
selamat membaca
saat ini Alex dan Zevanya sudah sampai di ruang rektor, seperti biasanya, mereka mengurus surat-surat perpindahan Zevanya, setelah semuanya di rasa selesai, mereka berdua keluar dan kembali ke jurusan masing-masing, karena Zevanya adalah seorang aktris, maka ia mengambil jurusan seni drama.
sedangkan Key, sepanjang jalan koridor kampus, ia hanya bisa melamun saja, di depan Alex dan tunangan nya, ia bisa berpura-pura biasa-biasa saja, karena mereka sedari kecil sudah di latihan bagaimana cara menahan diri dan menyembunyikan isi hati, tapi yang terjadi sesungguhnya sangat berat dan menyakitkan untuk Key.
sebelum mereka berpisah dengan sahabat-sahabatnya, Nindy, Rose dan juga Liodra, masih sempat memeluk Key, mereka tak bisa menemani Key karena mereka berbeda jurusan, jadi mau tidak mau mereka harus berpisah dan kembali bertemu saat istirahat nanti.
"hmmmmm....!!!, aku pasti bisa, dulu juga aku tak pernah mencintai siapapun, jadi sekarang melupakan seseorang pasti aku bisa melakukan nya." gumam key pada dirinya sendiri, ia ingin menguatkan diri nya dan menyakinkan dirinya sendiri bahwa melupakan seseorang adalah perkara yang mudah untuk nya, walaupun sesungguhnya sangat susah di praktekkan.
"waktunya bermain dengan laboratorium...!!!" sambung Key dan masuk kedalam kelas nya.
sedangkan di negara X, Brayen sudah siap di lokasi tempat mereka akan memberantas habis kelompok black dragon dan menyelamatkan anak-anak yang mereka culik, Brayen sendiri masih duduk dengan santai di dalam mobilnya, ia masih belum bergerak karena masih menunggu Key selesai belajar, karena itu adalah permintaan Key, ia ingin melihat sendiri proses penyergapan Anggota black dragon.
"tuan....!!!, apa kita masih harus menunggu...???" tanya Juno sang asisten sekaligus sekretaris dan juga merangkap sebagai tangan kanan Brayen.
"sedikit lagi...., sebentar lagi nyonya muda kalian selesai belajar, ia ingin melihat performa kalian bekerja, mungkin saja ia akan memberikan kalian hadiah." jawab Brayen dengan santai.
beberapa jam kemudian, Key sudah selesai dengan kelas nya, ia langsung menghubungi Brayen untuk memberitahukan jika mereka sudah bisa mulai melakukan aksi nya.
"halo ....." suara Key
"halo sayang....!!!, apa kau sudah selesai belajar nya...???" tanya Brayen dengan nada santainya.
"aku sudah selesai belajar, jadi kalian sudah bisa mulai, tapi bisakah kau tak memanggil ku dengan sebutan sayang Bray....???" jawab key dan juga sedikit Bertanya.
"maafkan calon suami mu ini sayang....!!!, permintaan mu itu terlalu tidak masuk akal, kau bisa meminta yang lain seperti pesawat jet pribadi, kapal pesiar atau bangunan beberapa tingkatan, itu pasti bisa aku berikan, tapi jangan meminta diri ku untuk tidak memanggil mu sayang, itu sangat mustahil bagi ku." jawab Brayen sedikit memelas, karena kini mereka sudah tidak menelpon tapi sudah berganti dengan video call.
"hei....aku tau kau kaya, tapi aku juga tidak miskin, barang yang kau tawarkan sudah aku miliki semuanya." jawab Key dengan muka datar nya.
"oh.....ayolah sayang...., walaupun kau sudah memiliki semuanya, berpura-pura saja kau tak memilikinya, agar aku bisa memanjangkan mu dengan uang ku, tapi tidak hanya dengan itu, cinta ku juga sangat tulus untuk mu, jadi biasakan dirimu menerima kebahagiaan yang akan aku berikan pada mu, di mulai dari meratakan markas black dragon." jawab Brayen dan sambil mengedipkan matanya dan tersenyum memanjangkan untuk Key.