
selamat membaca
karena Brayen terus mengelus rambut Key dengan lembut, entah mengapa Key merasa sangat sangat nyaman dan mulai merasakan kantuk.
"Bray...., aku ngantuk sekali." ucap Key sambil menguap.
"tidurlah..., aku akan menemanimu." jawab Brayen dan langsung di angguki oleh Key, dalam beberapa menit saja Key sudah memasuki alam mimpinya, membuat Brayen sedikit tersenyum.
"dia terlihat sangat manis saat tertidur...!!!" ucap Brayen sambil merapikan rambut Key yang sedang menutupi wajah cantiknya.
"putri ku memang cantik, sampai bisa menaklukkan pria dingin dan kejam seperti mu .." ucap tuan Delano secara tiba-tiba, membuat Brayen yang sedang berbaring di samping Key sedikit terkejut.
"oh.... rupanya ayah mertua ku sudah datang, bukankah ayah seharusnya datang besok pagi...???" ucap Brayen sambil bangkit dari tempat tidur Key, tak lupa juga ia merapikan selimut Key sebelum mengikuti tuan Delano keluar dari kamar Key, takutnya akan menggangu tidur putrinya.
"kerjaan di sana selesai lebih cepat, jadi aku langsung kembali membuat kejutan untuk anak-anak ku, tapi sepertinya aku yang di kejutkan dengan kehadiran tuan muda ini." balas tuan Delano saat mereka sudah duduk di sofa lantai bawah.
"ayah tau sendiri jika Kakak ipar ku itu selalu mengekor kemanapun kak Key pergi." sambung Gio yang juga ikut datang bergabung bersama.
"hei..., kakak mu itu wanita luar biasa, takutnya akan banyak menarik perhatian pria lain." balas Brayen sambil menghela nafas panjang, dia saja harus berusaha ekstra agar Key bisa nyaman berada di dekatnya.
"ha ha ha..., sepertinya nak Brayen masih belum menaklukkan hati putri ku, kau harus berusaha lebih keras lagi." ucap tuan Delano sambil terkekeh pelan.
"ayah mertua, putri mu terlalu tangguh, dia tak tergiur dengan harta ku, ketampanan ku pun tak ia tergoda, kalau bukan karena aku terus mengikutinya, aku mana mungkin ada kesempatan untuk menaklukkan hatinya itu." jawab Brayen sambil mendengus kesal, ia sukses mendapatkan ejekan dari calon ayah mertuanya dan juga calon adik iparnya.
"kakak ipar tenang saja, yang aku lihat sekarang, kak Key sudah membuka hatinya untuk mu." ucap Gio, ia memberikan hasil pengamatannya terhadap hubungan Brayen dan juga Key.
"aku harap itu benar, Deddy senang jika kakak mu mau menerima nak Brayen." ucap tuan Delano.
'aku percaya jika nak Brayen bisa menjaga putri ku dengan sangat baik." sambung tuan Delano lagi.
setelah berbincang-bincang santai, kini saatnya mereka akan membicarakan permasalahan yang lebih serius, ini tentang terlibatnya keluarga Malfoy dalam organisasi black dragon, dan yang lebih penting adalah, alasan dia ingin membunuh Key.
"Deddy...., ada sesuatu yang harus kita bahas, sebaiknya kita ke ruang kerja Deddy saja." ucap Gio sambil menatap deddy nya dengan serius.
"sepertinya ini permasalahan yang sangat serius, baiklah...., ayo kita ke ruang kerja Deddy saja." jawab tuan Delano, ia sedikit tegang saat ini, jika Gio meminta berbicara, itu pasti permasalahan yang sangat serius, jika hanya menyangkut kerjaan di perusahaan, Gio tak pernah meminta bantuannya, dia selalu bisa mengerjakan semuanya dengan sempurna.