucap Abang black.
"kita awasi saja setiap pergerakannya, ketua black dragon sudah mati, berita itu pasti sudah dia dengan, aku yakin dia akan segera menghubungi seseorang di belakang mereka, tuan Malfoy tak akan membunuh ku jika tak ada untung untuk dirinya, dia pasti mempunyai kerja sama dengan orang lain." ucap Key sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
"kita pancing saja dengan panggilan tuan Malfoy dengan seseorang itu, aku akan mengirimkan fail isi percakapannya sendiri melalui email menggunakan akun rahasia agar dia tak tau identitas ku, aku yakin setelah menerima umpan dari ku, dia akan langsung menghubungi orang di belakangnya." sambung Key lagi.
"kau memang jenius sayang....!!!, aku setuju dengan rencana mu itu." ucap Brayen sambil mengelus lembut rambut Key.
"Gio.....!!!, apa kau habis menghubungi Deddy....???" tanya Key kepada adiknya.
"ya...., Deddy akan pulang besok, urusan di negara X sudah selesai, Deddy akan tinggal di rumah selamanya, paling dia hanya akan memantau perkembangan perusahaan dari rumah saja " jawab Gio, dia mengambil minuman dan meminumnya untuk melepaskan kepenatannya.
"aku baik-baik saja kak..., sekarang ada Abang black yang ikut membantu ku." jawab Gio lagi dengan tersenyum.
saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari luar, dan ternyata itu ada Liodra yang sedang mencari Gio.
"tok...tok.... tok...." Liodra yang sedang mengetuk pintu.
"Gio....., apa aku boleh masuk....???" tanya Liodra dari luar pintu, mendengar suara kekasihnya Gio langsung beranjak untuk membuka pintu.
"ada apa ...???, apa kau merindukanku ku....???" tanya Gio sedikit menggoda Liodra, Key yang mendengar adiknya sudah bisa menggoda hanya bisa tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
"um....apa aku mengganggu kerja kalian....???" Liodra malah Balik bertanya dan tidak menjawab pertanyaan Gio.
"tenanglah Lia.....!!!, urusan kerjaan sudah selesai, aku juga mau keluar sekarang....!!!, aku butuh istirahat sebentar sebelum memulai perang....!!!" ucap Key dan berdiri meninggalkan ruang kerja Gio, Brayen dan Abang black juga mengikuti Key keluar meninggalkan Liodra dan Gio di ruang kerja.
"silahkan nikmati waktu kalian berdua...." ucap Brayen sambil mengedipkan matanya sebelah dan berlari mengejar Key yang sudah berjalan cukup jauh darinya.
"Gio....., apa maksud Key dengan kata-katanya yang menyebut memulai peperangan....???, apa negara kita akan memulai perang dengan negara lain ....???" tanya Liodra dengan polosnya, membuat Gio terkekeh saja.