Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 131


selamat membaca


akhirnya setelah menunggu dalam beberapa jam, dokter yang menangani operasi Key keluar juga, Brayen dan juga yang lainnya yang melihat kedatangan sang dokter langsung berlari menghampiri dokter tersebut.


"dok .... dokter..., bagaimana keadaan istri ku...?" tanya Brayen dengan cepat, ia bahkan sudah menetapkan Key sebagai istrinya.


"bagaimana keadaan kakak saya dok...?, dia baik-baik saja kan...?" tanya Gio juga dengan wajah cemas bercampur tegang, sedangkan bang black dan anggota yang lainnya hanya bisa menunggu penuturan sang dokter dengan wajah tegang pula.


"operasinya berjalan dengan lancar, tapi kita masih harus melihat perkembangannya terlebih dahulu, dia mengalami luka fatal yang cukup serius, malam ini adalah malam penentuan, jika dia bisa melewati masa kritis malam ini, maka itu akan baik-baik saja." ucap sang dokter.


"sebentar lagi pasien akan di pindahkan keruangan perawatan, untungnya ada anggota kalian yang merupakan seorang dokter, jadi aku bisa melakukan operasi, jika tidak....., aku tak akan bisa melakukan operasi ini seorang diri." sambung sang dokter lagi.


"terimakasih telah membantu kami, salah satu anggota kami akan mengantarkan anda kembali dok." ucap Brayen sambil menyalami sang dokter.


"itu bukan apa-apa, tuan Brayen telah banyak membantu di rumah sakit kami, donasi yang anda berikan setiap tahunnya selalu banyak membantu pasien yang kurang mampu." jawab sang dokter, setelah itu ia kembali dengan di antar oleh bang black.


"sayang......, kau harus bangun..., kau kan sudah berjanji jika kita akan menikah saat kembali." ucap Brayen sambil memegang tangan Key, air matanya masih tak mampu ia hentikan.


"aku harus apa jika kau meninggalkanku seperti ini...?, aku tak bisa hidup lagi jika kau meninggalkanku sayang, jadi ..... kau harus bangun, demi aku sayang.." ucapnya lagi sambil terus menciumi tangan Key yang terkulai lemah.


sedangkan Gio yang melihat kesedihan Brayen, ia tak bisa mengatakan apapun untuk menghiburnya, karena dirinya sendiri pun merasa sangat hancur, Key adalah saudara, teman, sekaligus ibu baginya, orang pertama yang menjaganya, walaupun jarak umur mereka cuma beda setahun, tapi Key sudah mampu melindunginya dari ancaman anak-anak yang lain saat masih di dalam markas black dragon dulu.


"aku akan menyelesaikan semuanya malam ini kak, sehabis itu kita akan kembali ke Deddy dan ibu, jadi kakak harus bangun, kakak pastinya tak mau melihat Deddy dan ibu khawatir kan...?, jadi bangunlah secepat mungkin." gumam Gio dan membalikkan badannya meninggalkan ruang perawatan Key.


Gio memasuki ruang kerja, duduk di depan komputer, merilekskan tangan dan badannya, setelah itu ia mulai menjalankan aksinya dengan terus mengetik di atas keyboard, ia berada dalam ruang kerja cukup lama, semua bukti kejahatan keluar Alfendo terhadap kakek Key dan juga ibu Key akan tersebar dalam beberapa menit saja.


Gio tak hanya menyebarkan ke semua media, dia juga mengirimkan bukti tersebut kepada kepolisian negara ING, situs kerajaan juga tak luput dari itu, karena kakek Key merupakan salah satu Manteri di negara ING.