Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 132


selamat membaca


setelah Gio menyelesaikan kerjaannya, dia hanya tinggal duduk diam sambil menghentak-hentakan jari telunjuknya di atas meja, seakan ia sedang menghitung waktu, dan tepat setelah hentakan jari Gio mencapai ke 10 hentakan, dunia berita online langsung pecah dengan pemberitaan tentang keluarga Alfendo, kemudian di susul dengan pemberitaan breaking news tentang penangkapan keluarga Alfendo saat masih berada di sebuah resort pribadi karena mansion mereka telah rata dengan tanah.


"tugas utama selesai, tinggal mengambil alih saham dari beberapa orang." ucap Gio lagi dan kembali meretas semua pemegang saham di perusahaan ibunya, dan dengan cepat ia mendapatkan apa yang Gio inginkan.


"semuanya orang-orang yang tak pantas mendapatkan saham di perusahaan ibu ku, kalian akan mendapatkan kejutan di pagi hari nanti." ucap Gio lagi dan mencetak beberapa bukti kejahatan dari masing-masing pemenang saham, Gio akan mengirimkan bukti-bukti sekaligus surat penyerahan hak atas saham ke pada Key tersebut kepada masing-masing dari mereka.


setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Gio keluar dari ruang kerjanya dan berjalan menuju ruang perawatan Key, terlihat Brayen sudah tertidur di samping Key dengan masih memegang erat tangan Key.


dengan perlahan Gio masuk kedalam ruangan tersebut, ia tak ingin membangunkan Brayen yang sedang tertidur, berjalan perlahan dan berdiri disisi kiri ranjang Key, membelai lembut rambut kakaknya, air mata Gio akhirnya tak tertahankan juga, ini ke dua kalinya Gio melihat keadaan Key yang tragis seperti ini.


pertama kali Gio melihat keadaan Key yang mengenaskan pada saat umur Key 7 tahun dan Gio berusia 6 tahun, saat itu mereka 100 anak-anak yang berada di markas black dragon di masukkan kedalam pulau terpencil untuk saling bertarung satu sama lain dan menyisakan 10 orang terbaik saja.


dan saat itu, Gio dan Key saling melindungi untuk bertahan dari hewan-hewan buas dan juga bertahan dari serangan anak-anak yang lain, dan akhirnya hanya mereka berdua yang bertahan dengan masing-masing luka yang mematikan di seluruh tubuh mereka, tapi keduanya masih Kokoh berdiri sampai utusan dari markas datang menjemput mereka, setelah utusan datang, barulah keduanya tersenyum bersama dan jatuh pingsan bersamaan.


"kau harus bangun kak, ibu dan Deddy akan sangat sedih melihat mu seperti ini." gumam Gio sambil menatap sendu wajah Key yang pucat.


"orang-orang yang menyakiti ibu, semuanya sudah aku singkirkan, saham ibu juga akan kembali ke ibu, itu akan berada di bawah nama mu kak." sambung Gio lagi.


"beristirahatlah...., kakak harus melewati malam ini, kakak ku adalah wanita yang kuat, kakak pasti bisa melewati semua rintangan ini kan." ucapnya lagi dan mengecup kening Key dan kembali keluar ruangan tersebut meninggalkan Key dan juga Brayen yang senantiasa menjaga Key.


sedangkan Key yang sedang berada di masa kritis, ia sekarang sedang melihat memori saat dirinya dan ibunya yang sedang di pisahkan, kakek dan nenek angkat ibunya di bunuh di depan mata Key, dan Key yang masih berusia empat tahun hanya bisa menagis saja.