Shakira Sang Queen Shadow

Shakira Sang Queen Shadow
Part 125


selamat membaca


waktu sudah berlalu sekitar seminggu setelah misi pembebasan ibu Key, selama itu juga mereka memperhatikan apa yang terjadi pada keluarga ibu Key, karena kesehatan ibu Key masih lemah secara mental, jadi Key masih belum menanyakan peristiwa apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa ibunya harus mengalami hal yang menyiksa seperti itu.


saat ini Key dan yang lainnya sedang sibuk dengan rencana penyamaran yang akan mereka lakukan malam ini, sejak seminggu mereka telah menyiapkan keperluan mereka mulai dari membuat topeng wajah pelayan yang ada di dalam mansion keluarga ibunya.


mereka harus melakukan penyamaran sebagai pelayan untuk menyimpan kamera dan juga penyadap agar mereka bisa mengetahui setiap pergerakan apa yang akan mereka lakukan, itu karena di dalam mansion tersebut tidak ada kamera di bagian yang perlu Key dan yang lainnya lihat, seperti ruang kerja dan juga bagian penting yang lainnya.


"apa semuanya sudah siap...?" tanya Key kepada mereka yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


"lagi satu topeng kulit lagi dan juga pengubah suara nyonya." jawab salah satu dari mereka.


"bagaimana dengan alat-alat yang harus di bawa...?" tanyanya lagi.


"semuanya sudah siap nyonya." baiklah.., usahakan selesai secepatnya.


"baik nyonya..." jawab mereka serentak.


"ibu...., bagaimana keadaan ibu saat ini...?" tanya Key yang sudah berada di halaman belakang rumah yang mereka tempati saat ini.


"ibu baik-baik saja sekarang, tubuh ibu sudah sangat sehat, ibu hanya ingin keluar dari negara ini secepatnya, ibu rindu sama Deddy mu." jawab ibu Key sambil tersenyum.


"ibu tenang saja, ibu akan berangkat kembali ke negara AM bersama Gio malam ini, semua keperluan ibu sudah siap semuanya." jawab Key yang sudah duduk di depan ibunya sambil memegang kedua tangan ibunya.


"apa putri ibu tidak ikut bersama dengan ibu....?" tanya ibunya sambil menatap wajah putri kecilnya yang sudah menjadi dewasa sekarang.


"setelah semuanya selesai di sini, Key janji akan segera pulang dan berkumpul bersama dengan ibu, Deddy, dan Gio." jawab Key lagi.


"ibu tidak perduli dengan mereka dan juga harta yang mereka ambil nak, ibu hanya ingin kita berkumpul lagi, ibu berpisah dengan Deddy mu saat ibu sedang mengandung mu, saat itu ibu masih hamil satu bulan, dan ibu belum sempat memberitahukan kepada Deddy mu, tapi ibu sudah di culik dan dikurung. ibu key mulai bercerita sedikit tentang masa-masa suramnya.


"waktu itu ibu sangat takut, tapi ibu harus berani, karena ada dirimu di dalam perut ibu, ibu harus melindungi harta ibu yang paling berharga, jadi ibu mencari cara untuk melarikan diri, ibu berulang kali melarikan diri dan tertangkap ulang, tapi ibu tak putus asa, saat itu perut ibu sudah mulai membesar, kau sudah lima bulan hidup bersama ibu, tinggal beberapa bulan lagi kau akan lahir, jadi ibu mencari kesempatan lagi dan ibu akhirnya berhasil melarikan diri, di pertengahan jalan waktu itu ibu bertemu dengan sepasang orang tua yang sedang mengendarai mobil, dan itu hampir menabrak ibu, mereka berniat membawa ibu ke rumah sakit karena melihat keadaan ibu yang berantakan, tapi ibu memohon agar tidak ke rumah sakit, akhirnya mereka membawa ibu ke kediamannya yang berada di sebuah desa yang jauh dari kehidupan kota, di situlah ibu hidup dan melahirkan dirimu." ibu Key mengeluarkan air mata mengingat semua kejadian itu.