
selamat membaca
Key masih fokus dengan kelasnya, tiba-tiba handphonenya bergetar tanda ada seseorang yang sedang mengirimi dia pesan, Key merogoh kantong celananya untuk melihat isi pesannya, dan ternyata itu adalah gambar yang di kirim oleh Brayen dengan keterangan yang sangat lucu menurut Key.
"sayang....., ini adalah mahar pernikahan untuk mu ...!!!, apa kau menyukai nya ..???." isi keterangan foto yang di kirim Brayen.
"dasar aneh....!!!, tapi aku menyukai mahar mu itu....!!!" balas Key, ia sedikit terkekeh membayangkan kelakuan Brayen.
Brayen yang mendapat balasan dari Key juga langsung membuka isi pesannya, senyum lebar langsung terbersit di wajah tampannya.
"dia menyukai mahar pernikahan yang ku berikan....!!! itu berarti dia sudah mulai membuka hatinya untuk ku...!!!" gumam Brayen di dalam hati.
di saat Key dan Brayen sedang berbahagia, di lain tempat Alex malah merasa tertekan dengan hubungannya bersama Zevanya, Alex serasa tak punya waktu untuk dirinya sendiri, setiap saat hanya selalu mengurus Zevanya saja.
seperti saat sedang makan siang di kantin kampus tadi, karena Zevanya tidak menyukai makanan di kantin kampus, Alex harus mengikuti dia untuk mencari makanan di restoran.
"apa kau tidak bisa makan yang ada di kantin saja...???" tanya Alex dengan muka datarnya.
"kau tau sendiri jika aku ini artis internasional, aku harus menjaga badan ku dengan baik, makanan yang instan dan berlemak sangat tidak di sarankan untuk ku makan...!!!" jawab Zevanya dengan santainya.
"kalau begitu kau tinggalkan pesan saja, aku lagi malas untuk keluar...!!!" jawab Alex lagi, ia bukannya malas, tapi sedang menunggu kedatangan Key, ia berharap bisa melihat gadisnya makan dengan lahap, tak seperti gadis manja yang ada di depannya sekarang.
"ini sudah lewat jam makan siang...!!!, tapi kenapa aku tak melihat Key, apa dia baik-baik saja ..???, tidak pada biasanya dia melewatkan makan siangnya." Alex bertanya-tanya sendiri di dalam hatinya sambil sesekali melirik kearah sahabat-sahabatnya dulu.
mereka masih berteman baik dengan Stiv dan Alfaro, tapi Alex hanya merasa sungkan saja saat berada satu tempat dengan Gio dan sahabat-sahabat Key, tatapan mereka ke Alex seperti sedang ingin memakannya hidup-hidup.
karena perasaan penasaran yang sangat dalam, akhirnya Alex bertanya lewat pesan yang dikirim nya ke Alfaro, ia tak berani bertanya kepada Stiv, karena Rose pasti akan memeriksa handphone Stiv.
"dimana Key...???, kenapa aku tak melihatnya makan siang ...???, apa dia baik-baik saja...???" isi pesan Alex.
"Key sangat baik-baik saja, dia tak ikut makan karena harus mengurus sesuatu, tapi Gio sudah membawakan makan siangnya tadi." jawab Alfaro.
"sangat baik-baik saja....???, apa maksudnya itu ..???, apa dia sudah bisa melupakan aku...???, apa dia tak sedih sedikit pun berpisah dengan ku ..???" tanya Alex lagi, dia membanjiri pertanyaan yang membuat kepala Alfaro pusing saja.
"ya Tuhan...., kenapa dia bertanya banyak sekali...???, kenapa dia tidak tanya langsung ke orang nya saja sih ...???" gerutu Alfaro sambil memijit pelipisnya karena merasa pusing.
"dia baik-baik saja karena sudah ada pengganti loe, cowek itu sudah manggil key dengan sebutan calon istrinya, sepertinya dia berasal dari negara X." jawab Alfaro lagi lewat pesan singkat.
" AAAAAPPPPPPAAAAA........????" teriak Alex sambil menggeprak meja dengan keras, membuat Zevanya terlonjat kaget karenanya.